RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di kota Semarang ini mengalami kisah horor saat baru beberapa bulan menjalani kehidupan di kampusnya.
Namanya Bramoko, pengalaman mistis yang dialami mahasiswa semester empat asal Demak ini terjadi saat dia baru duduk di bangku kuliah semester satu.
“Ambil di rak paling pojok. Tapi cepat ya, biasanya lampu di sana suka mati sendiri kalau sudah malam,” perintah dosennya waktu itu.
Bram datang menjelang magrib, membawa kunci dan senter kecil. Ia melewati lorong yang panjang, sunyi, dan berbau lembap. Saat membuka pintu ruang arsip, hawa dingin langsung menyergap.
Di dalam, ratusan map tersusun di rak kayu tinggi. Debu tebal menempel di setiap sudut. Saat ia berjalan di antara rak, lantai kayu berderit pelan, seolah menjerit setiap kali diinjak.
Baru lima menit mencari map yang dimaksud dosennya, tiba-tiba lampu ruang arsip berkedip-kedip dan padam. Ruanganpun menjadi gelap gulita.
Dengan sigap Bram menyalakan senter mengarahkannya ke tumpukan arsip di rak. Tapi saat lampu mengarah di ujung lorong rak, dia melihat bayangan seseorang pria berdiri diam, seolah mengamatinya dari sela rak.
Bram yang sedikit agak kegat mengira sosok itu satpam kampus, langsung menegurnya.
“Pak Satpam?” panggil Bramoko pelan. Tidak ada jawaban.
Karena curiga, Bram melangkah maju, tapi bayangan itu perlahan mundur dan menghilang di balik rak.
Saat Brram mendekat, terdengar suara bisikan pelan dari balik rak kayu.
“Jangan buka map itu,” bisik suara misterius itu.
Mendengar suara itu Bram hanya bisa terdiam.Dia kembali menyorotkan senternya ke sumber suara, tapi tidak ada siapa pun.
Hanya map-map tua berlabel tahun 1980-1985. Salah satunya terbuka sedikit, seolah baru saja disentuh seseorang.
Meski takut, rasa penasaran membuatnya mengambil map itu. Isinya laporan kecelakaan mahasiswa di kampus, lengkap dengan foto-foto hitam putih. Salah satu foto menunjukkan wajah mahasiswa laki-laki.
Tiba-tiba udara terasa dingin. Dari belakang, terdengar langkah kaki pelan mendekat ke arahnya. Tap… tap… tap. Langkah itu berhenti tepat di belakangnya.
Baca Juga: Cerita Horor Driver Ekspedisi Ini Ditumpangi Cewek Misterius saat Melintas di Jalur Alas Roban
Suara itu berbisik lagi, lebih dekat.
“Aku juga dulu mahasiswa di sini,” bisik suara misterius itu kembali.
Bram yang mendengar suara dibelakanya, refleks dia menoleh ke belakang. Dia melihat sosok pucat berseragam kampus lama, wajahnya rusak sebagian, seperti terbakar. Sosok itu menatapnya dengan mata hitam kosong.
“Aku juga disuruh ambil map ini,” katanya, lalu menghilang perlahan, menyisakan bau gosong dan udara dingin yang menggigil.
Bram yang ketakutan melihat penampakan itu berlari keluar sekuat tenaga. Saat dia sampai di pos satpam yang ada di seberang gedung arsip, wajahnya pucat.
Satpam yang melihat kedatangannya dari arah gedung Arsip merasa heran, karena ruang arsip sudah dikunci dari luar sejak sore tadi.
"Loh kamu koq bisa masuk kedalam, gedungnya khan sudah saya kunci dari tadi sore," kata Satpam kepada Bram. Namun mahasiswa itu tak menjawab, mulutnya terasa berat untuk dibuka.
Bram hanya bisa terduduk lemas didalam pos Satpam, sampai akhirnya security kampus menyadari mahasiswa asal Demak ini baru saja melihat penampakan penunggu gedung Arsip.
Karena masih ketakutan, Bram mengaku malam itu terpaksa pulang diantar Satpam ke kosnya.
"Setelah kejadian itu, saya sempat tidak aktif membantu dosen beberapa bulan, dan kalau di ke gedung arsip, saya minta ditemani satu kawan atau pas siang hari, kapok kalo sore apalagi malam," kenang Bram sembari tergelak. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi