Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Noni Belanda di Penjara Tua

Agus AP • Senin, 7 September 2020 | 20:24 WIB
Menara kembar Lapas Kelas IIA Pekalongan masih berdiri kokoh sejak 1913. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)
Menara kembar Lapas Kelas IIA Pekalongan masih berdiri kokoh sejak 1913. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID - Kesan seram tak hanya tampak dari penjara Pekalongan. Cerita misteri ikut mewarnai bangunan yang berusia lebih dari seabad ini.

Tok-tok. Pintu kayu tebal dipukul dengan besi pengetuk tua oleh penjaga Lapas Kelas IIA Pekalongan. Begitu pintu terbuka, ia mempersilakan tamu yang datang untuk masuk. Bangunan bergaya Belanda itu kaya akan sejarah. Karena sudah termakan usia kesan mistis pun menyelimutinya.

Bangunan asli hanya tersisa 10 persen, dari total 7,2 hektare. Masih difungsikan sebagai kantor pelayanan.

Humas Lapas Kelas IIA Pekalongan Muhammad Anang Saefullah berucap, suasana horor sering terasa. Apalagi kalau malam tiba. Sepi. Hanya ada beberapa orang petugas berjaga."Bulu kuduk sering berdiri, sampai saya tidak berani menengok ke atas,” ujarnya.

Suasana sepi memang membuat merinding. Apalagi bagi yang pernah mendengar cerita-cerita mistis yang entah dari mana awalnya. “Beberapa orang pernah juga melihat penampakan noni Belanda," cetusnya sembari berbisik.

Saat ini, ruang tahanan yang masih bisa difungsikan hanya 27,5 persen. Bisa menampung 220 orang, dari semula 800 tahanan. Bangunan kokoh itu rusak ditelan rob, membuatnya semakin memperlihatkan kesan angker. “Orang yang memiliki pengelihatan khusus pasti sangat merasakan suasana mistis itu,” ucapnya.

Penjara itu dahulu bernama Gevangenis te Pekalongan, berdiri sejak 1913 pada masa kolonial Belanda. Hingga sekarang masih difungsikan sebagai tempat tahanan. Penyiksaan tahanan sering terjadi pada masa penjajahan. Bahkan disebut juga sebagai tempat eksekusi warga yang dituduh sebagai anggota PKI.

"Cukup disayangkan, arsip-arsip bersejarah banyak yang rusak terkena banjir dan rob. Arsip tahun 60-an ke bawah juga tidak ditemukan, sehingga sulit menggali sejarahnya," kata Anang.

Tokoh pendidikan Ki Hadjar Dewantara disebutkan pernah mendiami penjara ini. Aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia itu diperlakukan istimewa. Walaupun berstatus tahanan, dia menjadi juru tulis. Membantu petugas penjara dari tahun 1921.

Menara kembar menjadi ikon penjara tersebut, sebagai penampung air dan untuk mengawasi lingkungan. Kondisi Lapas saat ini bisa dikatakan tidak layak. Benar saja, pengelola Lapas telah merencanakan pembangunan Lapas baru di Desa Kalijoyo Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Berjarak sekitar 30 kilometer. Pembangunan bakal dimulai pada Januari 2021, untuk bisa ditempati tahun berikutnya.

Nasib bangunan penuh sejarah itu pun belum diketahui nantinya, setelah pemindahan secara keseluruhan dilakukan. Saat ini kondisinya masih terlihat kokoh. Karena dibangun dengan dinding setebal 50 sentimeter di semua bagiannya. Sepanjang sejarah, bangunan tua tersebut belum pernah dipugar besar-besaran. Hanya ada perawatan ringan tahunan.

Upaya menyelamatkannya juga terus dilakukan namun bisa dikatakan sia-sia. Peninggian bangunan pernah dilakukan, setinggi satu meter pada 2018. Namun tertelan oleh penurunan permukaan tanah 80 sentimeter dalam jangka setahun.

Masih di tahun yang sama, tembok sepanjang 64 meter dengan tinggi 5 meter rubuh tergerus rob. Padahal tebalnya 50 sentimeter. "Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba rubuh. Saat itu kondisi rob tinggi," ujarnya.

Ketinggian rob bisa sampai satu meter, surutnya pun terbilang lama. Terlama sampai dua bulan lamanya, sedangkan rata-rata rob bertahan minimal satu minggu. Anang berujar, satu tahun rob bisa terjadi hingga delapan kali. Noda bekas air payau itu terlihat jelas, menempel di bawah dinding dan merusak wallpaper dan cat. Saat air mulai masuk dalam sel, para napi pun langsung diungsikan. (yan/ton/bas)

  Editor : Agus AP
#Uran Mystery #penjara Pekalongan #Berita Semarang