Pasalnya dalam acara khataman dan imtihan tahfidz ini, 36 santri yang sudah dinyatakan lulus 30 juz diuji secara langsung oleh penguji Ustad Syamsul Hadi dari UMMI Foundation Pusat dan juga orang tua mereka yang hadir secara langsung dalam acara tersebut. Isak tangis bahagia nampak di pertengahan acara, saat ke-36 santri meminta restu dan memeluk kedua orang tua mereka. Sambil mengucapkan terima kasih.
Kepala SDIT Laboratorium Riyadlush Sholihin Adiprono mengatakan, tujuan dari kegiatan khataman ini sebagai bentuk tanggung jawab dari sekolah kepada orang tua terhadap program tahfidz metode UMMI. Serta sebagai wahana silaturahmi antara sekolah dengan orang tua.
“Ini merupakan yang pertama kali kegiatan khataman dilakukan disini. Rencana akan dilakukan tahun kemarin, tapi karena masih pandemi kita pending sampai saat ini,” jelasnya.
Ia berharap kedepannya santri yang bisa khatam lebih banyak dari saat ini. Adi mengaku dari 270 santri yang ada saat ini, baru 36 yang khatam. “Semoga kedepan semakin banyak dan terus bertambah,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada orang tua santri untuk selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada putra-putrinya, sehingga mereka bisa terus bersemangat mengikuti tahfidz di sekolah. “Semoga adanya kegiatan khataman dan imtihan ini dapat memotivasi anak-anak dan orang tua untuk selalu mengajak dan memotivasi dalam belajar Alquran,” harapnya. (rfk/web/bas) Editor : Agus AP