Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pulang Lembur, Karyawan Swasta Ini Diganggu Hantu Perempuan yang Bonceng Motornya

Sulistiono • Sabtu, 22 November 2025 | 02:05 WIB
Ilustrasi : Pulang lembur tengah malam, pekerja swasta ini diganggu penampakan hantu perempuan ditikungan jalan. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi : Pulang lembur tengah malam, pekerja swasta ini diganggu penampakan hantu perempuan ditikungan jalan. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Cerita horor kali ini dikisahkan Sudarmono, 34, seorang warga Kaliwungu Kendal, yang bekerja di kawasan Industri Candi Semarang.

Jalur pantura yang menghubungkan Semarang-Kendal adalah jalur langganan yang sudah menjadi jalan yang dilaluinya setiap hari selama kurang lebih 15 tahun. Dia hafal, seluk beluk dan dimana jalan yang berlubang.

"Sampe apal mas, setiap hari ta lewati, kecuali hari minggu,karena libur kerja," tutur pria yang akrab disapa Darmono saat bertemu RadarSemarang.ID, suatu siang disebuah warung makan tak jauh dari tempatnya bekerja.

Sepanjang jalur Krapyak-Kaliwungu, ungkap Darmono, ada beberapa titik yang diwaspadainya, selain karena rawan kecelakaan juga dianggap wingit oleh warga.

"Kalau dari Krapyak sampai Mangkang itu khan jalurnya rawan ya mas, rawan sering terjadi kecelakaan, juga ada titik yang kata orang-orang disitu daerah wingit, seperti ditikungan Tugu," ungkapnya.

15 tahun melewati jalur pantura Krapyak-Kaliwungu,Kendal, namun seumur-umur baru sekali, dia mengalami kisah mistis yang tak bakal dilupakan seumur hidupnya. Kejadiannya terjadi saat dia pulang lembur, awal bulan lalu.

Malam itu, Darmono masih ingat malam jumat dipertengahan awal bulan Oktober, dia baru pulang lembur dari kantornya. Jam menunjukkan pukul 24.23. 

Saat keluar dari kawasan Industri Candi dan masuk ke Jalan Raya Walisongo, jalur utama menuju Kendal, kondisi jalan terlihat lengan.

Lampu jalan menyala temaram, angin malam membawa aroma tanah basah setelah hujan sore.

Damrono melaju pelan dengan motornya. Saat memasuki bagian jalan yang mulai menikung, ia melihat sesuatu yang membuatnya menurunkan gas.

Seorang perempuan berdiri di pinggir jalan. Bajunya putih lusuh, rambutnya panjang nyaris menutupi wajahnya. Berdiri diam, seolah sedang menunggu tumpangan.

Darmono memperlambat laju motornya.“Orang sendirian jam segini?” gumamnya.

Ia tidak berhenti, tapi memperlambat laju motor. Ketika jaraknya tinggal sekitar lima meter, perempuan itu mengangkat tangan, gerakannya pelan, kaku, dan tidak wajar.

Bulu kuduknya langsung berdiri.“Tumpangan? Jam segini? Di sini pula?,” batinnya.

Darmono melajukan motor lebih cepat, berusaha tidak menoleh. Tapi dari ujung matanya, ia sempat melihat sesuatu.

 Baca Juga: Pulang Begadang, Pemuda Ini Ditumpangi Hantu Perempuan Penunggu Kebun Bambu

Perempuan itu tersenyum, tapi kepalanya miring hampir 45 derajat. Berlebihan, seperti lehernya tidak punya tulang.

Setelah melewati perempuan itu, Darmono menghela napas lega.
Ia mencoba meyakinkan diri bahwa perempuan yang dilihatnya adalah benar-benar manusia.

“Mungkin cuma orang pulang dari kerja. Mungkin cuma salah lihat,” ucapnya dalam hati.

Tapi beberapa puluh  meter kemudian, saat hendak memasuki tikungan kedua yang ada pohon beringin besar di sebelah kiri jalan, ia merasakan sesuatu yang aneh.

Udara tiba-tiba dingin. Lebih dingin dari angin malam biasa. Darmono  melirik spion motornya. Jantungnya seolah berhenti.

Ada bayangan seperti seseorang duduk di jok belakang motornya. Bentuknya gelap, rambutnya terurai hingga menjuntai ke bawah.

Tapi saat ia menoleh cepat ke belakang, jok belakang motornya kosong. Darmono kembali melihat ke ara spion motornya, bayangan itu kembali muncul.

Tepat ketika motornya berada bersis didepan pohon beringin tua, dia mendengar ada suara tawa kecil disusul dengan suara tangisan pelan seorang perempuan.

Darmono tersentak sampai hampir oleng. Suara itu perempuan. Sangat dekat. Seperti seseorang yang berada dibelakangnya.

Ia menggertakkan gigi, menegakkan motor dan tancap gas. Memacu kencang motornya ditengah jalan yang sunyi.

Setelah beberapa menit memacu sepeda motornya, Darmono mengarahkan kendaraannya ke sebuah warung yang tengah malam itu masih buka. Warung yang tak jauh dari SPBU.

Di warung itu, dia menenangkan diri, menurunkan nafasnya yang masih tersengal-sengal. hingga membuat sang pemilik warung heran.

"Kenopo to mas, koq koyo bar weruh memedi ngono? (kenapa to mas, koq seperti baru lihat makhluk halus gitu?)," tanya bapak penjaga warung dengan bahasa Jawa.

"Lah pancen bar diweruhi memedi oqg pak, teng tikungan mriku (lah memang baru saja dilihati penampakan makhluk halus pak, di tikungan situ)," jawab Darmono jujur.

Mendengar jawabannya, bapak penjaga warung itu cuma tersenyum penuh arti. Dia hanya bicara singkat.

"Sing penting jenengan selamet mas (yang penting anda selamat mas)," katanya.

Darmono hanya mengangguk pelan. Nafasnya sudah mulai turun, setelah menyeruput teh panas yang dipesannya.

Namun, bayangan makhlus halus perempuan itu masih terbayang dalam ingatannya. Seolah masih menghantui dirinya.

"Itu masih ingat terus, sampai sekarang kalau lewat situ, apalagi malam saya baca doa-doa sebisanya," tutur Darmono. (sls)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#wingit #kisah horor #semarang #Cerita Horor #hantu perempuan #Horor #penampakan #horor semarang #pantura #kisah mistis #tikungan #mistis