RADARSEMARANG.ID - Rumah Sakit bagi sebagian masyarakat kita dipandang tak hanya tempat orang berobat untuk menyembuhkan penyakit, namun ada yang beranggapan hampir semua rumah sakit memiliki sudut-sudut atau ruangan yang angker.
Di rumah sakit pula, jamak dilengkapi dengan kamar mayat yang digunakan untuk menyimpan sementara jenasah pasien yang meninggal dunia, sebelum dibawa keluarganya.
Cerita tentang rumah sakit dan cerita horornya kali ini diungkapkan Topik (38), warga Watu Nganten, Demak.
Baca Juga: Cerita Horor Karyawan Swasta di Semarang Ini 'Diteror' Lemparan Sapu Lidi saat Duduk di Taman Kantor
Pria yang baru memiliki satu anak ini bekerja sebagai tenaga kebersihan disalah satu rumah yang berlokasi di Semarang.
Pekerjaannya sebagai tenaga kebersihan di rumah sakit membuat dirinya bekerja dalam sistem shift.
"Kita dibagi dalam tiga shift mas, shft pagi sampai sore, terus sore sampai malam, malam sampai pagi lagi, itu nanti giliran," tutur pria bertubuh tinggi kurus ini saaat mengawali perbincangan dengan RadarSemarang.ID.
Topik mengatakan dirinya sudah hampir lima tahun bekerja sebagai tenaga kebersihan di rumah sakit tersebut dengan sistem outsorcing.
"Kita semua yang tenaga kebersihan ikutnya tenaga outsorcing mas, bukan karyawan tetap disini," jelasnya.
Lima tahun bekerja di rumah sakit itu membuat Topik kenyang dengan pengalaman-pengalaman mistis saat menjalankan pekerjaannya.
"Wah banyak mas, sakin seringnya jadi lumayan kebal hahaha," tutur Topik tanpa bermaksud menyombongkan diri.
Biasa,tambah pria yang akrab dipanggil Opik ini, gangguan makhluk halus di rumah sakit tempat dia bekerja terjadi pada malam hari diatas jam 9 malam.
"Paling seringnya gangguan terjadi diatas jam sebelas malam, lebih sering suara-suara misterius seperti suara bayi menangis padahal bukan di bangsal bayi atau suara perempuan menangis," ungkapnya.
Namun pada pertemuan dengan RadarSemarang.ID kali ini,dia akan tidak menceritakan tentang gangguan-gangguan suara misterius yang kerap dialaminya terutama ketika membersihkan ruang kamar mayat dan ruang operasi.
"Saya mau cerita hantu yang jadi legend di rumah sakit ini mas," kata Topik sembari menyeruput es teh jumbonya yang ada didepannya.
Lebih lanjut Topik mengungkapkan, hantu legend yang sering menampakan diri di rumah sakit tersebut adalah hantu bekas pegawai yang pernah bekerja di rumah sakit itu.
"Hantu perempuan, katanya dulu adalah pegawai di rumah sakit itu, tapi meninggal dunia karena sakit saat dirawat di rumah sakit tersebut," kata Topik.
Topik menambahkan, dirinya dua kali melihat penampakan hantu legend rumah sakit itu. Yang pertama saat dia sedang berjalan menyusuri lorong untuk mengambil sampah.
"Itu kejadiannya jam 23.30, saya masih baru bekerja belum ada satu bulan, jadi belum tahu tentang hantu legend itu," kata Topik.
Seperti biasa dia berjalan menyusuri lorong untuk mengambil sampah-sampah yang ada didalam tong.
Saat tengah memunguti sampah, tiba-tiba melintas seorang pegawai perempuan naik tangga, sementara dirinya berada persis di bawah tangga.
"Pegawai perempuan pakainnya warna merah, umurnya setengah baya, saya gak tahu munculnya dari mana, tahu-tahu saya lihat ada pegawai berjalan naik tangga ke ruang administrasi," ungkapnya.
Padahal,tambah Topik, ruang administrasi dilantau dua itu, jika malam sepi, karena administrasi tutup jam 17.00.
"Awalnya saya gak ngeh, saya waktu itu mikirnya oh mungkin ibunya ada lemburan harus dikerjakan malam-malam," katanya.
Dia kemudian melanjutkan bekerja memunguti sampah-sampah dilantai satu. Kemudian dilanjutkan naik kelantai dua, salah satu ruangan dilantai itu adalah ruangan administrasi.
"Nah saat berada di ruang administrasi itu, saya pengen ngecek ibu itu apakah sedang ada didalam atau tidak," cetusnya.
Namun dirinya kaget, saat melihat ruangan administrasi gelap gulita, tidak ada aktivitas sama sekali.
"Gak ada orang diruangan itu, peteng (gelap) karena memang lampu ruangannya kalau malam dimatikan," ujarnya sedikit heran.
Belum hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba hantu pegawai berpakaian warna merah itu kembali memperlihatkan diri. Kali ini sedang turun tangga yang tadi menampakan dirinya saat sedang naik tangga.
"Jadi lokasi tangganya hanya berjarak lima meteran dari tempat saya berdiri didepan ruangan admin, perempuan itu saya lihat tengah turun tangga, tapi jalannya gak melayang, tapi sempat menoleh kearah saya sambil sedikit tersenyum," ujarnya.
Hantu pegawai perempuan itu menghilang setelah sampai diujung tangga. "Saya gak lihat pas hilangnya, karena waktu hampir tangga bawah terakhir saya sempat lihat sekilas," kata Topik.
Selesai mengambil sampah dibeberapa ruangan, Topik kemudian ke pos security. Dia ingin menanyakan perihal pegawai perempuan berpakaian merah yang lembur tengah malam. Di pos security dia kemudian menanyakan tentang pegawai tersebut,dengan menyebutkan ciri-cirinya.
"Karena saya baru kerja disitu belum genap sebulan, jadi belum hapal wajah dan nama para pegawai. Saya ceritakan semua ciri-ciri yang saya lihat," tutur Topik.
Namun, alangkah kagetnya Topik saat petugas security itu mengatakan bahwa pegawai yang dilihatnya itu sudah meninggal sepuluh tahun lalu. Dia memang sering menampakan diri seolah-olah masih bekerja.
"Makdeggg aku mas, ternyata itu pegawai yang meninggal sepuluh tahun lalu dan meninggalnya di rumah sakit itu karena sakit," katanya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi