RADARSEMARANG.ID - Bagi mahasiswa mahasiswi yang menempuh kuliah di luar kota biasanya akan memutuskan untuk kos atau ngontrak rumah, dengan pertimbangan lebih efektif, meski harus merogoh kocek untuk membayar beaya kos.
Ini juga yang dilakukan Rosikin, mahasiswa asal kota Tegal yang tengah menempuh kuliah di di salah satu kampus di Tembalang.
Setelah melakukan survei dibeberapa lokasi tempat kos, Rosikin kemudian memutuskan untuk kos disebuah rumah kos di Tembalang, tak jauh dari kampus.
Baca Juga: Cerita Horor Pasutri Ini Diganggu Sosok Perempuan saat Nginap di Hotel Semarang, Bikin Merinding!
"Pertimbangannya waktu itu karena tempat kos dengan kampus tidak terlalu jauh, harga juga gak mahal-mahal amat, serta lingkungannya kok enak gitu," tutur Rosikin mengawali cerita horornya kepada RadarSemarang.ID.
Rumah kos itu memiliki lima kamar yang terisi penuh dihuni, dilengkapi dengan ruang tamu yang lumayan luas untuk tempat bercengkrama anak kos dan teras yang biasa digunakan untuk parkir motor penghuni kos.
Sementara lingkungan sekitar kos tempat tinggalnya, ungkap Rosikin kanan kirinya dipenuhi bangunan kos-kosan.
"Itu kontur jalan ke tempat kosku jalannnya naik turun, tidak terlalu lebar hanya bisa dilewati sepeda motor. Kanan kiri ada kos-kosan juga,terus agak turun ke bawah masih ada kebun dan hutan tapi tidak terlalu luas," kata pria yang akrab dipanggil Ikin ini menggambarkan situasi lingkungan kosnya.
Suasana sekitar tempat kosnya yang tenang dan nyaman, dengan beragam pepohonan yang masih asri membuat dia dan teman-temannya kerasan.
"Lingkungannya enak sih ya mas, jadi pada kerasan tinggal di situ," ujar Rosikin.
Selama setahun tinggal di kos, Rosikin mengaku tak mengalami hal-hal aneh atau mistis.
"Sampai semester dua atau setahun, gak pernah ada kejadian aneh-aneh. Jadi ya tenang dan kerasan ya," tutur Rosikin yang kuliah di Fakultas Kelautan dan Perikanan ini.
Hingga akhirnya Rosikin mengalami peristiwa horor persis saat menjelang libur semester kedua.
Saat itu beberapa teman kosnya sudah ada yang pulang kampung dan sekitar tempat kosnya juga mulai sepi.
"Waktu itu sudah mau libur kuliah, teman-teman sudah ada yang pulang kampung, juga tetangga kos. Jadi suasana sudah mulai sepi," imbuhnya.
Dan malam itu, dua hari menjelang rencananya pulang kampung ke Tegal, Rosikin karena tidak ada aktivitas, memilih berdiam sendiri di tempat kosnya. Dia memilih nyantai duduk-duduk diruang tamu.
Baca Juga: Bikin Merinding, Eks Pegawai Tempat Wisata di Semarang Selalu Melihat Sosok Ini Setiap Malam Jumat
"Di kos saya sendirian, karena teman-teman yang belum pulang kampung pada keluar, main gak tahu kemana," tutur Rosikin.
Jarum jam saat itu menunjukkan angka jam 11 malam, suasana benar-benar sepi, sudah tidak terdengar suara kendaraan yang biasa lalu lalang dijalan depan kosnya.
Ketika sedang melamun menikmati suasana malam itulah, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kedatangan hantu pocong persis didepannya.
"Pocongnya itu keluar dari bagian ruangan belakang, jalannya gak lompat-lompat seperti hantu pocong di film-film tapi jalannya kayak ada jeda-jedanya set-set gitu," ujar Rosikin menggambarkan.
Ngerinya, hantu pocong itu malah berjalan ke arah dirinya yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Hantu pocong itu berhenti persis didepan saya dengan jarak kurang lebih setengah meteran, jadi aku bisa lihat dengan jelas banget bentuk wajahnya itu tengkorak, matanya merah banget dan kain kafannya putih tapi sudah kusem," ungkap Rosikin.
Selama beberapa detik Rosikin mengaku saling berpandangan dengan hantu pocong tersebut.
"Itu pocongnya sempat lihat-lihatan, aku dah gak bisa apa-apa, mau lari gak bisa, mau teriak juga rasanya mulut gak bisa digerakkan,".
Sempat beberapa detik dia berpandangan dengan hantu pocong itu yang kemudian menghilang sesaat setelah dia berkedip.
"Waktu mata kedip, tiba-tiba itu pocongnya ngilang gak tahu ke mana. Setelah itu aku langsung bergegas masuk kamar menunggu teman kosnya pulang," ujarnya.
Cerita tentang hantu pocong yang menemuinya di ruang tamu itu, ungkap Rosikin, tak pernah diceritakan ke teman-teman kosnya khawatir mereka takut dan pindah kos,padahal mereka sudah kerasan.
"Saya gak cerita ke teman-teman, karena kita sudah kerasan di kos itu, aku baru kali ini ceritanya ke Radar Semarang hahaha," katanya sambil terkekeh.
Peristiwa ditemui hantu pocong di rumah kosnya itu,tambah Rosikin adalah yang pertama dan terakhir, karena setelah itu tidak pernah ada kejadian horor yang di alaminya.
"Tapi gak tahu ya kalau teman-teman yang lain, jangan-jangan mereka juga pernah ngalami hal yang sama dengan aku tapi tidak mau cerita, takut pada pindah kos seperti kayak aku hehehe," ujarnya mengakhiri percakapan dengan RadarSemarang.ID. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi