RADARSEMARANG.ID - Samsul Huda (29), warga Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) punya pengalaman horor.
Pria yang akrab disapa Huda ini, sudah hampir lima tahun menjalani profesinya sebagai driver ojol.
Menjalani profesi sebagai driver ojol, setelah dia memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai Office Boy (OB) disebuah perkantoran di Jalan Gajahmada,Semarang.
"Sempat kerja jadi OB mas setahun di gedung dekat Simpang Lima itu loh mas, tapi saya keluar, pilih jadi ojol, hasilnya lumayan meski kadang gak nentu," ucap Huda kepada RadarSemarang.ID.
Lima tahun menjadi driver ojol, banyak suka dan duka yang dialaminya, namun Huda mengaku lebih banyak sukanya ketimbang duka.
"Lebih banyak sukanya sih, apalagi kalau ketemu customer yang baik, ngasih tips lebih, kalau duka paling ya kalau ada yang agak bawel, tapi itu jarang sih, yang penting kita khan bagus kasih pelayanan," tandasnya.
Tak hanya suka duka, pengalaman mistis sebagai driver ojol sudah kerap kali dialami. Terutama saat 'ngalong' istilah dikalangan driver ojol mencari penumpang pada malam hari.
"Mungkin ada tiga atau empat kali ngalami horor saat ngalong sih mas, tapi satu yang paling seram itu saya alami bulan Juni lalu tapi saya lupa tanggalnya," ungkap Huda.
Huda mengungkapkan kisah horornya terjadi saat dia dapat orderan mengantar penumpang ke wilayah Ungaran Barat, sebuah kampung yang berada diperbukitan Ungaran Barat.
"Saya dapat penumpang di daerah Bulusan, Tembalang untuk dianter ke daerah Ungaran Barat, orderan nyantol sekitar jam 12 malam," ungkap Huda mengawali kisahnya.
Itu adalah orderan kedua yang nyantol malam itu. Setelah dia ngebid jam 10 malam.
"Orderan kedua, penumpangnya laki-laki, kayaknya mahasiswa habis pulang dari tempat kos temannya di daerah Bulusan," katanya.
Dari Bulusan dia langsung membawa customernya ke wilayah Ungaran Barat, sesuai tujuan di aplikasi. Selama perjalanan Huda terlibat perbincangan akrab dengan penumpangnya tersebut.
"Ya sempat ngobrol-ngobrol ngalor ngidul gitulah," tuturnya.
Ketika motor yang mereka tumpangi mengarah ke tempat tujuan, ungkap Huda, sang customer sempat bertanya kepadanya.
"Mas nanti pulangnya berani to?" tanya customernya waktu itu.
"Loh memang nopo to mas?" tanyanya.
"Ya gapopo sih mas, cuma nanti sampeyan akan lewat jembatan yang kata orang-orang sering ada penampakan mbak-mbak nyegat pemotor yang lewat sendirian," jawab customernya.
Mendapat jawaban itu, Samsul Huda mengaku menjawabnya dengan nada bercanda.
"Yo ngko ne dicegat, ta ajak ta boncengke to mas hahaha (ya nanti kalau dicegat, ya aku ajak aku boncengin to mas)," sahutnya saat itu.
Ketika keduanya melewati jembatan itu, sang customer menunjukkan lokasi jembatan tersebut.
Yang letaknya persis di antara jalan menurun dan menanjak. Jauh dari pemumkan warga, dikanan kiri sungai terdapat hutan bambu yang cukup lebat.
"Lah ini mas jembatannya, nanti ati-ati ya kalau lewat sini, baca doa-doa," saran customernya.
Mendengar perkataan ucapan customernya ditambah suasana disekitar jembatan yang terkesan horor, membuat Huda mulai agak khawatir.
"Jujur suasananya itu bener-bener horor, jembatannya agak gelap, hanya ada satu lampu jalan itupun di ujung jembatan," tutur Huda menggambarkan suasana jembatan yang bakal dilalui saat pulang sendirian nanti.
Singkat cerita, Huda telah selesai mengantar penumpangnya dan kembali ke arah kota Semarang.
Sekitar satu kilometer dari rumah penumpangnya tersebut, jembatan horor itu sudah ada didepannya.
Baca Juga: Cerita Horor Dua Pekerja Bangunan Diteror Hantu Kuntilanak Penunggu Rumah Dinas di Semarang
Jembatan itu terlihat dari atas jalan yang di laluinya, berjarak kurang lebih dua puluhan meteran. Matanya mulai fokus kearah jembatan. Jantung Huda mulai berdegup kencang.
Dan, matanya menangkap sesosok perempuan berbaju putih duduk persis diatas tembok cor pendek di jembatan yang menghadap ke arah sungai.
"Maktratap aku mas, gak mungkin kalau itu manusia, mana ada apalagi perempuan jam 1 dinihari duduk diatas jembatan sendirian," ungkap Huda.
Melihat pemandangan itu, Samsul Huda memutuskan nekat memacu kencang motornya, dengan risiko lewat persis di depan makhluk halus yang kata orang adalah kuntilanak.
"Saya gas dari atas, ngebut, nanti kalau lewat depan itu kuntilanak saya akan merem," kata Huda mengungkapkan rencananya waktu itu.
Suara motornya yang dipacu kencang memecah keheningan malam itu. Tapi apa yang terjadi, persis ketika motor berada ditengah jembatan tiba-tiba mesinnya mogok.
"Persis ditengah jembatan, mesin motorku tiba-tiba mati mas, apesnya kuntilanak itu masih duduk persis satu meter didepan saya, rasanya antara mau pingsan, nangis dan gemetar jadi satu," ungkap Huda menggambarkan perasaannya waktu itu.
Sosok kuntilanak itu dia gambarkan berwajah putih pucat, bermata cekung, tubuh hanya kulit dan tulang pucat.
Bajunya yang berwarna putih kusam atau agak kekuningan menutupi seluruh kakinya, rambut panjang hitam kaku menjuntai panjang ke bawah.
"Dia enggak melihat ke arah saya mas, pandangannya itu menatap ke arah depan sungai, gak melihat saya sama sekali. Rasanya jantung mau copot, gak bisa ngapa-ngapain lagi," ungkapnya.
Selama hampir 10 detik dia terpaku diatas motornya yang macet, dengan pemandangan makhluk menyeramkan didepannya.
Hantu kuntilanak itu menghilang, setelah dari kejauhan terdengar suara sepeda motor dari arah berlawanan. Plong rasanya hati Samsul Huda.
"Kuntilanak itu menghilang, terbang ke arah pohon-pohon bambu, persis ketika kedengaran suara motor dari arah atas," ujarnya.
Meski kuntilanak itu telah menghilang, namun Huda mengaku saat itu masih diam terpaku, belum mampu menggerakan tubuhnya, sampai akhirnya pengendara motor dari aras atas sampai didepannya dan berhenti menanyakan keadaannya.
"Ternyata pak tentara yang baru pulang dinas mau pulang ke rumah, dia tanya kenapa mas, diganggu sama mbaknya ya?" tanyanya waktu itu. Dia hanya bisa mengangguk pelan, sambil mengatakan motornya juga macet.
Namun anehnya, ketika diminta menghidupkan motornya oleh bapak tentara itu, seketika mesinnya menyala.
Karena terlihat masih syok, oleh bapak TNI yang baik hati itu dia dikawal hingga memasuki kawasan perkampungan.
"Gak bisa bayangin, kalau gak ada pak tentara itu, bisa-bisa aku mati kaku di atas motor," ujar Huda.
Dia juga mengatakan, mungkin di hantui kuntilanak penunggu jembatan, karena sebelumnya bercanda tidak takut hantu.
"Mungkin hantunya denger, waktu saya ngomong gak takut nanti ta boncengin ya mas," ucap Samsul Huda. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi