RADARSEMARANG.ID - Pada bagian pertama setelah selesai membereskan barang-barang yang jatuh sendiri, Sutono segera bergegas menuju ruangan kamarnya yang berada di pojok persis disebelah kamar mandi.
Namun, baru saja hendak membuka pintu kamar, kembali dia mendapat gangguan yang tak kalah menyeramkan. Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi seolah sedang ada orang yang sedang mandi.
"Opo maneh ki, koq ono wong mbengi-mbengi adus neng kene (apa lagi ini, koq ada orang malam-malam mandi disini)," batin Sutono sembari berjalan mengendap ke arah kamar mandi.
Saat pintu dia buka, tidak ada orang sama sekali didalam kamar mandi, bahkan lantainya juga kering sama sekali,tidak terlihat ada bekas guyuran air. Padahal, jelas sekali dia mendengar suara orang sedang mandi.
Sutono segera menutup kembali kamar mandi itu dan bergegas masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar mandi. Hawa ngantuk berat membuatnya ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur.
Keesokan paginya, saat bos, Ardian dan karyawan lainnya, Salim datang ke gudang. Sutono tidak menceritakan kejadian horor semalam yang dialaminya. Dia tidak ingin mereka takut, karena baru saja menempati gudang baru.
Apalagi, nanti malam gantian yang berjaga di gudang Salim, temannya yang selama ini dikenal penakut.
"Kalau aku cerita ke Salim, dia malah takut, gak mau jagain gudang, nanti aku lagi yang disuruh jaga"batin Sutono.
Seharian itu mereka beraktivitas didalam gudang, melakukan pengecekan dan melakukan pengepakan barang-barang yang hendak dikirim ke toko. Sampai tak terasa hari sudah menjelang magrib.
"Ya udah, yuk Ton pulang, gantian Salim malam ini yang jaga gudang ya Lim"kata Ardian sembari mengajak Sutono pulang ke mess karyawan yang lokasinya tak jauh dari rumah majikannya itu.
Selepas keduanya meninggalkan gudang, usai menutup pintu gudang, Salim segera bergegas hendak masuk ke dalam kamarnya, karena capek setelah seharian bekerja.
Namun, baru beberapa langkah dari pintu gudang. Dia dikejutkan dengan suara gedoran pintu gudang yang terbuat dari plat besi.
Sontak Salim kaget. Dia langsung berlari ke arah pintu untuk melihat siapa yang menggedor pintu gudang dengan sangat keras.
Tapi saat pintu dia buka, sama sekali tidak terlihat ada orang. Hanya suasana jalan depan gudang yang gelap dan sepi disertai hembusan angin yang terasa dingin menusuk tubuhnya.
"Aneh, padahal suarane banter banget (aneh,padahal tadi suaranya keras sekali)," batinnya.
Merasa penasaran karena mengira ada yang melempar batu, Salim kemudian mencoba mencari di sekitar halaman gudang jika ada batu. Tapi hasilnya nihil.
Dia kemudian menutup kembali pintu gudang, untuk beristirahat di kamar gudang yang sebelumnya juga ditempati Sutono.
Setelah masuk kedalam kamar, Salim langsung merebahkan diri di kasur dan memutar musik dangdut kesukaannya dari HPnya dan mengeraskan volume speakernya untuk membunuh rasa sepi.
Tapi, belum tuntas satu lagu di putar. Tiba-tiba pintu kamarnya seperti di tendang orang dari luar. Suaranya sangat keras. Hingga membuat Salim terlompat dari atas kasurnya.
"Braakkk...braakkkk...braakkkkk darrr," suaranya seperti tendangan kaki ke pintu.
"Wooyyy sopo kuwi,ojo macem-macem! (Wooy siapa itu, jangan macam-macam)," teriak Salim dari dalam.
Suasana hening. Tidak ada sahutan atau suara dari luar. Keringat dingin mulai menetes ditubuh Salim.
Dia berpikiran, jelas kalau ini bukan kerjaan orang. Karena tidak mungkin orang bisa masuk kedalam gudang yang tertutup rapat dan terkunci dari dalam.
Salim masih tegang didalam kamar, suara tendangan di pintu kamarnya benar-benar terdengar jelas. Dia mencoba mengumpulkan keberanian, sebelum keluar untuk mengecek keluar kamarnya.
Akhirnya, setelah keberaniannya terkumpul, Salim membuka pintu kamarnya pelan-pelan, untuk memastikan siapa yang menendang pintu kamarnya. Namun, baru saja melongok kepalanya dari pintu kamarnya, Salim kaget setengah mati.
Hanya berjarak lima meter dari tempat dia berdiri dipintu kamarnya, terlihat sesosok bertubuh tinggi besar, berbulu lebat, hitam pekat, mata merah melotot ke arah dirinya.
Salim gemetar, kakinya lemas seolah tak mampu menopang tubuhnya.
Belum hilang rasa takutnya, matanya menangkap sosok lain, seorang perempuan berambut panjang, menjuntai ke bawah, berpakain putih lusuh membelakangi dirinya,sedang duduk di atas rak.
Seketika, Salim ambruk. Pingsan didepan pintu kamarnya melihat penampakan itu.
Esok paginya, suasana gudang heboh. Saat Ardian dan Sutono mendapati tubuh Salim tergeletak didepan pintu kamar.
"Lohh Lim, kowe kenopo koq turu neng ngarep lawang (Loh Lim, Kamu kenapa koq malah tidur di depan pintu kamar)" ucap Ardian, sang bos sembari menggoyang-goyangkan tubuh anak buahnya itu.
Baca Juga: Baru Beberapa Hari Bekerja, Satpam Penjaga Gudang di LIK Kaligawe Diganggu Hantu Berwajah Seram
Sutono yang ada disebelah bosnya cuma senyum-senyum, dia berpikir pasti temannya itu semalam diganggu makhluk halus.
Goyangan keras itu membuat Salim terbangun. Tapi dia masih bengong,seolah belum sadar sepenuhnya.
"Kamu kenapa Lim,kayak orang baru saja lihat setan?," tanya Ardian.
Setelah tersadar dan meneguk segelas air mineral yang disodorkan Sutono, dia menceritakan semua kejadian yang dialaminya tadi malam.
Usai Salim bercerita horor yang dialaminya, Sutono ikut-ikutan menceritakan kejadian yang juga dia alami.
"Sama bos, aku juga ngalami kayak Salim, gimana nih bos, jadi gak tenang kalau pas malam di gudang," kata Sutono.
Mendengar penuturan kedua karyawannya itu, Ardian memutuskan sementara gudang tidak dijaga malam hari.
"Ya udah, sementara nanti malam gak usah ada yang tidur disini dulu, saya tak tanya Omku yang bisa lihat hal-hal ghoib," kata Ardian yang disambut anggukan kepala kedua karyawannya itu.
Saat itu juga Ardian menghubungi Yuwono, pamannya yang tinggal di daerah Demak, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang bisa melihat hal-hal ghoib dan dipercaya mampu mengobati penyakit-penyakit non medis.
Baca Juga: Pulang Begadang, Pemuda Ini Ditumpangi Hantu Perempuan Penunggu Kebun Bambu
Dalam percakapan video call itu, Yuwono sempat meminta diperlihatkan suasana didalam dan disekitar gudang, termasuk rumah kosong yang berada persis disebelah gudang.
"Lah itu, rumah kosong itu sumbernya, rumah itu sudah jadi kayak tempat tinggal, macem-macem bentuknya, itu yang masuk ke dalam gudang itu kayaknya gak suka dengan ada orang dibangunan sebelahnya," kata Yuwono setelah melihat penampakan rumah kosong itu.
Oleh pamannya, Ardian disarankan sementara gudang dijaga lebih dari dua orang dan dia minta membuat acara selametan.
"Yo ne ono sing jogo, ojo dewekan, terus adake selametan karo doa ( Ya kalau ada yang jaga, jangan sendirian, terus adakan selametan dan doa)," saran Yuwono.
Mendapat saran itu, Ardian langsung menyetujui dan hari itu juga dia menggelar selametan dengan dipimpin seorang Kyai asal Mangkang.
Dan, sejak saat itu, makhluk halus penghuni rumah kosong sebelah gudang, tidak pernah lagi meneror Sutono maupun Salim yang jaga gudang dimalam hari. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi