RADARSEMARANG.ID - Cerita horor kali ini mengisahkan tentang kejadian mistis yang dialami dua karyawan perusahaan swasta yang berkantor di pusat Kota Semarang, tak jauh dari kawasan Simpang Lima.
Kedua karyawan swasta itu John Paul (37) (bukan nama sebenarnya) dan Eza Waluyo (33).
Sebagai karyawan yang bekerja di perusahaan swasta keduanya seringkali harus bekerja lembur untuk menyelesaikan tugas. Maklum, pekerjaan mereka berkutat pada deadline.
"Biasa mas, namanya orang kerja di perusahaan kan lembur, apalagi kalau kerjaan pas banyak," ungkap John mengawali obrolan dengan RadarSemarang di sebuah warung makan sederhana tak jauh dari kantornya.
Saat ditanya apakah setiap hari mereka lembur, Eza yang usianya lebih muda dibanding John mengaku tak setiap hari, tapi dalam seminggu biasanya ada lemburan.
"Gak setiap hari, paling seminggu sekali kalau pas ada orderan dari klien yang harus dikerjakan dan harus jadi malam itu," imbuh pria yang mengaku tinggal di kawasan Candisari ini.
Baca Juga: Cerita Horor Warga Pucang Gading Semarang Lari Terbirit-birit saat Melihat Patung Ini di Museum
Biasanya mereka lembur hingga jam 11 malam dan dilakukan lima hingga enam orang karyawan.
Di sela-sela menyelesaikan pekerjaan ketika sudah mulai penat, biasanya mereka sejenak melepas lelah dengan duduk-duduk di balkon belakang kantor yang dilengkapi dengan taman, sembari menghisap sebatang rokok ditemani kopi hitam.
"Biasanya kalau kerjaan belum selesai, saya duduk-duduk di situ, kadang sendirian kadang bareng teman-teman, karena lebih terbuka dan anginnya los," tutur John.
Sebelum bercerita lebih jauh tentang pengalaman horor yang mereka alami, John dan Eza mengungkapkan jika kantor yang mereka tempati sekarang memang horor.
Banyak kejadian-kejadian mistis yang dialami para karyawan, terutama mereka yang bekerja hingga larut malam atau sengaja pulang malam, termasuk penjaga kantor.
"Kantorku kuwi akeh horore mas, meh karyawan terutama sing sering balek mbengi diweruhi bongso lelembut rupo-rupo wujude (kantorku itu horor mas, hampir semua karyawan terutama yang pulang malam lihat penampakan bermacam-macam wujudnya)," ungkap John Paul.
John sendiri mengaku sudah sering mendengar cerita horor kantornya dari teman-temannya yang pernah melihat penampakan makhluk halus di kantornya, namun baru sekali itu dirinya diganggu secara langsung saat sedang santai.
"Jadi waktu kita sedang menyelesaikan kerjaan, listrik kantor tiba-tiba padam” tutur Eza.
Sembari menunggu listrik kembali menyala, apalagi hawa didalam ruangan kantor gerah karena AC mati, keduanya kemudian menuju area taman yang berada di lantai atas. Suasana disekitar kantor, termasuk area taman gelap gulita.
Eza menambahkan taman yang dilengkapi pohom kamboja lumayan besar itu juga merupakan akses menuju gedung belakang kantornya yang biasa digunakan untuk ruang rapat, dan beberapa ruangan yang kosong .
Disamping taman, lanjut Eza terdapat lorong selebar kurang lebih setengah meter, yang menjadi akses ke ruang belakang selain lewat pintu utama.
"Disamping gedung itu ada lorong istilahnya lengkong menuju ruangan belakang, di lorong itu biasanya dipakai untuk menyimpan barang-barang yang tidak terpakai,dan perkakas," jelas Eza.
Sambil menikmati udara malam itu yang terasa lebih gerah dibanding malam sebelumnya, John Paul dan Eza Waluyo duduk agak sedikit berjauhan sembari bermain HP.
"Saya duduk kurang lebih dua meter dari John, saya duduk di buk taman yang letaknya tak jauh dari lorong, sementara John duduk di buk tembok membelakangi saya sambil main HP," ucap Eza.
Saat keduanya tengah asyik main HPnya masing-masing, tiba-tiba sapu lidi yang diletakkan dibawah pohon kamboja berjarak lima meter dari tempat mereka melayang menghantam kepala kepala John Paul.
"Sapu dari arah kiriku itu menghantam kepalaku," ucap John.
Eza yang melihat hal itu langsung lari tunggang langgang ke arah ruangan tempat kerja yang berjarak dua puluhan meteran dari tempat mereka nongkrong.
John yang belum menyadarai apa yang dialami ikut-ikutan lari menyusul, sembari bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Nopo kowe mlayu Za (kenapa kamu lari Za)?," tanya John ke Eza.
"Kuwi sapune mabur Jon, soko ngisor wit kamboja mabur Jon (Itu sapunya terbang Jon, dari bawah pohon kamboja) "jawab Eza dengan nada masih ketakutan.
John yang mendapat jawaban itu seketika langsung syok.
Baca Juga: Cerita Horor Pasutri Ini Diganggu Sosok Perempuan saat Nginap di Hotel Semarang, Bikin Merinding!
"Itu sapunya benar-benar terbang mas, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Posisi sapu itu awalnya dalam posisi berdiri disandarkan di pohon kamboja," ucap Eza.
Padahal saat itu tidak angin kencang berhembus. Sehingga tidak masuk akal mampu menerbangkan sebuah sapu lidi.
"Jarak sapu lidi itu dengan tempat saya duduk sekitar lima meteran, saya menghadap ke arah sapu itu tergeletak, tapi tiba-tiba saat aku lihat, sapunya berdiri sendiri dan bergerak ke atas seperti ada yang mengangkat dan dilempar ke arah John," lanjut Eza.
Sapu lidi yang dilempar makhluk halus kantornya,tambah Eza, mengenai kepala temannya, John Paul.
"Persis tiba ngantem sirahku (persis menghantam kepalaku)," sahut John.
Peristiwa horor yang dialaminya itu,imbuh John, benar-benar membuatnya takut.
"Lah piye ora wedi, Eza wae sing terkenal wong kendel sampai wedi koyo ngono, opo maneh aku, yo mlayu lah (Lah gimana gak takut, Eza yang terkenal orangnya pemberani saja sampai ketakutan, apalagi aku, ya kabur lari)," tutur pria yang tinggal di daerah Ungaran ini.
Kejadian horor yang dialaminya itu, membuat John semakin yakin cerita teman-temannya jika kantor yang mereka tempati banyak hantunya.
"Biasanya cuma denger-denger,sekarang ngalami sendiri. Besok main ke kantorku mas, ta kenalkan teman-temanku yang pernah ngalami kejadian horor, biar di ceritain semua," janji John mengakhiri obrolan dengan Radar Semarang.ID. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi