Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Bunga Jenis Ini Konon Bisa Bikin Kamu Kaya 'Mendadak'

Sulistiono • Kamis, 18 September 2025 | 20:34 WIB
Ilustrasi kekayaan. (freepik)
Ilustrasi kekayaan. (freepik)

RADARSEMARANG.ID - Pada edisi kali ini kita akan mengupas keilmuan Jawa kuno yang bisa mengundang kekayaan sehingga bisa membuat seseorang penuh dengan "rojo brono" atau kekayaan, bisa berupa bentuk emas, harta benda atau uang. 

Khasanah keilmuan Jawa kuno ini menurut pakar primbon, mbah Yadi, sudah terbukti dan sangat terbukti ampuh untuk bisa membuat seseorang kaya raya. 

"Tetapi keilmuan jawa kuno ini harus di barengi dengan iklhtiar yang kuat atau usaha, itu wajib di lakukan, karena semua keilmuan itu harus di lantari dengan ikhtiar atau usaha, entah usaha apapun"ungkap pakar primbon asal kota Pati itu. 

Dengan keilmuan jawa kuno yang di "lambari" dengan ikhtiar atau usaha  menurutnya akan membuahkan hasil yang maksimal.

Sebenarnya,tambah mbah Yadi, seseorang yang menekuni keilmuan jawa kuno dalam meraih kekayaan itu ada media atau sarana yakni anda di minta untuk mencari bunga sereh. 

"Secara alami bunga sereh ini mengandung energi positip untuk mengundang kekayaan, di samping itu bunga sereh ini bisa untuk derajat pangkat, pengasihan itu juga bisa, tergantung panjenengan memproses dengan laku atau tirakat"jelasnya. 

Setelah mendapat anda bunga sereh, lanjutkan dengan memproses menggunakan mantra-mantra tertentu. 

"Setelah anda mendapat bunga sereh itu lalu saat hari penanggalan kelahiran anda, bunga sereh itu anda tirakati dengan berpuasa, puasanya puasa ngidang" tandasnya. 

Puasa Ngidang, tambah mbah Yadi adalah puasa yang tidak memakan nasi dengan lauk pauknya tapi adalah puasa yang hanya makan daun-daunan saja seperti binatang kijang. 

"Jadi kalau besok itu hari weton kelahiran anda, sore sebelumnya anda membersihkan badan dan pas magrib anda niatkan puasa untuk mengapai rojo brono karena Allah ta Alla, kemudian panjenangan lanjutkan dengan makan sayur-sayuran dan minumnya air putih saja"jelas mbah Yadi. 

Setelah itu malamnya anda mulai berpuasa, dan tepat jam 12 malam anda di minta keluar rumah yang tidak ada atapnya dan jalan kaki tanpa menggunakan alas.

"Setelah itu duduk di luar rumah tanpa atap dan tanpa alas kaki, di lanjutkan dengan membaca doa yang sesuai tertulis di keilmuan jawa kuno menggunakan bahasa jawa"ujarnya. 

Adapun doa atau mantra yang anda harus bacakan adalah "Bismillahirohmanirohim, sukmo kusumo, sukmane jagat, jagat gumelar yo jagat ingsun, ingsun nyawiji ing jagat gumelar kang kebak rojo brono, kabeh rojo brono nyawiji ing sukmo kusumo yo sukmane ingsun. Sakkabehing rojo brono tumeko tumeko tumeko marang ingsun soko kersane Allah.". 

Dia menyarankan doa atau mantra itu di bacakan dengan menghadap ke arah timur, setelah itu hentakan kaki kiri ke tanah sebanyak tiga kali. 

"Setelah menghentakan kaki kiri ke tanah sebanyak tiga kali, panjenengan kemudian menghadap ke arah selatan, kemudian baca lagi mantra yang sama yang tadi di baca saat menghadap ke timur, setelah selesai baca doa atau mantra, anda hentakan kaki kiri ke tanah sebanyak tiga kali"tandas mbah Yadi. 

Usai menghadap selatan, anda kemudian menghadap ke arah barat dan melakukan ritual yang sama.

Setelah itu menghadap ke arah utara dan mengulangi ritual yang sama saat menghadap ke arah timur, selatan dan barat. 

Kemudian anda kembali menghadap ke arah timur tapi dengan mengadahkan wajah ke atas. Setelah itu baca kembali mantra atau doa yang sama, setelah selesai kembali hentakan kaki kiri ke tanah sebanyak tiga kali. 

Setelah ritual mengadah ke atas, masih menghadap arah ke  timur, anda di inta untuk menunduk ke bawah melihat tanah dan kembali melakukan ritual yang sama. 

"Setelah menunduk dengan ritual yang sama, masih menghadap ke arah timur, pandangan anda lurus dan lakukan ritual yang sama yakni baca mantra atau doa tadi dan hentakan kaki kiri sebanyak tiga kali ke tanah"jelasnya. 

Namun dia mengingatkan sebelum melakukan ritual anda jangan lupa untuk membawa bunga serehnya yang anda genggam dengan tangan sebelah kanan. 

"Jangan lupa bunga serehnya di bawa, genggam tangan kanan saat melakukan ritual baca mantra dan menghadap ke arah mata angin"ingatnya.

Setelah selesai melakukan ritual itu,imbuh mbah Yadi, anda meniup bunga sereh yang ada dalam genggaman tangan kanan sebanyak tiga kali. Setelah itu anda bisa masuk ke dalam rumah kembali. 

Bunga sereh tersebut kemudian di bawa masuk ke dalam rumah dan di masukkan ke dalam kotak penyimpanan uang.

"Masukkan bunga sereh tadi ke dalam kotak uang, tujuannya untuk memancing supaya rejeki atau rojo brono itu bisa datang"jelas pria asal Pati ini. 

Kemudian malam keesokan harinya, malam kedua anda ambil bunga sereh tersebut dan melakukan ritual yang sama pada malam pertama. 

Ritual ini, tambah Mbah Yadi, harus dilakukan selama 40 malam di sertai dengan puasa ngidang 40 hari 40 malam. 

"Sayuran yang anda makan ini bisa mentah atau di kukus tapi tidak boleh menggunakan bumbu masak, jadi harus anyep tanpa rasa"katanya. 

Di malam hari terakhir ritual 40 hari 40 malam,tambah mbah Yadi, anda di minta melakukan ngebleng yakni tidak makan tidak minum dan tidak tidur sehari semalam.

"Nah saat malam terakhir anda ngebleng itu, panjenengan keluar rumah, tidak boleh di dalam rumah. Boleh jalan-jalan, yang penting di alam bebas"jelasnya. 

Jika anda melakukan niatan itu dengan sungguh-sungguh dengan memohon kepada Allah SWT yang Maha Kaya,tambahnya, maka kembang atau bunga sereh yang telah di proses melalui ritual yang anda lakukan agar di simpan ke dalam kotak uang. 

"Tapi jangan lupa, setelah ritual ini anda tetap harus ikhtiar usaha sekecil apapun usaha anda, entah jualan entah usaha apapun yang penting anda usaha"pungkas opakar primbion Jawa ini. (sls)

 

 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#ikhtiar #ilmu jawa kuno #weton #Rojo Brono #sereh #ritual #bunga #kaya