Saat itu, Agustinur Safirin masih duduk di bangku SD dan harus menempuh waktu 10 jam ke Kota untuk membeli obat, karena apotek memang berada di kota. Dari sinilah kemudian terbesit keinginannya membuat apotek yang ada di pelosok-pelosok desa agar bisa membantu masyarakat di daerah terpencil yang umumnya banyak masyarakat tak mampu.
Setelah merantau dan sukses bekerja di Jakarta, Agustinus kemudian merealisasikan cita-cintanya dengan menekuni usaha apotek yang khusus dibukanya di daerah pelosok, yakni di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kini sudah ada 10 apotek yang dinamainya Apotik Peduli.
Di Kota Semarang, Agustinus Sarifin mulai mengembangkan Apotik Peduli di wilayah Kelurahan Palebon, Pedurungan, Kamis (17/2/2022). Ini pun atas pertimbangan belum ada apotik yang dekat dengan wilayah Palebon.
"Saya memang mendasarkan pada kepentingan sosial. Dimana apotek yang saya beri nama Peduli ini harus benar-benar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan obat. Ini karena pengalaman saya bagaimana nasib orang tua saya yang tak sempat mendapatkan obat karena memang sulitnya saat itu untuk menemukan apotek. Akhirnya tak tertolong dan meninggal sebelum saya datang membawakannya obat. Karena itu saya ingin membantu masyarakat di sekitar apotek yang saya dirikan," ungkap Agustinus Safirin didampingi Paulus Pangka SH, rekan SMP ketika di Flores.
Apotik Peduli yang ke-10 ini dibukanya di Kota Semarang. Menurut Agustinus sangat mungkin ada apotek-apotek Peduli lainnya yang akan menyusul. Asal dimana saya temukan ada daerah yang ada penduduknya namun tak ada apotik, kemungkinan saya akan mendirikannya di sana.
Apotik Peduli milik Agustinus Sarifin ini dilengkapi oleh apoteker dan tenaga medis yang bisa melakukan diagnosa penyakit ringat seperti kolesterol, tekanan darah hingga gejala diabetes. Oleh karena itu apotek ini memberikan layanan gratis kepada masyarakat untuk melakukan pengecekan tensi, asam urat, gula darah dan kolesterol.
Meski dalam daftar tutup hingga pukul 22.00 WIb, menurut Sarifin, Apotik Peduli memiliki jam layanan hingga 24 jam non stop. Artinya siapapun yang membutuhkan obat akan dilayaninya, bahkan pesanan siap diantar ke pemesan.
"Kami punya prinsip, melayani kebutuhan obar pasien secepat dan setepat mungkin. Pengalaman masa lalu kami selalu menjadi motivasi agar tidak terlambat melayani," ungkap Agustinus Safirin.
Dirinya pun berencana akan mengembangkan Apotik Peduli hingga pelosok-pelosok Jogjakarta. "Saya kebetulan punya anak dokter dan praktik di Kota Jogja. Oleh karena itu saya ingin membantu masyarakat di Jogja, khususnya di daerah pelosok yang belum dijangkau apotik," kata Agustinus Sarifin.
Pertimbangan mengembangkan Apotik Peduli juga dilatarbelakangi kasus Covid 10 yang merebak hingga pelosok desa. Sehingga keberadaan apotik dipandangnya sangat perlu dan dibutuhkan. (mim/web/bas) Editor : Nur Chamim