Penampakan pocong di sekitar tanggul sungai sontak membuat warga sekitar penasaran sekaligus merinding mendengarnya. Terutama setelah ada jepretan kamera baru milik Bowo, 30, pemuda setempat yang tak sengaja terlihat pocong nyangkut dalam gambarnya. Bowo dikenal warga sebagai seorang kameramen. Saat itu, ia sedang mencoba atau ngetes kamera barunya.
Jawa Pos Radar Semarang mencoba menelusuri lokasi dimana ada pocong yang terjepret kamera dan tampil di google maps itu. Ternyata, tempatnya berada di tanggul bantaran sungai dan sebelahnya yang Jalan Raya Kalibener. Tempatnya agak lapang.
Disitu juga sebagai tempat pembakaran sampah. Ada juga jalan setapak akses peternak kerbau yang mau memandikan ternaknya. Disitulah pocong tampil selfi terekam di kamera Bowo.
Nunung, 59, pengelola warung yang terletak di tanggul sungai dan tepi Jalan Raya Kalibener tak jauh dari lokasi kerapa merasakan keangkeran. Ia bersama suaminya (Yusuf), sudah 9 tahun berjualan warung sederhana yang dikelolanya itu. "Saat ramai-ramainya pocong itu ada, warga sempat kaget. Ternyata pocong pun ada betulan dan bisa terekam kamera baru Mas Bowo," ujarnya.
Nunung mengungkapkan, kawasan tanggul sungai dekat patung polisi dan belakang bengkel itu dikenal warga sebagai wilayah yang wingit (angker). Bahkan, sepanjang Jalan Raya Kalibener juga demikian. "Di jalan raya dekat tanggul kerap terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas)," katanya.
Senada disampaikan warga lainnya, Syafii, 49, warga RT 4 RW 5, Desa Kedungwaru Kidul. Sejak pocong viral di medsos, tak lama setelah itu Kalibener menjadi perhatian para penyuka dunia mistis atau uka-uka. "Banyak penyuka uka-uka datang untuk menerawang kawasan mistis di desa kami. Termasuk di dekat lokasi pocong berada," ujarnya.
Menurutnya, tempat yang dianggap wingit dekat sekolah SMK itu dikenal warga sebagai lokasi buangan barang halus atau dedemit. Karena itu, warga sekitar juga tidak heran jika kadang ada anak sekolah yang mengalami kesurupan dirasuki makhlus halus. "Kalau ada yang kesurupan biasanya langsung diatasi oleh pak kiai. Dari dulu, lokasi munculnya pocong itu memang wingit," ujar Syafii.
Setahu dirinya, pocong yang terekam kamera Bowo itu pengambilannya saat sore menjelang senja. "Mas Bowo motretnya pas sore. Surup. Iseng-iseng," katanya.
Syafii pun menambahkan, penampakan pocong pun tidak hanya muncul di gambar kamera saja. "Sudah banyak orang yang kalau malam bekerja nyuloh iwak (cari ikan dengan bantuan cahaya senter) tiba-tiba dikejutkan dengan penampakan ujung-ujung atau pocong yang bisa berubah besar hingga dirasakan menutupi jalan raya," katanya.
Setelah melihat ujung-ujung itu, tukang nyuloh iwak merasakan sudah berjalan jauh tapi kenyataannya masih tetap di lokasi yang sama. "Kalau makhluk halus memang banyak disini, termasuk genderuwo," ujar dia.
Di sejumlah titik, kata dia, selain pocong juga ada makhluk gaib berupa ular berkepala manusia. Kejadian-kejadian tidak biasa pun sering terjadi. Selain kerap ditandai lakalantas di jalan raya yang dipenuhi aura msitis, juga banyak yang tiba-tiba tercebur ke saluran air irigasi di tepi jalan raya. "Ujuk-ujuk nyemplong kali (tiba-tiba terjebur ke sungai, red)," katanya.
Di antara titik mistis selain di tanggul sungai juga berada di dekat pintu air dan tikungan dekat dua pohon randu pinggir jalan raya. "Banyak pengendara motor yang mau menghindari orang di depannya yang melintas tiba-tiba nabrak tiang lampu atau pohon di pinggir jalan. Sering diganggu makhluk halus. Kebanyakan kecelakaan tunggal. Tidak kenal waktu. Malam dan siang," katanya.
Karena itulah, tiap tahun desa menggelar selamatan baik sedekah bumi maupun wayangan serta tayuban. Harapannya warga diberikan keselamatan. "Nama Kalibener di kampung ini mungkin ya itu tadi. Agar warga bertindak yang benar supaya selamat dunia akhirat. Termasuk dari gangguan makhluk halus," paparnya. (hib/ida) Editor : Agus AP