Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pekerja Jalan Tol Kesurupan dan Diteror Penampakan Kuntilanak, Proyek Sempat Dihentikan

Sulistiono • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 02:05 WIB
Ilustrasi pekerja proyek dihantui sosok kuntilanak. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi pekerja proyek dihantui sosok kuntilanak. (ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Pengalaman horor dialami Rudi Prayogo, 43, saat bekerja sebagai operator escavator proyek pembangunan jalan tol di Kota Semarang.

 

Rudi saat itu bekerja disalah satu perusahaan kontraktor yang ikut terlibat dalam pembangunan ruas tol Banyumanik-Ungaran.

“Kebetulan waktu itu saya dapat tugas untuk ikut proyek tol tersebut, saya operator escavatornya,” tutur Rudi mengawali obrolan dengan RadarSemarang.ID.

Jalan tol Semarang-Ungaran sendiri merupakan seksi 1 dari ruas tol Semarang-Solo.

“Kami saat itu hanya terlibat untuk pengerjaan seksi 1, seksi berikutnya dikerjakan kontraktor lain,” ucap pria yang sampai saat ini masih menekuni profesi sebagai operator escavator ini.

Karena proyek tol ini ditarget pemerintah harus selesai tepat waktu, pihak pelaksana di lapangan ungkap Rudi Prasojo sering bekerja lembur hingga malam.

“Kita kerja lembur mas, karena memang harus selesai dalam dua tahun kalau gak salah,” ucapnya.

Selain lembur hingga larut malam, para pekerja termasuk dirinya, imbuh Rudi, terpaksa menginap di lokasi proyek untuk menjaga keamanan peralatan proyek.

Biasalah kita tidur di lokasi,kita juga diperintahkan bos untuk jaga alat-alat kita, karena saat itu sepanjang lokasi kan masih berupa kebun dan hutan yang jauh dari perkampungan,” ujarnya.

Di saat menginap diilokasi proyek inilah, Rudi dan para pekerja proyek lainnya mengalami peristiwa mistis bahkan sempat membuat panik pekerja lainnya. 

“Mas tahu kan daerah hutan Penggaron? Kalau kita lewat jalan tol Banyumanik-Ungaran, kan masih ada di kanan kiri sebelum Ungaran itu hutan, nah lokasinya disekitar situ,” ucap Rudi.

Rudi masih ingat betul, kejadiannya pada Selasa malam. Saat itu dia dan pekerja lainnya tengah berusaha membuka akses jalan didalam hutan Penggaron. Kondisi di lokasi proyek hanya diterangi lampu ala kadarnya.

 Baca Juga: Siapa Sosok Abigail Limuria? Berikut Ulasan Lengkapnya

“Waktu itu setelah istirahat jam 4 sore, kita lanjutkan lagi pekerjaan sekitar jam 8 malam, saya buka lahan bekas pohon-pohon yang ditebangi untuk rencananya sebagai jalan tol,” kata Rudi.

Malam itu mereka bekerja hingga jalan 12 malam dan akan dilanjutkan keesokan paginya.

“Setelah empat jam kita kerjakan, sekitar jam 12 malam mandor perintahkan untuk selesai dan kita diminta istirahat dibedeng,” kata Rudi.

Saat dirinya dan para pekerja mulai hendak istirahat, imbuh Rudi, tiba-tiba dari salah satu bedeng pekerja terjadi kegaduhan.

Mendengar suara ribut-ribu, Rudi dan lainnya langsung bergegas menuju ke sumber suara.

“Ternyata ada dua pekerja yang kesurupan, satu orang kesurupan perempuan karena ngomongnya berubah jadi perempuan dan satunya lagi kesurupan orang tua, suaranya berubah jadi simbah-simbah,” ungkap Rudi.

Kedua pekerja yang kesurupan itu, tambah Rudi, berbicara meracau sembari menunjuk ke arah para pekerja yang saat itu berusaha menenangkan kedua teman mereka yang kesurupan.

“Yang kesurupan suara perempuan itu, seperti marah-marah tidak terima rumah mereka diobrak-abrik,” tutur Rudi menirukan ocehan temannya yang kesurupan tersebut.

Sementara satu rekannya yang kesurupan orang tua,ucap Rudi, terdengar mengucapkan ketidaksukaannya karena juga mengganggu dirinya.

Kowe kabeh ngopo, ganggu ketenanganku kene. Kowe kabeh ngopo (Kalian semua pada ngapain, menggangu ketenanganku disini. Kalian semua ngapain),” tutur Rudi menirukan suara temannya yang kesurupan simbah-simbah waktu itu.

Mandor dan para pekerja waktu itu, imbuhnya, berusaha menenangkan kedua pekerja yang kesurupan tersebut.

“Yang bisa baca-baca doa, berusaha baca doa, tapi makhluk halus yang merasuki kedua teman saya itu malah semakin marah,” tandasnya.

Mandor waktu itu melalui HT melaporkan kejadian mistis tersebut ke Pimpinan Proyek dan meminta bantuan untuk menangani.

 Baca Juga: Ngeri! Buruh Bangunan di Semarang Melihat Penampakan Kuntilanak di Bawah Pohon Randu

“Pak mandor lapor pimpinan dan kalau kondisinya tidak bisa diatasi,akan segera dikirim orang pintar untuk membantu menyembuhkan,” ucapnya.

Satu jam berlalu, kedua pekerja proyek jalan tol itu masih mengalami kesurupan. Disaat mereka masih berusaha mengatasi gangguan, muncul teror baru dari makhluk halus lainnya.

“Tahu gak mas, disaat kita masih sibuk mengatasi dua teman yang kesurupan, tiba-tiba ada hantu kuntilanak duduk diatas escavator saya, posisinya membelakangi kita waktu itu,” cetusnya.

Belum hilang rasa keterjutan mereka, kembali para pekerja dikejutkan dengan penampakan hantu kuntilanak lainnya, kali ini bergelantungan di moncong escavator sambil tertawa cekikikan.

 Baca Juga: Baru Tiga Hari Kerja, Karyawan Minimarket di Semarang Dihantui Penampakan Perempuan Berbaju Merah di Kamar Mandi

“Itu ada satu kuntilanak gelantungan diatas escavator sambil ketawa, bikin kita semua merinding,” imbuhnya.

Rudi menggambarkan sosok kedua kuntilanak itu memakai baju berwarna putih yang sudah terlihat kusam, beramabut panjang, muka tidak terlalu jelas karena hitam, kedua bola matanya cekung sedikit agak gosong disekitar kelopak matanya.

“Tubuhnya ceking tinggi, hanya kulit dan tulang warnanya hitam, tangannya lebih panjang dari manusia,” jelas Rudi.

Teror kuntilanak itu mulai mereda, setelah Pimpinan Proyek datang bersama seorang Kiai ke lokasi proyek. Kedua kuntilanak itu menghilang, terbang ke atas pohon tak jauh dari bedeng pekerja.

Sementara dua pekerja yang kesurupan masih belum sembuh. Keduanya sesekali masih terlihat meracau, mengeluarkan suara yang bukan suara mereka.

“Saat sudah sampai dilokasi,pak Kyai waktu itu ditemani dua orang kalau gak salah, seperti berdoa, agak lama mereka berdoa,kita juga waktu itu berdoa,” ucapnya.

Setelah memanjatkan doa, pak Kiai tersebut kemudian berdialog dengan dua pekerja yang mengalami kesurupan.

“Pak Kiainya ngobrol dengan makhluk halus yang merasuki kedua teman kita,intinya mereka keberatan dengan aktivitas kita disitu,karena dianggap mengganggu ketengan mereka,” ucap Rudi.

Kedua pekerja proyek itu siuman dari kesurupan, lanjut Rudi, setelah pak Kiai yang mengobati membacakan ayat suci kemudian setengah berteriak meminta makhluk yang merasuki tubuh kedua pekerja itu untuk pergi.

“Setelah pak Kiai perintah makhluk itu pergi, tubuh kedua teman kita langsung lunglai, lemas dan akhirnya kembali sadar,” jelasnya.

Akhirnya setelah situasi tenang, kata Rudi, sang Kiai menyarankan kepada Pimpinan Proyek (Pimpro) untuk menghentikan sementara aktivitas dilokasi tersebut.

“Pak Kiai juga meminta kepada pimpro agar kita semua malam itu meninggalkan lokasi proyek dan baru boleh kembali bekerja setelah nanti diadakan selametan,” kata Rudi.

 Baca Juga: Cerita Horor Pengemudi Mobil Ini Syok saat Lihat Penampakan Selendang Merah Terbang di Tol Jatingaleh Semarang

Pimpro saat itu menyetujui permintaan sang Kyai dan meminta kami semua malam itu meninggalkan lokasi proyek.

“Pake tiga truk, malam itu juga kita diangkut ke mess yang ada didekat gerbang tol Banyumanik, rencananya kata pimpro besok pagi kita akan kembali ke lokasi untuk selametan,” tuturnya.

 

“Alhamdulillah, setelah selametan itu, sudah tidak ada gangguan lagi, cuma pak Kiai waktu itu pesan, kalau bisa kerjannya jangan sampai larut malam,” pungkas Rudi. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Kesurupan #Cerita Horor #Horor #Mistery #horor semarang #Jalan Tol Semarang #pengalaman mistis #mistis #hantu kuntilanak