Siklus pendistribusian air dua minggu Humanity Water Tank dimulai dari wilayah Gaza Utara. Lalu, dilanjutkan ke wilayah Alnazla dan Kota Jabalia, Beit Hanoon dan Beit Lahia, Kota Gaza, dan berakhir di Kota Alshaikh Ejleen. Sedangkan, siklus di wilayah Gaza Tengah, Khanyounis, dan Rafah berakhir di wilayah Tal Alsultan.
Andi Noor Faradiba, tim Global Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan Humanity Water Tank ACT di Palestina, memiliki siklus kerja dua minggu. Truk tangki air ini berkeliling di kota Gaza untuk memenuhi kebutuhan air warga setiap enam hari dalam sepekan. “Humanity Water Tank libur antara hari Jumat, Sabtu, atau Minggu. Setelah dua minggu siklus, distribusi kembali dari awal dan seterusnya. Ada sekitar 19.400 penerima manfaat dalam seminggu, atau sama dengan per orang mendapat sekitar 20 liter air per hari,” lanjut Faradiba.
Selain ke sekolah-sekolah, air bersih didistribusikan ke pemukiman masyarakat prasejahtera, masjid, klinik, dan sarana umum lainnya di Wilayah Gaza. “Persediaan air bersih untuk sekolah tidak selalu ada. Maka, sekolah-sekolah menjadi target pendistribusian air bersih Humanity Water Tank,” lapornya.
Pakar hidrologi di Departemen Otoritas Air Palestina, Umar Ziad mengatakan kekeringan yang melanda Palestina sejatinya disebabkan oleh dua faktor. Pertama faktor alami karena kurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu panas. Faktor lainnya disebabkan sebagian besar sumber air Palestina dikuasai oleh Israel, hanya 15% saja yang bisa dinikmati warga Palestina. (act/web/ap) Editor : Agus AP