Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Asyik Cari Jangkrik, Warga Semarang Malah Melihat Penampakan Menyeramkan Ini

Sulistiono • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 05:30 WIB

 

Ilustrasi penampakan gundul pecingis yang meneror pencari jangkrik. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi penampakan gundul pecingis yang meneror pencari jangkrik. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Cerita horor di Semarang kali ini dikisahkan oleh Suprapto, 42, warga Banjardowo, Genuk yang berpofesi sebagai pencari jangkrik.

Jangkrik, binatang yang mirip kecoa ini, menjadi sasaran buruannya untuk dijual sebagai pakan burung.

“Saya jual ke penjual pakan burung mas, lumayan buat tambah-tambah nafkahi keluarga,” tuturnya disuatu sore kepada RadarSemarang.ID.

 Baca Juga: Bikin Merinding, Penjual Bakso Keliling di Semarang Ini Dicegat Penampakan Menyeramkan saat Melintasi Gudang Dekat Makam

Profesi mencari jangkrik ini sebenarnya adalah pekerjaan sambilan yang ditekuninya sejak dua tahun lalu. Profesi sehari-harinya adalah kuli bangunan.“Kalau pas sepi garapan, saya biasanya nyari jangkrik mas,” tuturnya.

Biasanya mulai berangkat mencari jangkrik selepas Isya hingga tengah malam. Hampir semua tempat dikota Semarang dan seputaran Mranggen, Demak yang kira-kira banyak jangkriknya langsung didatangi.

“Paling sering daerah Meteseh, Rowosari, terus dekat tanjakan Sigar Bencah, kan disitu masih banyak tanah kosong dan semak yang banyak jangkriknya,” ujarnya.

Dua tahun menjalani pekerjaan mencari jangkrik dimalam hari, membuat pria beranak tiga ini sering menemui peristiwa-peristiwa mistis.

“Ya namanya juga kelayapan malam-malam ditempat sepi, ya biasalah mas kalau kadang ketemu yang agak aneh-aneh, ”ungkap Prapto tanpa merasa jumawa.

Yang paling sering adalah suara-suara misterius, mulai dari suara orang yang sedang ngobrol tapi tidak terlihat wujud orangnya, suara tangisan bayi juga pernah dialaminya.

“Pernah waktu di daerah dekat Banyumeneng, Mranggen itu, saya denger suara bayi, padahal itu lokasinya jauh dari rumah warga,” ungkapnya.

Penasaran jika bayi itu benar-benar bayi, dia waktu itu berusaha mencari sumber suara tangisan bayi.

“Khawatirnya saya siapa tahu itu beneran bayi yang dibuang orang tuanya, saya cari-cari tapi gak ketemu,” ujarnya.

Bahkan saking penasarannya, esok paginya dia melaporkan ke warga sekitar terkait suara tangisan bayi dan berniat mencari bersama warga.

 Baca Juga: Driver Ojol Ini Nyaris Pingsan saat Melihat Penampakan Perempuan Penunggu Jembatan di Ungaran Barat

“Kita cari bersama warga paginya juga gak ada,” ungkap Prapto.

Namun, satu peristiswa yang masih akan di ingatnya adalah saat dia sedang mencari jangkrik disekitaran tanjakan Sigar Bencah, Tembalang.

Daerah sekitar Sigar Bencah memang selama ini dikenal banyak cerita-cerita horor.

Namun, Suprapto berprinsip selama dia tidak macam-macam dan selalu berdoa akan aman dari gangguan makhluk halus.

“Yang penting kita selalu uluk salam, baca doa dan aneh-aneh Insya Allah amanlah gak ada yang ganggu,” tuturnya.

Peristiwa horor yang dialaminya ini terjadi pertengahan tahun ini, tepatnya bulan Juni pertengahan.

“Saya lupa tanggal persisnya tapi saya masih ingat sekitar jam 1 malam,” ingatnya.

Karena saat itu jangkrik yang diperolehnya masih sedikit, akhirnya dia melanjutkan mencari jankrik di sekitar kawasan Sigar Bencah.

Setelah menitipkan motor buntutnya di SPBU Sigar Bencah, Prapto kemudian berjalan kaki menyusuri tanah kosong diseputaran Sigar Bencah.

“Saya niatnya hanya mau nyari disekitaran pom bensin situ, tapi entah mengapa gak sadar, kok tahu-tahu saya jalan sudah masuk sampai masuk ke dalam hutan yang di Sigar Bencah situ,” ungkapnya.

Karena merasa tanggung balik kanan, Prapto tetap fokus melihat ke bawah untuk mencari jangkrik malam itu.

Beberapa puluh ekor jangkrik berhasil diperolehnya, bahkan tempat penyimpanannya sudah nyaris penuh.

“Tumben malam itu, gampang banget nyari jangkrik disekitar situ,” katanya sedikit heran.

Sampai akhirnya ketika tiba disebuah pohon yang cukup besar, langkah kakinya terhenti.

 Baca Juga: Pekerja Rumah Makan di Rest Area Tol Semarang Ini Dihadang Genderuwo saat Berangkat Kerja, Kaki Langsung Lemas

“Saya enggak tahu pohon apa, karena kondisinya gelap, tiba-tiba didepan saya ada benda menggelinding dan berhenti setelah mengenai kaki,” ungkapnya.

Semula dia mengira itu buah kelapa yang jatuh dari pohon,karena sepintas mirip buah kelapa. Namun, saat lampu senternya menyorot ke arah benda itu, Suprapto kaget bukan kepalang.

“Ternyata benda yang nggelinding didepan saya itu, gundul pecingis,” ucapnya.

Suprapto menggambarkan gundul pecingis berbentuk kepala botak, wajahnya merinis seperti tertawa atau menyeringai, dengan mulut lebar, mata lumayan besar.

“Cuma berbentuk kepala saja gak ada tubuhnya, kayak bocah yang sedang meringis ketawa gitu bentukna,” cetusnya.

 Baca Juga: Cerita Horor Penumpang Kereta Ini Kaget Lihat Penampakan Perempuan Menyeramkan di Jalur Jamus-Alastua Semarang

Melihat penampakan gundul pecingis itu, Suprapto mengaku saat itu langsung istighfar. Dia mundur beberapa langkah dan megabaikan gundul pecingis yang saat itu masih mengelinding-gelinding disekitarnya.

“Ta biarin aja, saya mundur, terus cari jalan lain. Cuekin saja,nanti khan ilang sendiri,” katanya.

Benar saja. Penampakan gundul pecingis itu sudah tidak mengikuti dirinya.

Suprapto kemudian memutuskan kembali ke tempat dia memarkir sepeda motornya,untuk pulang ke rumahnya di Banjardowo.

“Itu penampakan yang paling jelas mas, yang pernah saya lihat. Ya kita gak minta, cuma berdoa semoga gak ketemu lagi yang kayak gitu, kita kan niatnya mau nyari rejeki buat keluarga, bukan yang aneh-aneh,” tutupnya. (sls)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Cerita Horor #Horor #Mistery #horor semarang #pengalaman mistis #Jangkrik #hantu #gundul pecengis #mistis