RADARSEMARANG.ID – Kisah horor berlatar masa silam kembali mencuri perhatian warganet. Lewat kanal YouTube Nadia Omara, legenda berjudul “Babat Alas” viral dan ramai diperbincangkan publik.
Cerita berdurasi lebih dari 30 menit itu mengangkat kisah nyata bernuansa mistis dari pesisir selatan Jawa pada era 1940-an tentang seorang kepala desa sakti bernama Sastro yang disebut menjalin perjanjian dengan makhluk gaib demi menuntaskan amanah leluhurnya.
Dalam video bertajuk KHW Jadul Part 330, Nadia Omara membuka kisah dengan gaya naratif tegang dan penuh detail.
Ia menggambarkan bagaimana Sastro, tokoh terpandang sekaligus penganut ilmu kebatinan, diminta membabat hutan lebat untuk dijadikan jalan besar.
Namun, warga menolak karena hutan itu diyakini sebagai tempat bersemayamnya makhluk halus penjaga alam.
Merasa tak sanggup bekerja sendirian, Sastro kemudian memilih jalan spiritual: bersemedi dan bersekutu dengan makhluk gaib.
Ia dijanjikan bantuan asalkan mampu menyediakan seribu ekor ayam cemani sebagai tumbal. Namun, ketika gagal memenuhi janjinya, teror pun datang silih berganti.
“Video ini bukan sekadar cerita mistis, tapi juga pengingat bahwa manusia tak bisa semena-mena terhadap alam dan kekuatan gaib,” ujar Nadia Omara dalam salah satu segmen narasinya.
Tak lama setelah perjanjian itu, desa Sastro dilanda peristiwa mengerikan. Puluhan ibu hamil kehilangan janin mereka secara misterius pada malam Jumat Kliwon.
Warga gempar, apalagi beberapa saksi mengaku melihat penampakan makhluk berkepala kambing dan babi di sekitar perkampungan.
Puncaknya, Sastro ditemukan tewas mengenaskan di kamarnya, dengan tubuh lebam dan mulut mengeluarkan darah segar setelah mengaku bahwa semua tragedi itu adalah akibat kesepakatannya dengan dunia gaib.
Menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, Mbah Wiryo (72), lokasi hutan yang dulu dibabat Sastro kini menjadi area yang dihindari warga.
“Kalau malam Jumat Kliwon lewat situ, sering tercium bau melati dan terdengar suara cambuk. Katanya itu arwah Sastro yang masih menebus dosanya,”
ungkapnya kepada Penonton.
Cerita Babat Alas yang dibawakan Nadia Omara bukan hanya menghibur, tapi juga membuka ruang refleksi tentang hubungan manusia dengan alam semesta.
Melalui pendekatan dokumenter-horor khasnya, Nadia kembali membuktikan bahwa cerita rakyat Jawa tak lekang dimakan zaman, dan justru menemukan napas baru lewat media digital.
Editor : Baskoro Septiadi