RADARSEMARANG.ID - Cerita horor kali ini datang dari seorang mahasiswa di salah satu kampus negeri di kota Semarang Rizky Juliansyah (19), mahasiswa asal Riau, yang kini ngekos di kawasan Tembalang.
Kepada RadarSemarang.id yang menjumpainya di sebuah warung makan di daerah Mulawarman,Tembalang, mahasiswa semester tiga itu mengaku peristiwa horor yang dialaminya terjadi saat dia menempati rumah kos pertamanya.
"Jadi waktu itu, aku kan mahasiswa baru bang, baru pertama kali di Semarang, setelah muter-muter nyaris kos, dapatlah rumah kos di daerah Srondol."tutur Rizky membuka percakapan.
Pemuda bertubuh tinggi kurus itu mengungapkan rumah kos yang ditempatinya adalah bangunan lama, tapi bukan peninggalan Belanda.
Baca Juga: Merinding! Sering Terdengar Suara Gamelan Misterius dari Gedung Tua di Pinggiran Kota Semarang Ini
Rumah kosnya terpisah agak jauh dengan tetangga sebelahnya, dengan kanan kiri berupa kebun dan semak-semak .
"Ada enam kamar dirumah kos itu, tapi waktu aku masuk, yang terisi cuma satu kamar, itu juga orangnya jarang tinggal dikamarnya,karena lebih sering keluar kota, dia pegawai," imbuh Rizky.
Empat kamar lainnya, terang Rizky, dalam keadaan kosong dan tertutup rapat saat dia melihat-lihat ke dalam diantar ibu kosnya.
Karena merasa cocok dengan rumahnya yang adem dan lingkungan yang tenang, dia memutuskan untuk mengontrak salah satu kamar dekat tangga menuju lantai atas yang biasa digunakan untuk menjemur pakaian.
"Saya tidak berpikiran aneh-aneh, karena kayaknya lingkungannya cocok dengan aku yang introvert ini, meski lokasinya agak sedikit jauh dari kampus"jelasnya.
Dua minggu awal menempati tempat kosnya, Rizky mengaku tidakpernah mengalami kejadian mistis atau horor.
Selama dua minggu itu pula, dia baru sekali bertemu dengan salah satu penghuni kos yang menempati kamar tengah.
"Sekali ketemu tetangga kos, itupun waktu dia mau berangkat kerja, dia cuma senyum sama aku waktu kami papasan didepan kamar," tuturnya.
Setelah dua minggu menempati kamar kosnya itulah, peristiwa horor mulai dialaminya.
Dia masih ingat, kejadiannya saat malam Jumat, usai hujan germis turun di kota Semarang.
Baca Juga: Serem! Pulang Lembur Tengah Malam, Karyawan Percetakan Ini Dihadang Hantu Perempuan di Simpang Jalan
Peristiwa horor apa yang dialami Rizky, hingga akhirnya membuat dirinya meninggalkan rumah kos itu, sebelum kontrakan kamarnya habis.
Minggu kedua, Rizky tinggal di rumah kos itu, hujan turun rintik-rintik membasahi halaman rumah kos yang ditempatinya. Lampu jalan kampung redup berkedip, sementara pohon-pohon besar disekitar rumah bergoyang diterpa angin malam.
Sebagai mahasiswa baru, Rizky sebenarnya senang akhirnya bisa hidup mandiri jauh dari kampung halamannya di Riau.
Harga kos itu murah, lokasinya meski tidak sekitar kampus tapi relativ masih terjangkau.
Kamar yang ditempatinya berada paling ujung, dekat dengan tangga kayu yang sudah usang menuju lantai dua.
Tangga kayu tua yang selalu berbunyi “krek… krek” setiap malam, meski tidak ada siapa pun yang naik. Rizky awalnya mengira itu suara tikus.
"Ahh paling suara tikus jalan ditangga atau menggerogoti kayu tangga," gumam Rizky saat pertama kali mendengar itu.
Saat baru pertama kali menempati kamar kosnya, pemilik kos, Ibu Yayuk sempat menasehati untuk tidak naik ke lantai dua diatas jam sembilan malam. Alasanya masuk akal.
“Kalau sudah malam jangan naik ke atas, karena banyak nyamuk,” kata Bu Yayuk. Aku mengiyakan.
Baca Juga: Bikin Merinding, Eks Pegawai Tempat Wisata di Semarang Selalu Melihat Sosok Ini Setiap Malam Jumat
Lagi pula siapa yang mau malam-malam sendirian di lantai atas yang gelap.
Tapi kejadian malam itu membuat dirinya benar-benar ketakutakan. Malam itu malam jumat, sekitar pukul setengah dua dini hari, Rizky terbangun karena mendengar suara langkah berat dari luar kamar.
Semula dia mengira, suara langkah kaki itu dari tetangga kosnya yang pulalang dari luar kota. Tapi saat mendengarkan dengan seksama.
Itu bukan suara langkah manusia biasa.
Seperti sesuatu yang sangat besar sedang berjalan perlahan di lorong.
Rizky membuka mata. Kamarnya gelap. Hanya cahaya samar dari lampu lorong masuk melalui ventilasi pintu. Nafasnya tertahan saat suara itu berhenti tepat di depan kamarnya.
Lalu terdengar suara geraman rendah.
“Hrrrrrrhhhh…”
Bulu kuduk Raka langsung berdiri. Ia memberanikan diri mengintip dari lubang kecil pintu.
Kosong. Lorong depan kamarnya terlihat sepi. Namun beberapa detik kemudian “KREK” Suara tangga kayu berbunyi sendiri. Pelan.
Seolah ada sesuatu yang sangat berat sedang berdiri di bawahnya.
Rizky menelan ludah. Dengan tangan gemetar ia membuka pintu sedikit.
Lorong tampak remang-remang. Lampu kuning tua di ujung ruangan berkedip pelan. Dan di bawah tangga menuju lantai dua…
Ada sosok tinggi besar berdiri diam. Tubuhnya hitam legam. Besar. Hampir menyentuh langit-langit.
Baca Juga: Cerita Horor Kurir Paket Antar Barang ke Rumah yang Sudah Lama Tidak Berpenghuni, Bertemu Sosok Ini
Seluruh tubuhnya dipenuhi bulu tebal kusut seperti hewan liar. Kedua matanya merah menyala besar melotot tajam ke arah dirinya.
Mulutnya menyeringai lebar memperlihatkan gigi kekuningan yang panjang. Makhluk itu tidak bergerak. Hanya menatap.
Tapi tatapan itu terasa sangat hidup sangat marah. Nafas Rizky tercekat.
Ia ingin menjerit, namun tubuhnya membeku.
Makhluk itu perlahan mengangkat kepalanya sedikit lalu terdengar suara berat parau dari tenggorokannya tapi tidak jelas, lebih mirip eraman.
Lampu lorong tiba-tiba mati. Gelap total. Dalam kegelapan, Rizky mendengar suara langkah cepat berlari ke arahnya.
Rizky membanting pintu kamar dan menguncinya. Ia mundur ketakutan sambil menahan tangis.
Tepat beberapa detik kemudian pintu kamarnya digedor keras dari luar. Seluruh dinding kamar seolah bergetar. Suara geraman kasar memenuhi ruangan.
Rizky menutup telinganya. Bau anyir dan tanah basah tiba-tiba memenuhi kamar. Dari celah bawah pintu, terlihat bayangan hitam besar berdiri diam.
Lalu tiba-tiba unyi. Tak ada suara lagi. Hanya suara hujan di luar jendela. Rizky tidak tidur sampai pagi.
Saat matahari terbit, ia memberanikan diri keluar kamar. Di depan pintunya ada bekas goresan panjang seperti cakaran hewan besar. Kayu pintu bahkan retak.
Dengan wajah pucat, Rizky menemui Bu Yayuk yang tinggal beberapa rumah dari tempat kosnya..
Wanita itu hanya diam saat melihat Rizky datang dengan wajah ketakutakan dan pucat pasi. Seolah tahu apa yang baru saja dialaminya.
“Kamu lihat dia ya?,” gumam bu Yayuk pelan.
Rizky mengangguk gemetar. Bu Yayuk menarik napas panjang.
“Dulu ada penghuni lantai dua gantung diri di ujung tangga itu. Sejak saat itu penunggunya sering muncul. Genderuwo hitam," tutur bu Yayuk.
Seketika Rizky langsung memutuskan pindah hari itu juga.
"Hari itu juga aku pindah bang, mengungsi sementara di kos teman, sampai dapat indekos yang aman dan tidak berhantu hahahaa"cetus Rizky terkekeh. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi