Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sudarto Pingsan di Depan Pos Kamling Setelah Ditemui Sosok Perempuan Tua Berwajah Menyeramkan

Sulistiono • Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:04 WIB
Ilustrasi : Seorang pria yang tengah jaga di pos kamling sendirian ketakutan melihat penampakan sosok perempuan tua. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi : Seorang pria yang tengah jaga di pos kamling sendirian ketakutan melihat penampakan sosok perempuan tua. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Cerita horor edisi kali  ini datang dari pengalaman Sudarto, 43,warga Mijen Semarang. Kisah mistis yang dialaminya ini terjadi saat dia mendapat giliran jaga di pos kamling. 

Suatu malam tepatnya selasa malam,angin malam berhembus pelan menyusuri jalan kampung disalah satu desa di kecamatan Mijen, yang berbatasan dengan kawasan hutan milik Perhutani.

Jarum jam menunjukkan pukul 22.05 ketika Darto yang selama ini dikenal sebagai warga yang paling rajin siskamling, duduk sendirian di pos kamling yang letaknya di ujung desa bersebelahan dengan hutan jati. 

 Baca Juga: Cerita Horor Kurir Paket Antar Barang ke Rumah yang Sudah Lama Tidak Berpenghuni, Bertemu Sosok Ini

Biasanya dalam setiap giliran jaga ada empat orang warga lainnya yang juga bertugas. Tapi entah mengapa, keempat orang itu seolah kompak berhalangan jaga pos kamling.

Kok yo kompak gak podo budal, tapi yo wes gur sewengi, ra ono sing perlu diwedeni (Kok ya semua kompak gak berangkat, tapi ya sudah cuma semalam, gak ada yang perlu ditakuti)?” gumam Darto sembari sambil menyeruput kopi hitam yang dibuatnya. 

Ketika didalam pos kamling sekitar pukul 01.00 dinihari, Darto mendengar suara sandal seperti dari arah jalan yang ada disebelah pos kamling, suaranya terdengar jelas meski sandal seperti diseret pelan.

“Clek... clek... clek...”

Darto yang penasaran kemudian  menoleh mencari sumber suara sembari menyalakan senter, namun tak ada siapa-siapa. Hanya bayangan pohon pisang dan pohon jati yang berdiri tegak dibawah cahaya bulan.

Karena masih penasaran, Darto bangkit dari depan pos jaga dan berjalan beberapa langkah ke arah sumber suara sembari berteriak, karena mengira ada warga lainnya yang mengerjai dirinya.

 “Sopo kuwi, Sunyoto yo? ora usah meden-medeni! (Siapa itu, Sunyoto ya?gak usah nakut-nakuti)”

Tak ada sahutan. Yang terdengar malah suara tawa pelan, dengan nada serak, seperti suara seorang  perempuan tua. 

Mendengar suara  itu, Darto merinding. Ia mundur perlahan, duduk lagi di dalam pos kamling untuk menenangkan diri.

“Mungkin cuma angin.” gumamnya pelan sembari matanya tetap mengawasi jalan kecil yang gelap disamping pos kamling.

Beberapa menit kemudian, Darto kembali mendengar langkah kaki mendekat lagi. Kali ini lebih jelas.

Seseorang muncul dari kegelapan seperti berjalan mendekati pos kamling. Saat semaki, Darto dapat melihat sosok itu, seorang perempuan tua, memakai kain jarit dan kebaya lusuh, rambutnya menutupi sebagian wajah.

Kaget campur terkejut, Darto  saat itu mencoba tetap tenang dan menjawab dengan sopan. 

“Monggo. Malam-malam begini mau ke mana mbah?,” tanyanya.

Perempuan tua itu tersenyum tipis dan menjawab dengan suara masih pelan.“Saya mau pulang Pak, tapi jalannya gelap, boleh numpang duduk sebentar?” 

Masih diliputi rasa takut, Darto mempersilahkan perempuan tua itu duduk di pos Kamling. 

“Silakan, Bu. Di sini aja, sambil nunggu agak terang.”

 Baca Juga: Driver Taksi Online Ini Syok, Penumpang Wanita Misterius Hilang Saat Sampai di Kompleks Makam

Dengan perasaan takut, Darto mencoba menguasai diri. Namun, jantungnya seolah berhenti, saat matanya melirik ke bawah, dia baru menyadari kaki perempuan itu tidak menyentuh tanah.

Dan yang lebih menakutkan,rambutnya mulai bergerak sendiri, jatuh menutupi wajah, lalu perlahan terbuka memperlihatkan wajah pucat penuh tanah dan darah kering di bibirnya.

Melihat penampakan itu,  Darto menjerit, berlari keluar pos. Tapi jalan kampung itu terasa panjang dan berulang, seperti ia berlari di tempat yang sama berkali-kali.

Setiap kali menoleh, pos kamling tetap di belakangnya dan perempuan itu masih duduk di bangku, menatapnya dengan mata hitam kosong.

Hingga Darto terasa kelelahan. Keesokan paginya, warga menemukan Darto pingsan di depan pos kamling, tubuhnya menggigil meski matahari sudah tinggi.

Di meja pos, ditemukan segelas kopi yang masih hangat, padahal semalam ia minum sendirian.

Dan yang paling membuat bulu kuduk berdiri di samping gelas itu ada seuntai rambut panjang dan kering, terikat rapi dengan simpul kain jarit tua.

Sejak kejadian yang dialami Darto, warga kampung tak pernah lagi membiarkan siapa pun ronda sendirian.

"Ronda malam harus bersama-sama paling tidak tiga orang, kalau yang datang cuma satu atau dua orang, mending pulang dari pada didatangi hantu perempuan tua itu," tutur Darto. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Cerita Horor #hantu perempuan #horor semarang #pengalaman mistis #Pos Kamling #kisah mistis #mistis #JAGA