RADARSEMARANG.ID - Pengalaman mistis dibagikan Suhendra, 31, warga Bangetayu Semarang yang bertugas menjaga keamanan sebuah gedung kosong bekas bangunan Hotel.
Lokasi bekas Hotel itu tak jauh dari kawasan Kota Lama Semarang. Sudah tidak beroperasi lebih dari 10 tahun, karena sengketa kepemilikan.
Sudah tiga tahun, Suhendra menjaga gedung tersebut yang kosong dan gelap, hanya digunakan untuk menyimpan barang-barang rongsokan.
Baca Juga: Driver Taksi Online Ini Syok, Penumpang Wanita Misterius Hilang Saat Sampai di Kompleks Makam
"Kosong gak ada apa-apanya mas, cuma ada beberapa barang bekas hotel seperti kasur, beberapa meja kursi yang masih ada di dalam," ungkap pria yang akrab disapa Hendra ini.
Saat awal bertugas menjaga bangunan berlantai lima itu, Hendra diwanti-wanti Kepala Keamanan gedung, untuk patroli setiap dua jam sekali dan cukup sampai lantai dua saja, tidak perlu naik hingga lantai lima.
“Pesan kepala keamanan waktu itu, patroli hanya sampai lantai dua saja, tidak perlu naik ke atas, alasannya lantai tiga ke atas gelap total, karena aliran listriknya dimatikan," tutur Hendra.
Baca Juga: Tukang Bangunan Ini Pingsan setelah Melihat Penampakan Hantu Noni Belanda
Namun entah mengapa, Hendra saat itu merasa ada yang janggal dengan alasan yang diberikan Komandannya itu. Namun, sebagai orang baru dia tetap patuh menjalankan perintah.
"Yah namanya anak baru, isinya cuma siap..siap tok to mas," ucap Hendra.
Baru beberapa hari menjalankan tugas menjaga bangunan bekas hotel itu, Hendra mengaku sudah mendapat 'salam perkenalan' dari penghuni gedung.
Suara dari Eskalator
Malam pertama berjalan biasa. Angin malam masuk dari jendela pecah, dan lampu-lampu lorong berpendar lemah.
Jam 1 dini hari, saat dirinya sedang duduk di pos keamanan sambil minum kopi, ia mendengar bunyi.“Klik... klik... klik...”
Seperti suara eskalator menyala. Ia berdiri. Jelas-jelas tidak ada listrik di seluruh gedung. Dengan senter, ia berjalan menuju area eskalator.
Saat senter menyorot ke arah bawah. Benar saja eskalator bergerak naik sendiri.
Tapi yang membuat bulu kuduk Hendra meremang adalah di tengah-tengah tangga, ada sosok wanita bergaun putih berdiri diam, menghadap ke arah dinding.
"Itu di tangga eskalator ada perempuan berdiri membelakangi saya, rambutnya panjang, tapi wajahnya tidak kelihatan," ungkapnya.
Melihat penampakan itu, dia langsung balik kanan, ambil langkah seribu kembali ke pos jaga, dengan tubuh penuh keringat dingin.
"Saya masuk ke pos, pintu ta kunci, saya dongkrok didalam sendiri, karena memang setuiap shift satu orang yang jaga," ucapnya.
Di dalam pos masih dengan rasa takut yang belum hilang, sekitar jam 2 dinihari dia mencoba memantau kamera pengawas CCTV yang terpasang disetiap sudut gedung, baik diluar maupun dalam.
"Saat saya lihat kamera yang ada di lantai 3 itu terlihat ada anak kecil berlari, mondar-mandir di antara lorong kamar, gambarnya sedikit kabur, namun yang membuat saya takut, anak kecil itu meloihat ke arah kamera terus tersenyum meringis, kayak tahu kalau ada yang lihat," ungkap Hendra.
Saat itu dia sempat loncat dari kursi duduknya, ketika penampakan bocah kecil tersebut tersenyum ke arah kamera.
"Kaget plus takut, sampai lompat dari kursi saya saat hantu bocah itu senyum meringis ke kamera, kayaknya dia tahu di awasi, kayak ngece gitu," ujarnya.
Baca Juga: Serem! Pulang Lembur Tengah Malam, Karyawan Percetakan Ini Dihadang Hantu Perempuan di Simpang Jalan
Setelah melihat penampakan hantu bocah dilantai tiga, Hendra akhirnya menghentikan aktivitasnya memantau CCTV.
Dia langsung mengambil sarung dan berencana tidur didalam posnya yang berukuran 2X2,5 m itu.
Tapi saat mata baru saja mau terpejam, tiba-tiba dirinya di kagetkan dengan suara keras persis di pintu pos jaganya.
"Suara keras seperti ada orang yang melempar batu ke pintu pos, keras banget," ucapnya.
Mendengar suara itu, dia memutuskan keluar untuk mengecek. Tapi dia tidak menemukan batu atau benda mencurigakan didepan pintu pos.
"Gak ada apa-apa,padahal saya yakin, itu pintu pos ada yang nglempar batu atau benda keras, karena suarannya keras banget," katanya sedikit heran.
Baca Juga: Cerita Horor Pemilik Warung Kopi Ini Didatangi Pembeli Perempuan Misterius, Begini Penampakannya
Saat hendak masuk ke dalam pos jaganya, kembali dia dikejutkan dengan suara keras tapi kali ini berasalh dari atas gedung.
Karena penasaran, dia mengarahkan lampu senter yang dibawanya ke arah atas gedung. Tapi kembali dia shock, saat menghadap ke atas dan mengarahkan lampu senter ke lantai tiga.
"Saat lampu mengarah ke jendela salah satu kamar dilantai tiga, itu perempuan berbaju putih melihat ke bawah ke arah saya tapi tatapan matanya kosong, pucat, terus matanya hitam," jelasnya.
Beberapa detik dirinya melihat penampakan itu dan langsung bergegas masuk kedalam pos jaga.
"Saya langsung masuk lagi ke dalam pos dan tidur sampe pagi, sempat waktu mau tidur ada suara-suara tapi saya cuekin, biar bosan sendiri hehe," cetusnya.
Sejak kejadian itu, Hendra mengaku beberapa kali kembali diteror oleh penunggu bekas bangunan hotel tersebut, namun dia sudah tidak mempedulikan. "Sudah saya anggap biasa mas,"ucapnya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi