RADARSEMARANG.ID - Seperti anak muda umumnya yang suka keluyuran atau begadang bersama teman-temannya, Sureno Hadi juga memiliki kebiasaan yang sama.
Hampir tiap malam, dia main ke rumah temannya atau nongkrong di warung Burjo hingga larut malam.
Ibunya sudah berkali-kali mengingatkan dia, untuk menghentikan kebiasaannya itu, selain alasan kesehatan, juga waktu istirahatnya berkurang, karena dia harus bangun pagi untuk berangkat kerja di kawasan industri Candi, Krapyak.
"Ibu sudah sampe bosen mengingatkan saya mas, boleh begadang tapi kalo pas malam minggu saja, tidak setiap malam, tapi saya tetep nekat," tutur pria yang akrab di sapa Reno ini.
Namun kebiasaannya begadang itu akhirnya sembuh dengan sendirinya, bukan karena peringatan ibunya, tapi pengalaman horor yang di alaminya sepulang begadang dari rumah temannya.
"Sejak ngalami kejadian horor usai pulang main malam-malam, saya jadi kapok mas, keluyuran sampai tengah, kalaupun begadang pas malam minggu, itu aja gak sampai jam sebelas malam," ungkap Reno.
Pengalaman horor apa yang dialami Reno, sehingga dia "kapok" pulang begadang sampai larut malam, ini cerita horor selengkapnya seperti dikisahkan kepada RadarSemarang.ID.
Sureno baru saja pulang dari bermain dari rumah temannya di daerah Banyumanik. Dia masih ingat, malam itu malam jumat. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 01.30 dini hari.
Saat menyusuri jalan kampung menuju tempat tinggalnya, suasana benar-benar sepi, hanya terdengar suara jangkrik dan sesekali gonggongan anjing jauh di ujung gang.
Meski mata sudah mengantuk dan lelah, Reno mengendarai motornya secara perlahan. Namun ketika melewati kebun bambu tua dekat rumahnya, tiba-tiba ia merasa punggungnya dingin, seolah ada angin menembus jaketnya.
Reno mencoba cuek, tidak terlalu peduli. Toh, di ujung jalan, belok kiri, sudah sampai dirumahnya, pikir Reno.
Namun saat refleks melihat ke spion motornya, Reno melihat sesuatu yang membuat darahnya membeku.
Ada bayangan rambut panjang persis di belakang tubuhnya. Rambut yang menjuntai, seperti seseorang yang membonceng.
Reno terperanjat, refleks dia menoleh cepat ke kanan, tapi dia tidak ada apa-apa.
Ia menoleh ke kiri,kosong tak ada siapa-siapa juga.
Tapi di spion, bayangan itu tetap ada. Semakin jelas, dia bisa melihat ada sosok perempuan membonceng di jok motornya.
Rambutnya panjang kusut. Berbaju putih yang sudah lusuh, dengan pundak membungkuk.
Tapi wajahnya tidak terlihat,karena tertutup rambut.
Melihat penampakan melalui kaca spion motornya, jantung Reno berdegup kencang. Ia tidak berani berhenti.
Ia memacu motornya lebih kencang, berharap bayangan itu hilang. Namun makin cepat ia melaju, makhluk itu semakin merapat, seolah mendekap punggungnya.
Jantungnya semakin berdegup kencang, saat pelan-pelan terdengar nafas berat di belakang lehernya dan ada suara seperti bisikan seorang perempuan.
“Aku nunut muleh (aku numpang pulang), ”bisik suara perempuan itu.
Baca Juga: Niat Bulan Madu di Villa Bandungan, Pengantin Baru Ini Malah 'Diusir' Sosok Menyeramkan
Reno hampir menjerit. Ia menutup spion dengan tangan gemetar, dan langsung menggas motor sekuat tenaga.
Ketika sampai di depan rumah, ia langsung mematikan mesin, melompat turun, dan masuk ke dalam tanpa menoleh ke belakang.
Ibunya yang terbangun melihat wajah Reno pucat.“Kamu kenapa, No?”
Reno berusaha menjawab, namun tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Dia hanya menunjuk ke arah motornya yang terparkir di halaman rumah.
Ibunya yang penasaran mencoba membuka pintu untuk melihat motor anaknya yang masih terparkir dihalaman, tidak dimasukkan ke dalam rumah seperti kebiasaan anaknya selama ini.
Namun ibu Reno melihat kursi belakang motor anaknya basah, seperti bekas seseorang duduk dengan pakaian yang meneteskan air.
"Sejak ditumpangi hantu perempuan itu, aku kapok gak mau pulang malam-malam begadang mas, masih trauma, takut di nunuti lagi sama mbaknya itu," tukas Reno. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi