RADARSEMARANG.ID - Kisah horor dialami oleh Dani, 28, pemuda asal Kayen,Pati, yang kini tengah merantau di kota Semarang dan bekerja di sebuah peternakan ayam.
Pengalaman mistisnya ini dialami Dani, saat dia masih bekerja sebagai penjaga malam kandang peternakan ayam di daerah Mijen.
"Cuma kuat seminggu saya kerja disana, bukan karena gajinya kurang, tapi karena hampir tiap malam digangguin sama penunggu peternakan," ungkap pemuda yang kini bekerja sebagai OB disalah satu kantor di kawasan Pekunden ini.
Dani mulai menceritakan kisah horor yang dialaminya saat bekerja sebagai penjaga malam kandang peternakan ayam, yang lokasinya jauh dari pemukiman warga tersebut.
"Saya berjaga sendirian tiap malam, tinggal juga dilokasi peternakan, ada satu rumah kecil, kalau pagi sampai sore saya sambi narik ojol, nanti kalau mau maghrib saya balik ke peternakan," ungkapnya.
Hari pertama dan hari kedua mengawali pekerjaannya sebagai penjaga malam peternakan ayam dilalui Dani tanpa ada sesuatu yang janggal.
"Hari pertama dan kedua masih amanlah, gak ada gangguan yang aneh-aneh," tuturnya.
Memasuki hari ketiga, selepas jam setengah dua malam, dia mendengar suara ayam berkokok keras, padahal belum subuh.
Dani yang saat itu berada diteras pondokan yang bersebelahan dengan kandang, langsung menyorotkan senter ke arah kandang.
"Saat saya sorotkan lampu senter, saya melihat bayangan seseorang berjalan di antara jeruji kandang ayam bagian ujung," ujarnya.
Curiga itu pencuri, Dani mengaku langsung berlarike ujung kandang, tapi dia tidak mendapati siapa-siapa disitu.
Malah ayam-ayam yang jumlahnya ratusan itu justru diam, menatap ke satu sudut kandang yang gelap.
Di sudut itu, dia menemukan jejak kaki kecil, tapi bentuknya aneh, seperti kaki anak kecil tanpa ibu jari. Dan yang lebih aneh, jejak itu mengarah ke dalam kandang, bukan keluar.
Tidak mau berpikir aneh-aneh, Dani kemudian kembali ke pondokan tempat diia berjaga untuk istirahat. Hingga keesokan pagi, tidak ada sesuatu yang aneh.
Memasuki hari keempat, Dani menyiapkan sejumlah peralatan jaga yang lebih komplet, selain senter yang lebih terang, dirinya juga menyiapkan parang untuk berjaga-jaga.
Sekitar pukul dua, suara ayam kembali ribut, tapi kali ini disusul dengan suara seperti tawa lirih, suaranya seperti anak perempuan tapi parau.
“Pelan tapi kedengeran jelas banget," tutur Dani menirukan suara tawa hantu yang mengganggunya waktu itu.
Dani kemudian menyorotkan lampu senternya kearah sumber suara. Dan di sela jeruji kandang, dia melihat wajah pucat dengan mata melotot tanpa kelopak, menatap tajam ke arah dirinya dari balik ayam-ayam.
"Lihat penampakan itu, saya mundur beberapa langkah mas, antara kaget daan takut. Tapi wajah itu cuma beberapa detik menampakan diri,kemudian menghilang, tapi setelah itu kecium bau gosong seperti bulu terbakar," ungkapnya.
Keesokan harinya saat beberapa pekerja mulai berdatangan, dia menceritakan penampakan yang dilihatnya dua malam berturut-turut itu.
"Tapi saat saya cerita, karyawan yang tugasnya makani ayam, pada diam gak merespon atau nanggapi gitu, khan aneh, saya mulau curiga sebenarnya," cetusnya.
Memasuki hari kelima, dia bertekad jika makhluk halus penunggu peternakan itu kembali memperlihatkan, dia akan kabur dan keluar dari pekerjaannya malam itu juga.
"Saya kok waktu itu bilang dalam hati mas, malam ini kalau dilihati lagi, aku kabur aja, dari pada mati kaku, kalau orang saya masih berani," ujarnya.
Dan benar, kembali sekitar jam dua malam, ayam-ayam dikandang tiba-tiba bersuara berisik,bahkan suara berisiknya jauh lebih keras.
"Saya kira ada maling masuk kandang, saya langsung ngendap-ngendap dibalik kandang, pelan-pelan saya buka kandang biar gak ketahuan kalau ada maling,tapi baru melangkah beberapa langkah, didepan saya harak tiga neter mas," Dani menghentikan ceritanya sesaat.
Dari jarak tiga meter didepannya, dia melihat sesosok perempuan, tubuhnya seperti orang dewasa, tapi wajahnya seperti anak kecil, dengan mata hitam kosong tanpa bola mata, rambut menjuntai ke bawah.
"Pakainnya putih tapi lusuh, itu dia melihat ke arah saya dengan tajam tapi sambil ketawa cekikikan," ucapnya.
Baca Juga: Satpam Gadung di Semarang Ditemui Hantu Perempuan Mirip Mantan Karyawati, Begini Cerita Seremnya
Yang makin membuatnya takut, hantu perempuan berwajah anak kecil itu berayun-ayun diantara tiang-tiang kandang.
"Itu dia main ayun-ayun kayak anak kecil sambil cekikikan sambil ngelihatin saya mas," ungkapnya.
Tanpa berpikir panjang, karena saking takutnya Dani mengaku waktu itu langsung kabur keluar dari area peternakan yang dijaganya.
"Saya kabur ke arah kampung warga, waktu saya lari itu masih kedengaran suara hantu itu ketawa cekikikan mas," imbuhnya.
Sampai pagi dia dirumah salah satu kampung yang dikenalnya dan baru kembali ke peternakan setelah matahari mulai menamakan dirinya.
"Setelah pemilik peternakan datang, saya langsung ngadep dan mengajukan keluar hari itu juga, waktu itu pemiliknya berusaha mencegah," ucap Dani.
Saat sang pemilik mencegah, dia sempat mengajukan syarat, tetap bertahan asal ada satu lagi penjaga malam, namun ditolak dengan alasan keuangan peternakan sedang tidak bagus.
"Ya udah, akhirnya saya milih keluar dan sekarang kerja jadi OB, lumayanlah mas dari pada nganggur," cetusnya.
Selang beberapa bulan setelah dirinya keluar, dia mendapat kabar dari temannya yang tinggal dikampung dekat peternakan ayam, kalau peternakan itu kini kosong.
Tapi tiap malam, orang yang lewat katanya masih bisa mendengar suara ayam berkokok dan suara tawa perempuan dari dalam area bekas kandang.
"Padahal sudah tidak ada ayam dan bekas kandang ayamnya sebagian mulai roboh katanya," tutur Dani. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi