RADARSEMARANG.ID - Cerita horor dibagikan Nuryanto (39), warga Sembungharjo Semarang. Peristiwanya ini terjadi pada bulan Juni lalu, tepatnya saat dia pulang dari hajatan salah seorang saudaranya di daerah Wonosalam Demak.
Pengalaman mistisnya adalah pengalaman pertama yang dialaminya dan sampai saat ini diakuinya masih membekas dalam ingatannya.
“Kejadiannya sampai sekarang masih kebayang-bayang mas, kalau ingat rasanya bikin ngewel (gemetaran),” tuturnya saat bertemu RadarSemarang.ID, suatu siang di pertengan bulan September 2025.
Nuryanto mengenang kembali peristiwa horor yang dialaminya, bermula dari undangan salah satu kerabatnya di daerah Wonosalam Demak yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari tempat tinggalnya di kawasan Bangetayu.
Sayung sendiri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Demak berada di antara kecamatan Sayung dengan kecamatan Demak kota.
Wilayah Wonosalam ini dari kota Semarang bisa dijangkau lewat jalur pantura Semarang-Demak atau lewat jalur alternatif masuk perkampungan dan melewati kebun serta sawah di derah Menur dan Mblerong Mranggen.
“Waktu itu saya berangkat dan pulangnya lewat jalan alternatif, menghindari jalan macet dan rob di daerah Sayung,” ungkap pria yang berprofesi sebagai pekerja bangunan ini.
Dari rumah Nuryanto berangkat selepas magrib dan tiba dirumah kerabatnya persis jelang sholat Isya. Saat itu acara sudah hampir dimulai.
“Perjalanan dari rumah ke rumah saudara di Wonosalam lancar-lancar saja, tidak ada hambatan. Jalan yang saya lalui waktu berangkat juga masih rame, karena hari masih belum terlalu malam,masih sore,” tutur Nuryanto.
Tidak terasa jam sepuluh malam acara di tempat kerabatnya selesai, namun Nuryanto memutuskan tidak langsung pulang, dia berniat membantu saudaranya bersih-bersih rumah selepas acara.
“Namanya juga habis kajatan khan mesti banyak yang harus di resiki to mas, mulai merapikan meja kursi, membersihkan sampah-sampah makanan,” ujarnya.
Dua jam selesai membantu merapikan rumah kerabatnya usai hajatan, sekitar pukul 24.10 wib, Nuryanto berpamitan pulang.
“Jam dua belas lebih sedikit saya pamitan pulang, kasihan istri di rumah sendirian apalagi tengah hamil anak pertama”tandasnya.
Setelah berpamitan, Nuryanto langsung bergegas menstater sepeda motor matic keluaran tahun 2018. Dia ngebut kembali melewati jalan alternatif, karena tak ingin istrinya menunggu.
“Saya ngebut mas, biar cepat sampai, perkiraan 30 menitan sudah sampai, apalagi jalan sudah sepi to,” ujarnya beralasan.
Selama perjalanan melwati jalan alternatif berupa perkampungan, areal persawahan dan kebun-kebun warga dia sama sekali tak mengalami hal-hal yang aneh.
“Termasuk waktu lewat jalan yang dulu pernah ada orang di rampok dan dibunuh itu,juga saya gak ngalami apa-apa yang aneh gitu,” tuturnya.
Namun,suasana mulai agak berbeda saat dia memasuki areal persawahan yang agak jauh dari kampung penduduk dan di sekitar persawahan itu tepat ditepi jalan ada sebuah tempat bekas peternakan ayam yang baru saja ditutup pemiliknya karena suatu alasan.
“Nah saat masuk jalan yang kanan kirinya sawah-sawah di salah satu kampung yang masih masuk kecamatan Mranggen itu saya mulai merasakan perindang-perinding,” ungkap Nuryanto sembari enggan menyebutkan nama kampung tersebut.
Nuiryanto hanya meyebutkan clue kalau kampung itu berbatasan dengan desa Jamus, inisial nama kampungnya M.
Sementara itu meski tiba-tiba mengalami perindang-perinding,dia tetap memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang, apalagi jalan yang dilaluinya sangat gelap tanpa lampu penerangan jalan, ditembah kondisi jalan yang sebagian rusak.
“Jalannya gelap sekali ditempat itu, tapi saya lihat dari kejauhan ada lampu kecil dari kejauhan didepan bekas kandang ayam itu,” kata pria yang akrab dipanggil Nur ini.
Kurang lebih 50 meter menjelang lokasi kandang ayam, tiba-tiba dia merasakan sepeda motornya terasa berat.
“Koq tiba-tiba motor rasanya berat banget kayak ada penumpang atau muatannya gitu mas. Tapi saya tetap gas motor,” ujarnya.
Menjelang sampai di bekas peternakan ayam,tepatnya kurang sepuluh meteran,sepeda motornya tiba-tiba berhenti alias mogok. Nuryanto mulai merasakan keanehan,karena motornya dua hari lalu baru saja diservis.
Saat dia hendak turun mengecek motornya, Nuryanto sempat melirik ke arah spion kendaraannya, dia kaget setengah mati.
“Saya lihat dispion motor itu tubuh besar warnanya hitam, tapi gak kelihatan wujud lengkapnya, karena khan pandangan spion terbatas,” ucapnya.
Nuryanto mencoba memberanikan diri menengok ke belakang, ternyata makhluk hitam itu sudah tidak ada.
“Gak tahu ilang, saya langsung coba stater motor langsung nyala, saya langsung gas. Tapi jalan beberapa meter, persis didepan bekas kandang peternakan ayam itu, motor tiba-tiba berhenti, mesin masih nyala tapi gak mau jalan,” ungkapnya.
Saat itu, Nuryanto merasakan panas dingin, bayangan sosok hitam yang membonceng motornya tadi menghantuinya.
Saat berusaha menjalankan kembali sepeda motornya, lagi-lagi dia melihat penampakan menyeramkan.
Kali ini sesosok perempuan tua, persis berdiri dibawah pohon yang ada disamping bekas kandang ayam tersebut sembari menatap ke arahnya.
“Wajahnya kelihatan samar-samar kena lampu didepan kandang, bentuknya nenek-nenek tua, rambutnya putih, bajunya agak kumal warna putih udah memudar, bawahan kurang jelas kayak gelap,” jelasnya.
Yang makin membuatnya merinding adalah bentuk wajah nenek tua tersebut.
“Mukanya itu putih pucat, matanya agak besar gak kayak orang umumnya, hidungnya kelihatan separo, terus mulutnya itu kayak perot ke kanan. Aku rasanya mau pingsan, tapi ta kuat-kuatin sambil istighfar mas,” tutur Nuryanto.
Hampir kurang sepuluh detikan dia saling bertatapan dengan hantu nenek-nenek itu sambil masih duduk diatas motornya yang belum bisa jalan. Dirinya seolah terpaku dengan pemandangan yang dia lihat didepannya.
Makhluk halus itu menghilang dari pandangannya saat dari arah belakang muncul pengendara motor yang langsung berhenti, saat melihat dirinya masih terpaku ditengah jalan.
“Itu ada dua orang boncengan langsung berhenti disamping saya, terus tanya nopo mas diweruhi mbah-mbah opo ireng-ireng (kenapa mas, dilihati mbah-mbah atau hitam-hitam),” kata Nuryanto menirukan ucapan dua pengendara yang menanyai dirinya dengan bahasa jawa waktu itu.
Dengan terus terang dia mengaku ditemui kedua makhluk halus itu. Keduanya,tambah Nuryanto, kemudian menawarinya untuk menemani diperjalanan karena kebetulan mereka searah dengan diirnya.
Sampai di kawasan Bangetayu, Nuryanto kemudian menawari kedua orang yang belum sempat dikenal namanya itu untuk mampir ngopi di warung angkringan tak jauh dari stasiun Alastuo.
Baca Juga: Cerita Horor Pasutri Ini Diganggu Sosok Perempuan saat Nginap di Hotel Semarang, Bikin Merinding!
Saat bercakap-cakap di angkringan itulah, dia baru mengetahui kalau lokasi bekas kandangan ayam itu terkenal angker.
Penghuni dibekas peternakan ayam itu seringkali menggangu orang yang lewat, yerutama jika pengendara itu seorang diri.
“Biasanya yang diiganggu orang yang naik motor sendirian,munculnya saat malam jumat atau selasa malam,” ungkapnya.
Dan, saat itu dia baru teringat kalau malam itu adalah malam jumat Kliwon. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi