RADARSEMARANG.ID - Cerita horor kali ini datang dari pengalaman mistis seorang warga Semarang Sudarman, 42, yang berprofesi sebagai driver taksi online.
Sudah hampir lima tahun dia menjalani profesinya sebagai driver taksi online, sebelumnya dia adalah pekerja kantoran di Jakarta.
"Waktu itu kan banyak perusahaan yang tutup karena covid, saya ikut kena PHK, akhirnya saya pulang ke Semarang,kota asal saya," tutur Sudarman mengawali kisahnya kepada RadarSemarang.ID
Berbekal pesangon yang diterimanya, sebagian dia gunakan untuk membeli mobil second yang masih layak pakai untuk digunakan mencari nafkah sebagai driver taksi online.
Ternyata menjadi driver taksi online membuat pria yang akrab dipanggil Darman ini keasyikan. Penghasilannya dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Ternyata keterusan sampai sekarang, yo wes akhirnya ta tekuni, lagian ini mobil gak nyicil jadi hasilnya bisa buat anak istri," ujar Darman.
Selain itu, bekerja driver taksi online yang flexibel bisa berangkat dan pulang bekerja semau dirinya membuat Darman enjoy.
"Kalau driver online gini khan enak mas,kita bisa ngatur jam kerja sesuai keinginan kita, kalau uang yang didapat sudah cukup,kita ingin istirahat ya pulang"imbuhnya.
Biasanya dia membagi jam kerjanya dalam dua shift yakni pagi sekalian mengantar anak-anaknya sekolah dilanjut mencari penumpang, siang dia kembali pulang ke rumah untuk istirahat.
"Siang biasanya istirahat pulang ke rumah, nanti lanjut lagi narik sore sampe malam, biasanya sampe jam 12 malam," jelasnya.
Nah pengalaman mistisnya ini dia alami ketika mendapat orderan penumpang pada suatu malam.
Dia masih ingat waktu itu malam jumat dan cuaca yang biasanya cerah, malam itu turun hujan rintik-rintik.
Baca Juga: Serem! Pulang Lembur Tengah Malam, Karyawan Percetakan Ini Dihadang Hantu Perempuan di Simpang Jalan
Jarum jam menunjukkan angka 11.35 ketika ada notifikasi orderan masuk ke layar HPnya. Darman memutuskan untuk mengambil orderan itu dan berencana pulang setelah menyelesaikan orderan yang diterimanya.
Titik penjemputannya tak jauh dari dia mangkal, lokasinya di sekitar kawasan Makam terbesar di kota Semarang. Diapun melajukan mobilnya menuju ke titik penjemputan.
Sesampainya di titik penjemputan, Darman melihat seorang perempuan muda berdiri di bawah lampu jalan yang temaram.
"Penumpang saya ini pake kebaya warnanya putih, roknya panjang menutupi seluruh kakinya. Terus rambutnya panjang lebih dari sebahu, sebagian wajahnya itu ketutup sama rambutnya," jelas Darman.
Saat membuka pintu belakang untuk masuk kedalam mobil, perempuan itu, tambah Darman, diam tak berkata sepatah katapun, perempuan itu cuma menatap dirinya.
"Termasuk ketika hendak masuk ke dalam mobil saya tanya kan, Mbak Siti ya? dia cuma mengangguk pelan," imbuhnya.
Tidak mau berpikiran aneh-aneh,kata Darman, dirinya kemudian memacu mobilnya menuju ke sebuah tempat di daerah Kedungmundu.
Darman menambahkan selama perjalanan, suasana sangat hening. Tak ada suara selain deru hujan dan wiper yang menyapu kaca.
Dia waktu itu mencoba mencairkan suasana dengan basa basi bertanya."Baru pulang kerja, Mbak?" ucapnya.
Tapi perempuan penumpangnya tidak menjawab. Saat dirinya melirik dari spion, penumpangnya itu terlihat hanya menatap lurus ke depan, matanya kosong. Mulutnya seperti bergerak pelan, seolah berbisik sendiri. Tapi tak terdengar apapun.
Perasaannya saat itu mulai tidak enak, namun dia sedikit lega, setelah layar HPnya menunjukkan titik koordinat lokasi pengantaran sudah semakin dekat.
Tapi saat sampai di dekat area pemakaman salah satu kampung di daerah Kedungmundu, perempuan itu, kata Darman meminta berhenti.
"Dia bilang berhenti di sini aja, Mas, suaranya pelan sekali dan terkesan dingin," kata Darman.
Dirinya langsung menghentikan laju mobilnya dan melihat sekeliling tempat dia berhenti persis berada didepan gapura kompleks pemakaman.
"Karena gak yakin dengan titik koordinat berhenti,saya menoleh ke belakang untuk memastikan benar tidak titik berhentinya disini, nah pas saya tengok ke belakang, penumpang saya itu sudah gak ada dibelakang mas," ucapnya dengan nada keheranan.
Bangku belakang yang sebelumnya ditempat penumpang perempuan itu kosong. Tidak ada siapa-siapa di situ. Padahal dia masih ingat betul, mendengar suara pintu terbuka dan tertutup saat ia naik.
Darman mengaku saat itu panik dan ketakutan,dia menarik nafas panjang-panjang. Sembari berpikiran apakah penumpannya tadio turun diam-diam,tapi rasanya tidak mungkin,karena dia sama sekali tidak mendengar pintu dibuka.
"Saat saya cek aplikasi order masih berjalan dan waktu saya cek profil pemesannya, saya tidak menemukan akunnya,anehnya perjalanannya mengantar penumpang misterius itu tidak tercatat dalam riwayat perjalanan," jelasnya.
Mendapati kejadian itu, Darman mengaku langsung menyalakan mesin mobilnya dan tancap gas menjauh dari lokasi pengantaran yang ternyata berada didepan gerbang kompleks pemakaman.
"Saya tancap gas,ngebut gak tahu kemana malam itu,yang penting jauh dari tempat itu, sampai akhirnya saya sampai di daerah Sambiroto yang malam itu masih ramai"ujarnya.
Mendapat penumpang misterius yang lenyap tiba-tiba saat sampai disebuah kompleks pemakaman di daerah Kedungmundu menjadi pengalaman mistis yang pertama kali dialami selama dirinya menjalani profesi sebagai driver taksi online.
"Yo mugo-mugo ojo sampe ngalami maneh to mas,cukup sekali kuwi wae to yo (ya semoga tidak mengalami lagi to mas,cukup sekali itu saja to ya)," tutur Sudarman dengan logat bahasa Semarangannya yang kental. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi