Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Serem Lur! Warga Pekalongan Ini Diikuti Sosok Perempuan Terbang dari Paninggaran - Linggoasri

Agus AP • Minggu, 28 Mei 2023 | 16:30 WIB
Jalur Linggoasri - Paninggaran yang dilintasi Nachwan saat diikuti sosok perempuan misterius terbang. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Jalur Linggoasri - Paninggaran yang dilintasi Nachwan saat diikuti sosok perempuan misterius terbang. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID - Keanehan mulai terasa saat memasuki hutan pinus wilayah Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Ada sosok perempuan terbang mengikuti. Dia tertawa. Lirih tapi jelas di telinga. Baru hilang setelah keluar dari wilayah Linggoasri.

Peristiwa tersebut dialami Achmad Nachwan, 30, warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Meski sudah empat tahun berlalu, namun ia masih ingat detail kejadiannya.

Saat itu tepat hari Jumat. Bersama seorang kawannya, Nachwan berkunjung ke rumah koleganya di Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran. Mengendarai sepeda motor.

Jelang Maghrib, Nachwan berpamitan. Tuan rumah sebenarnya melarang Nachwan pulang. Memintanya untuk melakukan perjalanan selepas Maghrib atau menginap sekalian.

"Tapi kami tetap bersikeras pulang meski gerimis," katanya.

Awalnya tak ada apa-apa ketika keluar dari Desa Botosari. Tapi jalanan memang sepi dan gelap. Tak ada satu pun penerangan kecuali dari lampu sepeda motor Nachwan.

"Posisi saya bonceng waktu itu. Melihat ke belakang gelap sekali," ujarnya.

Keanehan mulai Nachwan rasakan ketika memasuki wilayah hutan pinus. Ia merasa ada sesuatu terbang. Sekelebat ia melihat itu sosok perempuan berpakaian putih. Sempat hilang tapi kemudian muncul lagi.

"Iya, terbang memutar di atas kami. Entah kuntilanak, entah wewe gombel. Kemunculannya yang kedua, saya tidak berani menatap. Tubuh saya kaku," ceritanya.

Nachwan sempat lega karena kemudian di perjalanan bertemu dengan bus dan sebuah mobil sedan. Tapi bukannya hilang, sosok perempuan tadi masih mengikuti. Kali ini malah bersuara.

"Suaranya lirih tapi jelas banget di telinga saya. Ya, suaranya kaya tertawa dan benda terbang begitu," ungkap Nachwan.

Awalnya ia mengira itu suara kampas rem bus atau sedan di depannya. Masuk di wilayah out Bond wisata Linggoasri, bus menepi. Sedan kemudian melaju kencang dan tak terlihat.

"Dari situ aku semakin takut, karena bus dan sedan sudah tidak ada, tapi suara aneh itu masih ada. Malah makin jelas," ucapnya.

Nachwan menutup kedua matanya. Suara aneh itu masih ada. Ia menepuk pundak temannya dan meminta mempercepat laju sepeda motor. Sampai di perkebunan karet Linggoasri, suara makin kencang. Tapi kemudian berangsur hilang. Baru benar-benar tak terdengar setelah Nachwan keluar dari wilayah Linggoasri dan memasuki jalanan yang ramai.

"Iya, setelah itu benar-benar hilang. Langsung jleb tak terdengar," katanya.

Nachwan yang masih syok meminta temannya menghentikan sepeda motor. Mereka kemudian mampir di seorang kenalan yang dipercaya bisa menerawang apa yang Nachwan alami.

"Katanya, iya, saya diikuti makhluk halus. Saya disuruh wudhu, lalu pulang," ungkapnya.

Jawa Pos Radar Semarang juga mendapat cerita dari Robby, warga Kajen. Saat ia mengendarai mobil dari Banyumas menuju Kajen via jalur Paninggaran. Masuk wilayah Paninggaran, ia sempat berhenti di warung kopi. Saat itu hari juga sudah gelap.

"Saya dinasehati penjual kopi itu untuk hati-hati melintas di jalur itu malam hari. Katanya di sana terkenal ada kuntilanak yang suka mengganggu. Saya cuek, tapi kepikiran. Selama perjalanan saya putar musik dengan suara kencang untuk mengalihkan pikiran itu," ujarnya. (nra/bas) Editor : Agus AP
#top #Merinding #Cerita Horor #Horor #horor pekalongan #urban mystery