Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Waspada Opini Menyesatkan dalam Kasus Polisi-FPI

Arif Riyanto • Jumat, 11 Desember 2020 | 04:12 WIB
Pangi Syarwi Chaniago (republika.co.id)
Pangi Syarwi Chaniago (republika.co.id)
RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Masyarakat diminta lebih bijak merespons kasus bentrokan polisi dengan anggota ormas Front Pembela Islam (FPI). Jangan sampai membuat suasana kacau dengan saling menyalahkan salah satu pihak.

"Publik sudah bosan dengan kegaduhan, publik ingin keduanya baik FPI maupun polisi memberikan pernyataan yang adem, tanpa saling serang," kata pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, Kamis (10/12).

Menurut Pangi, sudah saatnya para tokoh agama dan tokoh politik ikut memberikan penjelasan ke publik agar menunggu proses hukum yang sedang berjalan dan tidak termakan opini-opini yang bisa menyulut kemarahan publik.

"Yang diperlukan saat ini adalah menangkal segala ajakan dari orang-orang yang sengaja ingin negara kita ini gaduh," tegasnya.

Masyarakat juga diminta agar hati-hati dan lebih bijak dalam mengonsumsi informasi yang beredar terkait insiden tersebut. Saat ini, di media sosial banyak informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Mari bijak dalam bersosmed. Jangan ada share. Lebih baik pastikan dulu sumber beritanya dan biasakan cek dan ricek," imbuhnya.

Sedangkan pngamat politik Bin Firman Tresnadi meminta semua pihak menahan diri agar suasana tetap kondusif dan tidak ada pihak-pihak yang terpancing untuk melakukan aksi yang bisa menimbulkan gangguan keamanan.

"Saat ini saya pikir semua pihak harus menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi," ujar Bin.

Beberapa hari lalu, polisi baku tembak dengan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek. Enam orang anggota FPI tewas. Peristiwa ini dalam investigasi Komnas Hak Asasi Manusia untuk mengungkap fakta sebenarnya. (web/ap) Editor : Arif Riyanto