Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Tri Sulistiyono, SH, MH mengungkapkan timnya memberi pelatihan pendaftaran lowongan kerja berbasis sosial media bagi tenaga kerja sebagai usaha menurunkan angka pengangguran. Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Indonesia.
“Banyak faktor penyebabnya, salah satu faktor yang paling jarang menjadi perhatian dan sangat tabu untuk dibicarakan adalah mengenai kurangnya informasi yang tersedia terkait lowongan dan kesempatan kerja, sesuatu yang sangat jarang dibicarakan justru itu yang paling penting untuk dibicarakan,” ungkap Tri Sulistiyono, usai memberi pelatihan di Balai Desa Branjang, Sabtu (4/6/22).
Tri berharap, pengabdian dan langkah kecil yang di persiapkan secara matang oleh tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Unnes ini dapat meningkatkan daya saing warga desa Branjang.
“Kita berharap tentu materi pengabdian yang kita berikan, tidak sekedar hanya meningkatkan daya saing desa Branjang yang siap bersaing secara unggul sebagai target sasaran dari acara ini, tetapi diharapkan akan menumbuhkan ide dan motivasi yang lebih baik selanjutnya di berbagai daerah/desa terkhususnya terhadap masyarakat diusia produktif,” jelasnya.
Pratama Herry Herlambang, SH, MH, anggota Tim Pengabdian lainnya menambahkan, kemudahan akses menjadi kata kunci dalam proses pendistribusian informasi dengan baik kepada tenaga kerja produktif yang ingin mencari pekerjaan, penggunaan sosial media dalam pendaftaran lowongan kerja dikembangkan guna didesain untuk menyuguhkan informasi agar menjadi solusi alternatif dalam usaha menurunkan angka pengangguran.
“Ternyata masih cukup banyak masyarakat di Desa Branjang yang belum menyadari bahwa akses literasi digital terkait informasi mengenai lowongan dan kesempatan kerja kepada masyarakat sangat penting untuk menunjang terwujudnya hak masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” imbuh Pratama
Usai pemaparan materi, acara ditutup dengan pendekatan bukan sekedar kuantitatif tetapi juga kualitatif yaitu mengharapkan perubahan terhadap kualitas tenaga kerja di Desa Branjang secara berkelanjutan dengan selalu memberikan wadah yang terbuka atau kontak yang dapat dihubungi kepada pemateri secara langsung apabila dibutuhkan kapanpun dan dimanapun. Terbukti hingga acara selesai pun banyak masyarakat khususnya anak muda usia produktif calon tenaga kerja menghubungi panitia untuk menanyakan referensi ide dan hal-hal yang lebih lanjut.
“Saya mendapatkan akses informasi baru yang belum saya ketahui sebelumnya, setelah ini saya tertarik menanyakan bagaimana cara membuat blog, website, dan relasi yang luas tentang penerbitan buku, agar impian saya dalam meluncurkan karya buku saya dapat terwujud,” kata Anggun, salah satu warga desa Branjang usai mengikuti kegiatan.
Penyampaian materi yang dilakukan secara atraktif oleh Tim pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Unnes semakin gayeng, karena banyak warga yang bertanya terkait materi yang diberikan oleh Tim. Mereka semakin antusias, karena juga mendapat doorprize dari Tim. (sls/web/bas) Editor : Sulistiono