RADARSEMARANG.ID - Cerita horor kali ini di ceritakan Joko Waluyo berdasar kisah yang dialami salah seorang temannya, yang sudah mendapat ijin dari pelaku yang mengalami sendiri kejadian mistis yang terjadi di pertengahan tahun ini.
Joko mengungkapkan kisah mistis yang dialami temannya, Ardian dan istrinya, Stella, semua berawal saat mereka memutuskan mencari sebuah bangunan yang akan digunakan untuk gudang penyimpanan barang-barang jualan mereka.
"Jadi pasangan suami istri ini khan punya usaha jual perabotan rumah tangga, nah karena gudang yang lama sudah habis masa kontraknya dan tidak diperpanjang, mereka mencari gudang yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka"ungkap Joko.
Sejak mereka pindah gudang itulah, tambah Joko, banyak kejadian-kejadian mistis yang dialami Ardian dan karyawannya.
Bahkan Ardian yang semula tidak terlalu percaya dengan cerita-cerita horor karyawannya tentang gudang yang baru mereka tempati, akhirnya mengalami sendiri kejadian mistis yang membuatnya mengambil keputusan yang cukup drastis.
Bagaimana kisah selengkapnya?ini dia cerita horor yang dialami Ardian dan istrinya Stella.
Setelah lebih dari seminggu "ngubek-ngubek" wilayah Semarang Barat, akhirnya Ardian menemukan sebuah bangunan yang pas untuk gudang barang-barang usahanya. Lokasinya di daerah Cakrawala, didalam sebuah kompleks perumahan.
Bukan kompleks perumahan cluster, tapi ada petugas satpam yang berjaga di kompleks selama 24 jam.
Selain harganya yang relatif sangat murah, lokasi calon gudangnya tersebut tak jauh dari tempat tinggalnya di salah satu perumahan elite di kawasan Semarang Barat.
Baca Juga: Pulang Lembur, Karyawan Swasta Ini Diganggu Hantu Perempuan yang Bonceng Motornya
"Pak sebelah bangunan ini koq ditutup seng, itu bangunan rumah tinggal di renovasi ya?"tanya Ardian kepada Subroto pemilik bangunan sembari menunjuk sebuah rumah yang tertutup pagar seng persis disebelah kanan bangunan yang akan di sewa.
"Wah kurang tahu pak, mungkin ya," jawab Subroto singkat.
Bangunan yang tertutup seng itu seperti sebuah rumah tinggal dengan dua lantai, bercat kusam sepertinya sudah lama tidak ditempati.
"Oke pak Broto, minggu depan saya akan langsung tempati ya," tutur Ardian setelah menyelesaikan pembayaran uang sewa untuk 3 tahun.
Awal Menempati
Tepat seminggu setelah pertemuan dengan pemilik bangunan, Ardian memboyong semua barang-barang jualannya ke lokasi baru di bantu tiga karyawannya, Sutono, Salim dan Naimah.
Akhirnya setelah dua hari mengatur semua barang-barangnya, proses pindahan kelar dilakukan Ardian dan karyawannya.
"Kamu Ton dan Salim gantian tidur disini jaga barang-barang, terus Naimah dua hari sekali kesini untuk bantu bersih-bersih ya," perintah Ardian kepada ketiga karyawannya.
Baca Juga: Pulang Begadang, Pemuda Ini Ditumpangi Hantu Perempuan Penunggu Kebun Bambu
Hari Pertama menempati bangunan yang digunakan untuk gudang pertama kali yang berjaga Sutono (25). Pria asal Sukoharjo itu sudah siap dengan piranti tidur malam untuk berjaga di gudang tersebut.
" Berani gak Ton? kalau takut, nanti tidur di luar saja," goda Salim saat hendak meninggalkan Sutono selepas magrib.
Selepas mereka meninggalkan gudang, Sutono larut dalam kesunyian. Untuk membunuh kesepian, dia kemudian menata barang-barang yang belum dirapikan. Meletakan ke rak sesuai jenis barang.
Saat tengah asyik menata barang, tiba-tiba Sutono mendengar suara pintu belakang yang berbatasan dengan taman ada yang mengetuk.
"Tookk tok tok tok," suaranya tidak terlalu keras tapi terdengar jelas.
Sutono heran, dia berpikir tidak mungkin ada orang dari arah belakang, karena belakang ada taman dan dikeliling tembok tinggi. Tidak mungkin ada orang lewat depan atau samping, karena pasti dia tahu.
Karena penasaran, dia kemudian menuju pintu belakang. Namun, saat pintu dibuka, tidak ada siapa-siapa, hanya taman dengan lampunya yang redup dan hembusan angin yang terasa dingin. Sutono langsung menutup pintu.
"Aneh, tadi kedengaran ada ketukan pintu," batin Sutono.
Sutono melanjutkan aktivitas merapikan barang-barang untuk membunuh sepi. Hingga tak terasa jarum jam menunjukkan pukul pukul 24.05 wib. Rasa ngantuk mulai menyergap.
Namun, baru beberapa langkah berjalan. Langkahnya terhenti, saat lima meter dari tempatnya berdiri, barang-barang yang ada di rak berjatuhan sendiri.
Sutono tercekat sekaligus heran melihat pemandangan didepannya. Namun, dia masih berpikir positip.
"Mungkin kena angin," pikirnya sembari menaruh kembali barang-barang yang jatuh dari rak.
Selesai membereskan barang-barang jatuh sendiri, Sutono segera bergegas menuju ruangan kamarnya yang berada di pojok persis disebelah kamar mandi.
Namun, baru saja hendak membuka pintu kamar, kembali dia mendapat gangguan yang tak kalah menyeramkan. Penampakan apa yang dilihatnya? (bersambung)
Editor : Baskoro Septiadi