Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Horor Dua Pekerja Bangunan Diteror Hantu Kuntilanak Penunggu Rumah Dinas di Semarang

Sulistiono • Minggu, 5 Oktober 2025 | 02:00 WIB
Ilustrasi penampakan hantu kuntilanak yang dilihat Surono duduk diatas pohon.(ai/Sulistiono)
Ilustrasi penampakan hantu kuntilanak yang dilihat Surono duduk diatas pohon.(ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Cerita horor dialami Iwan (40) dan Surono (41), dua buruh asal Moga, kabupaten Pemalang.

Pengalaman horornya terjadi saat keduanya mengerjakan proyek renovasi rumah tinggal di daerah Plamongan.

“Jadi ceritanya kita dapat garapan ngerenov rumah di daerah Plamongan, yang deket rumah susun sebelum Pucang Gading,” ungkap Surono mengawali obrolan dengan RadarSemarang.ID.

Selama mengerjakan proyek renovasi rumah tersebut, oleh sang pemilik rumah, keduanya tidur di rumah Dinas yang tidak ditempati.

“Kebetulan rumah dinas itu kan kosong dan jaraknya tak jauh dari tempat kita kerjakan proyek. Pemilik rumah yang mau kita renov juga sudah izin, bahwa kita sementara tidur disitu,” tutur pria yang akrab dipanggil Ono.

Saat tiba di lokasi proyek, sebelum memulai pekerjaan, keduanya ke rumah Dinas  untuk menaruh tas yang berisi baju dan perlengkapan kerja proyek.

“Kita datang sore ya dari kampung, jadi gak bisa langsung kerja. Kita istirahat dulu.Saat masuk ke rumah dinas itu, kondisinya kotor, banyak barang-barang bekas bertumpuk,” kata Ono menggambarkan kondisi rumah dinas Lurah.

 Baca Juga: Baru Tiga Hari Kerja, Karyawan Minimarket di Semarang Dihantui Penampakan Perempuan Berbaju Merah di Kamar Mandi

Untungnya satu kamar relatif masih bersih. Mereka rencananya akan tidur dikamar yang letaknya dibagian depan.

“Kamarnya ada dua, satu yang tidak banyak barang-barang itu dibagian depan,” jelasnya.

Rumah dinas ini lokasinya menghadap lapangan sepak bola, sementara disamping rumdin tanah kosong yang dipenuhi pepohonan dan semak-semak.

“Setelah menaruh tas di kamar depan,kita bersihkan kamar yang akan kita pakai sementara agar nyaman saat dipakai tidur,” tutur Ono.

Menjelang magrib, aktivitas membersihkan ruangan selesai dilakukan keduanya.

Singkat cerita setelah makan malam, Iwan dan Surono berangkat tidur, karena esok pagi mereka harus memulai pekerjaan merenovasi rumah.

“Jam 9 malam kita tidur gasik, biar besok fresh kerja,” tandas Ono.

 Baca Juga: Serem! Niat Numpang Berteduh, Perempuan Ini Justru Melihat Penampakan Horor Penunggu Kantor

Saat keduanya terlelap tidur, menjelang tengah malam, pintu jendela kamar mereka seperti ada yang mengetuk-ngetuk.

“Jam 12an malam kalo gak salah, saya denger jendela kamar itu ada yang ngetuk, tok..tok..tok..tok,” ungkapnya.

Saat itu,ungkap Ono, temannya Iwan sama sekali tak mendengar karena saking lelapnya tidur.

Ono yang curiga ada orang diluar, mencoba mengintip dari dalam, namun dia tidak menemukan orang atau sesuatu yang mencurigakan.

“Jendela khan gak pake gordin, jadi saya langsung intip dari dalam itu gak ada apa-apa,” katanya.

 Baca Juga: Pengalaman Horor Petugas Kebersihan Rumah Sakit di Semarang Melihat Penampakan Mirip Pegawai yang Sudah Meninggal 10 Tahun Lalu

Tak mau berpikir macam-macam, Surono melanjutkan tidurnya malam itu. Menjelang jam 3 pagi, giliran Iwan yang mendengar suara gedoran jendela.

“Kalo gak salah jam 3, saya sampe kebangun jendela ada yang kayak nggedor-nggedor jendela, brakk…braakk…brakkk,” tutur Iwan menimpali obrolan.

Saat itu, tambah Iwan, dirinya refleks langsung lompat kearah jendela untuk melihat siapa yang menggedor jendela kamar.

“Tapi gak ada siapa-siapa diluar, cuma dikaca jendela seperti ada bekas tanah yang nempel,” tutur Iwan.

Iwan kemudian melanjutkan tidurnya. Sampai pagi, tidak ada lagi ketukan atau gedoran di jendela kamar.

Malam pertama tinggal di rumah dinas lurah yang lama tak dipakai, dilalui keduanya dengan teror ketukan di jendela.

“Kita angin lalu, kalau orang kita anggep orang iseng itu mah, kalau hantu biarin aja, mungkin pengen main-main sama kita hehe,” kata Ono terkekeh.

Malam kedua, Surono dan Iwan sudah mulai berangkat istirahat jam sepuluh, karena hari pertama mereka kerja selesai jam enam sore.

Iwan seperti biasa langsung terlelap tidur karena saking capeknnya. Sementara Surono mulai mengantuk menjelang tengah malam.

Ketika dia hendak merebahkan tubuhnya, sayup-sayup terdengar suara perempuan menangis.

 Baca Juga: Cerita Horor Warga Pucang Gading Semarang Lari Terbirit-birit saat Melihat Patung Ini di Museum

“Ada suara perempuan nangis diluar jendela, saya dengerin aja, biarin. Tapi suara nangis berubah jadi suara perempuan ketawa,“ kata Ono menirukan suara yang didengarnya.

Semula Ono tak menggubris suara itu, dia memilih melanjutkan tidur. Namun, suara perempuan itu kembali terdengar, kali ini suaranya seperti sedang menangis.

Karena jengkel dengan gangguan suara hantu perempuan itu, Surono keluar rumah dinas itu dan mencari sumber suara.

“Saya cari keluar rumah,mengelilingi rumah dari depan, samping dan belakang tapi gak ada apa-apa. Terus karena jengkel, sebelum masuk rumah saya bilang udah gak usah ganggu-ganggu orang tidur, kita capek orang kerja,” katanya.

 Baca Juga: Pulang Hajatan, Warga Bangetayu Semarang Ini Dihadang Sosok Nenek Tanpa Mata di Depan Bekas Kandang Ayam

Surono kemudian masuk kedalam rumah dinas lurah itu untuk melanjutkan tidur, namun saat hendak melangkah masuk kedalam rumah dinas lurah tersebut, tiba-tiba ada timpukan kerikil yang jatuh di lantai teras.

“Waktu mau masuk, ada yang ngelempar kerikil, jatuh persis didepan saya,” ujarnya.

Surono mulai geram dengan ulah hantu yang seolah mengajaknya bercanda itu. Diapun balik kanan untuk kembali melihat sosok yang iseng tersebut.

“Tahu gak mas, waktu tubuh saya balik ke arah halaman rumah, saya lihat diatas pohon yang gak terlalu tinggi sekitar dua meteran, ada kuntilanak sedang duduk membelakangi saya,” tandasnya.

Ono menggambarkan sosok kuntilanak itu memakai baju putih sedikit kekuningan, rambut panjang hingga sepinggang, tangan dan jari-jarinya kurus kering berwarna kuning pucat, kakinya menjuntai kebawah terayun-ayun.

Melihat penampakan didepannya, Ono mengaku tidak takut sama sekali. Di kampungnya melihat hal semacam itu sudah biasa.

 Baca Juga: Pulang Begadang, Warga Tegalsari Semarang Melihat Penampakan Tetangganya yang Meninggal Satu Minggu Sebelumnya

“Saya maju beberapa langkah dan waktu itu ngomong, oooh ini yang suka nangis sama ketawa itu, udah gak usah ganggu-ganggu lagi,pergi sono,” kata Surono waktu itu.

Anehnya, setelah dia ngomong seperti itu, hantu kuntilanak yang duduk diatas pohon itu tiba-tiba menghilang.

Semenjak kejadian itu, keduanya tidak pernah lagi diteror suara tangisan atau tertawa perempuan ditengah malam.

“Gak tahu ya kenapa,setelah saya bilang gitu terus gak pernah ada aneh-aneh lagi, mungkin hantunya takut sama saya yak haha,” tutur pria humoris itu. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Cerita Horor #angker #Horor #buruh bangunan #kisah mistis #mistis #hantu kuntilanak