Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Mistis Sopir Ambulans di Kota Semarang, Pernah Mimpi Didatangi Arwah hingga Kisah Aneh yang Sulit Dijelaskan Logika

Figur Ronggo Wassalim • Minggu, 20 Juli 2025 | 17:16 WIB

 

Marianto, 42, sopir ambulans dari Karang Taruna Bhaskara, Kelurahan Karangturi, Semarang Timur.
Marianto, 42, sopir ambulans dari Karang Taruna Bhaskara, Kelurahan Karangturi, Semarang Timur.

RADARSEMARANG.ID - Suara sirine ambulans bukan hanya pertanda darurat medis. Bagi Marianto, 42, sopir ambulans dari Karang Taruna Bhaskara, Kelurahan Karangturi, Semarang Timur, suara itu juga membawa cerita-cerita tak kasat mata yang kerap membuat bulu kuduk merinding.

Selama dua setengah tahun menjadi sopir ambulans, Anto tak hanya mengantarkan pasien dan jenazah.

Ia juga mengantongi segudang kisah aneh yang sulit dijelaskan logika. Awal-awal bawa jenazah, merinding. Tapi lama-lama terbiasa.

Namun, ada kejadian-kejadian di luar nalar yang masih membekas kuat dalam ingatannya. Salah satu pengalaman paling menyeramkan terjadi saat ia menjemput jenazah di sebuah rumah sakit di Semarang.

“Saya parkir mobil di posisi P, enggak saya matikan mesinnya. Saya turun, sempat ngobrol sama satpam. Tapi tahu-tahu ambulans itu jalan sendiri,” ujarnya saat ditemui di posko Karang Taruna Bhaskara.

Padahal, untuk berpindah dari posisi P (parkir) ke D (drive) harus melewati tombol yang tidak mungkin tergeser sendiri.

Lebih anehnya lagi, saat jenazah diangkat ke mobil, seorang ibu dari pihak keluarga mendadak marah-marah tanpa alasan jelas. Padahal orangnya biasanya kalem.

“Tapi waktu itu suaranya keras banget dan katanya bukan seperti suara aslinya,” kisahnya. Usai prosesi, si ibu mendadak minta maaf dan mengaku tak sadar kenapa bisa semarah itu.

Tak hanya sekali-dua, Marianto juga kerap mengalami kejadian saat ambulans seperti ‘mengisyaratkan’ akan ada panggilan jenazah.

“Kadang malam-malam, pas buka ambulans, ada bau khas jenazah padahal belum ada panggilan. Besok paginya pasti ada yang minta diantar ke pemakaman,” ungkapnya.

Bau itu, kata dia, berbeda dari bau biasa. Campuran kamper, minyak jenazah, dan sesuatu yang sulit dijelaskan. Kru ambulans sudah paham. Kalau baunya sudah datang, siap-siap saja.  

Pernah juga, lanjutnya, saat mengantar jenazah ke Purwodadi, jendela belakang mobil tiba-tiba terbuka dari dalam.

“Teman saya duduk di belakang, tiba-tiba noleh dan tanya, ‘Mas, kamu buka kaca ya?’ Saya jawab, ‘Enggak.’ Padahal suara kaca dibuka dari dalam itu khas banget. Tapi nggak ada yang sentuh,” ceritanya.

Yang paling membekas, menurut Marianto, adalah saat ia di mimpikan oleh almarhumah yang masih muda, usia 24 tahun, sehari setelah mengantarnya ke pemakaman.

“Dia datang minta tolong sampaikan pesan ke keluarganya agar didoakan setiap malam Jumat. Minta tenang,” ujarnya lirih.

Merasa tergugah, pagi harinya ia memberanikan diri datang ke rumah keluarga tersebut. Begitu masuk, ia langsung mengenali wajah almarhumah dari foto di ruang tamu.

“Saya kaget, itu cewek yang datang di mimpi saya. Persis. Padahal saya enggak kenal sama sekali,” katanya dengan mata menerawang.

Dalam kesehariannya, Marianto juga mengaku bisa merasakan perbedaan ‘beban’ saat membawa jenazah.

“Ada yang berat banget, padahal jumlah penumpangnya sama. Tapi ada yang enteng, seolah kita bawa mobil kosong. Kalau yang berat, biasanya nyetir juga susah, mobil seperti melawan,” ujarnya. (fgr/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #jenazah #mistis #ambulans