RADARSEMARANG.ID - Bermaksud melepas penat dengan menyewa sebuah villa di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang lima perempuan yang kebetulan bersahabat karib ini justru mengalami kejadian mistis.
Pengalaman mistis disebuah Villa ini diceritakan Mayasari (26) saat ngobrol bersama RadarSemarang.ID. Perempuan yang akrab disapa Maya ini mengaku, kejadian horor yang dialami bersama empat sahabatnya itu terjadi pada bulan Februari lalu.
"Jadi saat itu dari ngobrol-ngobrol sama empat teman lainnya, kita sepakat ambil cuti tiga hari dan nyewa di Bandungan untuk dua malam. Kita waktu itu berangkat kamis malam dari Semarang dengan satu mobil"ungkap Maya mengawali cerita.
Baca Juga: Pulang Nonton Konser, Warga Semarang Ini Bertemu Sosok Mirip Tetangganya yang Sudah Meninggal
Dari Semarang, tutur Maya, mereka berangkat agak sore karena ada salah satu teman yang harus membereskan pekerjaannya hari itu. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, mereka tiba di Villa yang sudah mereka boking satu minggu sebelumnya.
"Villanya itu lokasinya naik diatas perbukitan, tempatnya paling ujung, kanan kiri kebon dan pemandangan yang cakep deh pokoknya," jelas Maya.
Maya menambahkan, meski Villa yang mereka sewa agak terpencil, namun bangunannya lumayan besar, dua lantai, dan terlihat nyaman. Tidak ada kesan menyeramkan sama sekali.
"Bangunannya bangunan lumayan baru, bukan bangunan jadul, tempatnya asri, dihalaman taman dan pohon-pohon besar," tutur perempuan lajang ini mengambarkan suasana Villa yang mereka sewa.
Selepas Isya mereka masuk ke dalam Villa, setelah makan malam disekitar Alun-Alun Bandungan. Usai bersih-bersih badan, imbuh Maya, mereka kemudian berkumpul diruangan tengah yang dilengkapi sofa dan televisi."Biasanya khan cewek kalo udah kumpul, ada aja yang digibahkan hehe," Maya terkekeh.
Sampai dengan jam 12 malam, mereka kemudian membubarkan diri, masuk ke dalam kamar masing-masing, karena mengantuk. Mereka sepakat, besok bangun pagi, jalan-jalan diseputar Villa yang mereka sewa.
"Jam 12 malam, udah pada ngantuk, kita bubar, tidur dong dikamarnya masing-masing," katanya.
Satu jam setelah mereka masuk kedalam kamarnya masing-masing atau sekitar pukul satu dini hari, ungkap Maya, salah satu temannya yang bernama Vina menelpon dirinya dari dalam kamarnya. "May, kamu tadi jalan-jalan di koridor?" Saya jawab tidak.
Maya menceritakan, Vina mengaku baru saja melihat seorang perempuan berambut panjang berjalan pelan di depan kamarnya. Kami mengira dia salah lihat karena mengantuk.
"Saya bilang sama Vina, halah paling perasaanmu aja karena lagi ngantuk, terus saya minta tidur aja. Tapi baru saja saya ngomong gitu, tiba-tiba aku denger suara orang seperti jalan di lantai atas".imbuhnya.
Baca Juga: Baru Dua Minggu Tinggal di Kos, Mahasiswa Asal Riau Ini Melihat Penampakan Menyeramkan
Padahal kamar-kamar di atas kosong. Mereka semua tidur dilantai bawah. Suara itu jelas sekali. Tok...Tok...Tok... Seperti ada seseorang berjalan mondar-mandir.
Maya mengaku saat itu mencoba mengintip dari pintu kamar. Koridor sepi. Tapi ketika hendak menutup pintu, dia melihat sesosok perempuan berdiri di ujung lorong dekat dengan pintu dapur yang berbatasan dengan kebon belakang.
Maya menggambarkan, sosok perempuan itu memiliki rambutn panjang menutupi wajah. Memakai baju putih yang terlihat kusam."Yang bikin aku takut banget itu, dia berdiri diam gak gerak sama sekali, kayak mematung gitu," imbuh Maya menggambarkan sosok yang dilihatnya itu.
Melihat pemandangan menyeramkan itu, Maya langsung menutup pintu. Ketika setak jantungnya masih belum sepenuhnya teratur. tiba-tiba terdengar teriakan keras dari kamar sebelahnya yang ditempati Dinda.
"Kami semua keluar dan melihat Dinda keluar kamar sambil nangis, badannya gemeteran gitu. Dia ngaku lihat perempuan berdiri di dekat jendela luar kamar,"ungkapnya.
Yang menyeramkan, tambah Maya, sosok perempuan itu menatap ke dalam kamar Dinda, tapi wajahnya tertutup rambutnya yang panjang. Saat itu kami mulai panik karena tiga orang melihat sosok yang sama.
Akhirnya kami semua ketakutan,tambahnya, mereka sepakat berkumpul di ruang tengah, karena tidak ada yang berani sendirian di kamarnya. "Tapi baru lima menit kita kumpul di ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara kursi di lantai atas kayak ada yang nyeret,"kata Maya menirukan suara yang didengarnya saat itu.
Mereka semua terdiam, karena takut. Tapi belum reda rasa takut, teror dari penunggu Villa kembali terjadi. "Kali ini suara kayak perempuan tertawa pelan tapi jelas banget," terangnya.
Suaranya itu berasal dari ujung lorong dekat dengan ruang dapur. Mendengar suara itu, mereka kemudian berhamburan masuk ke dalam kamar Maya."Kami memutuskan tidur bersama dalam satu kamar malam itu,"cetus Maya.
Baca Juga: Misteri Bando Merah di Jok Belakang Taksi, Ternyata Milik Penumpang yang Meninggal Seminggu Lalu
Malam itu mereka benar-benar tidak bisa memejamkan mata, karena saking takutnya. Gangguan bukannya hilang, justru tambah menyeramkan.
"Sekitar jam 03.30 kami mendengar suara ketukan dari jendela....tok...tok...toook, ketukannya itu pelan tapi berulang," jelas Maya menggambarkan suara ketukan.
Karena penasaran, Devina salah satu dari mereka mencoba mengintip dari balik tirai. Tapi, seketika wajahnya langsung pucat."Usai ngintip, Devina wajahnya langsung pucet mas, terus bilang Itu perempuan yang tadi,"kata Maya.
Kami semua terdiam. Menunggu dengan rasa tidak sabar, matahari terbit. Begitu hari mulai terang, sekitar pukul enam pagi, kami langsung membereskan barang.
"Tidak ada sarapan, gak ada foto-foto, gak ada yang mau ingin tinggal lebih lama. Kami temui yang jaga Villa yang pagi itu sudah berada dihalaman dan bilang kami tidak jadi nginep dua hari, kami mau pindah"tandasnya.
Penjaga Villa itu,tambah Maya, sama sekali tidak terkejut saat mereka menceritakan teror penunggu Villa semalam. "Aneh banget gak, dia cuma senyum-senyum tipis waktu kita cerita gangguan itu, padahal semalaman kita gak tidur karena saking takutnya"imbuh Maya dengan nada geram.
Usai berpamitan dengan sang penjaga Villa, mereka memutuskan turun dan kembali ke Semarang. "Rencana nginep dua malam batal, karena udah pada bad mood, kita balik ke Semarang pagi itu juga"pungkas Maya mengakhiri cerita horornya dengan RadarSemarang.ID. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi