RADARSEMARANG.ID - Lagi-lagi driver ojek online menjadi korban keusilan makhluk halus yang masih bergentayangan mengganggu orang-orang yang kebetulan bekerja hingga larut malam.
Seperti yang dialami Rafi, 27, pria yang tinggal di daerah Sampangan dan telah menjalani profesi sebagai driver ojek online selama dua tahun itu baru saja mengalami kisah mistis saat mengantar seorang penumpan perempuan.
"Kejadiannya di daerah Gajahmungkur yang banyak rumah-rumah kuno," ungkap Rafi memberi clue lokasinya kepada RadarSemarang.ID.
Tapi bagi Rafi, order adalah order. Ia langsung tancap gas menuju titik penjemputan, sebuah gang sempit.
Ketika sampai di titik penjemputan, ia tidak melihat siapa-siapa. Gang itu gelap, hanya diterangi satu lampu kuning yang berkedip-kedip, seolah kelelahan memaksa tetap menyala.
Rafi hampir membatalkan, sampai tiba-tiba sebuah suara lembut memanggil dari belakangnya.
Seorang perempuan berdiri di bawah lampu. Rambutnya panjang, menutupi sebagian wajah. Bajunya seperti kebaya sederhana warna pucat, terlihat basah oleh hujan, tapi tidak menetes. Kulitnya sangat putih, hampir seperti kertas.
Melihat penampilan penumpangnga itu, Rafi sempat merasa heran."Rodo aneh mbak"e iki penampilanne (agak aneh mbaknya ini penampilannya)"batin Rafi.
Namun, dia segera mempersilahkan penumpangnya untuk naik ke jok motor matik miliknya. Perempuan itu naik perlahan.
Duduknya sangat tegak, dan tangannya mencengkeram jok motor tanpa menyentuh tubuh Rafi sama sekali, seolah tidak ingin bersentuhan.
Begitu motor berjalan, Rafi sadar satu hal, tidak terdengar suara napas dari belakang. Perjalanan Sunyi sepanjang jalan, tidak ada obrolan.
Rafi mengarahkan motornya melewati Jalan Veteran, naik Lempongsari dan menyeberang jalan di depan SPBU Gajahmungkur.
Baca Juga: Baru Pindah Rumah, Keluarga Ini Diteror Penunggu Bekas Gudang yang Lama Terbengkalai
Suasana sepanjang perjalanan seperti diselimuti kabut tipis yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Saat menuju ke arah lokasi rumah penumpangnya, Rafi memberanikan diri bertanya.“Rumahnya mbak yang itu yang dekat tanah kosong setelah pertigaan ya, Mbak?” tanyanya.
Perempuan itu menjawab pelan tanpa menoleh.“Iya betul,” jawabnya singkat.
Namun yang aneh, Rafi mendengar suara itu datar dan , tapi ada gema aneh kecil di belakangnya, seperti suara dua orang berbicara sekaligus.
Rafi mulai merinding. Ketika motor yang membawa mereka hampir sampai, perempuan itu tiba-tiba berkata pelan.
“Mas nanti jangan berhenti terlalu dekat gerbangnya," pintanya.
“Kenapa, Mbak?” tanya Rafi. Namun, penumpangnya itu tak menjawab. Diam. Hanya keheningan yang semakin tebal. Rafi, tak lagi melanjutkan pertanyaan.
Saat mendekati rumah yang dituju, Rafi melihat rumah itu besar, tua, gelap, dan pagar berkarat yang tertutup separuh. Jendela-jendelanya hitam pekat. Tidak ada tanda penghuni sama sekali.
Rafi menghentikan motor beberapa meter sebelum gerbang,sesuai permintaan penumpangnya. Perempuan itu turun perlahan, dengan wajah menunduk.
“Terima kasih sudah mengantar, maaf rumahnya memang sudah lama kosong. Saya hanya pulang,” kata perempuan itu pelan.
Mendengar ucapan penumpangnya itu, Rafi mengerutkan kening.“Loh, kalau kosong. Mbak tinggal di mana?” tanyanya heran.
Perempuan itu tersenyum samar.“Di sini,” jawabnya singkat.
Perempuan itu kemudian berjalan menuju gerbang. Gerakannya tidak menghasilkan suara sedikit pun. Tak terdengar suara sama sekali.
Ketika sampai di depan gerbang, sesuatu yang tidak wajar terjadi. Perempuan itu tidak membuka gerbang. Tidak juga melewatinya.
Ia berjalan tembus melewati celah antara batang-batang pagar yang jelas tidak cukup lebar untuk tubuh manusia.
Melihat pemandangan itu, Rafi terkesiap, dirinya menahan napas. Bulu kuduknya berdiri.
Perempuan itu melangkah ke dalam halaman, dan ketika menoleh ke arahnya, rambutnya tersibak angin. Wajahnya pucat. Mata hitam kosong. Tidak ada kelopak. Tidak ada bola mata.
Sebuah senyuman tipis tersungging dibibirnya. Dan, perempuan itu terbang masuk kedalam rumah yang tertutup rapat dan menghilang di baliknya.
Rafi segera tancap gas tanpa menoleh lagi. Memacu kencang sepeda motornya ke arah SPBU Gajahmungkur yang masih ramai dengan orang.
Di sana dia mengatur nafas, menenangkan diri. Mencoba menghilangkan bayangan perempuan itu.
Saat dia mengecek HPnya, aneh,tidak ada riwayat orderan dari penumpangnya itu."Waktu saya cek HP, gak ada riwayat orderan saya anter penumpang ke situ mas," tutur Rafi.
Kejadian horor yang dialaminya, ungkap Rafi adalah kejadian pertama yang dialami sejak menjalani profesi driver ojek online.
"Semoga gak ngalami lagi lah mas, untung waktu itu gak semaput aku," pungkas Rafi mengakhiri cerita horornya bersama RadarSemarang.ID. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi