RADARSEMARANG.ID, TARIKH termasuk materi dalam PAI-BP yang masuk pada kategori sulit untuk dipahami. Mengapa demikian?
Karena siswa dituntut hafal dan paham nama-nama, tahun, tempat bahkan kronologi sejarahnya.
Sejarah masuknya Islam di Nusantara merupakan salah satu kompetensi dasar kelas IX dalam kurikulum 2013.
Materi ini akan terasa membosankan dan tidak menarik bagi siswa apabila diberikan dengan metode ceramah.
Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Muntilan banyak yang tidak bisa memahami kompetensi ini.
Sehingga belum tercapai tujuan pembelajaran.
Maka, mendorong penulis mengubah metode pembelajaran materi tersebut dengan metode gallery walk.
Menurut Saefuddin dan Ika (2016:155) model pembelajaran gallery walk ini dapat memotivasi peserta didik untuk berlomba membuat hasil karya sekreatif mungkin dan dapat diapresiasi oleh guru atau teman-teman, baik secara individual maupun kelompok.
Sedangkan menurut Silberman (2013:274) gallery walk (galeri belajar) merupakan suatu cara untuk menilai dan mengingatkan apa yang telah dipelajari selama ini.
Pinto (2014:124) menjelaskan strategi pembelajaran gallery walk ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan karya mereka, sekaligus melihat teman sekelas melakukan pendekatan atas karya yang serupa.
Silberman (2013:274) juga menjelaskan langkah-langkah dalam model pembelajaran gallery walk yaitu bagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan dua hingga empat orang.
Tiap kelompok harus mendiskusikan apa yang didapatkan oleh anggotanya dari pelajaran yang peserta didik ikuti.
Kemudian mereka diminta membuat sebuah daftar pada kertas lebar hasil pembelajaran ini. Tempelkan daftar tersebut pada dinding.
Peserta didik diminta berjalan melewati tiap daftar.
Lalu tiap peserta didik memberikan tanda centang di dekat hasil belajar yang juga ia dapatkan pada daftar selain daftarnya sendiri.
Surveilah hasilnya, cermati hasil pembelajaran yang paling umum didapatkan.
Langkah pembelajaran gallery walk pada mapel PAI-BP kelas 9 di SMPN 1 Muntilan pada materi Tarikh, Sejarah Masuknya Islam di Nusantara sebagai berikut :
1. Guru menyampaikan materi, topik, capaian serta tujuan pembelajaran.
2. Guru mengarahkan siswa membuat kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 siswa per kelompok.
3. Guru memberikan intruksi cara kerja diskusi kelompok dalam mempresentasikan/menjelaskan dan menjawab kepada kelompok lain yang berkunjung.
4. Kelompok yang berkunjung sekaligus menilai isi/konten materi, desain dan performa/tampilan kelompok lain.
5. Setelah semua kelompok selesai berkunjung dan dikunjungi, selanjutnya mengumpulkan data dan menjumlahkan nilai dari masing-masing kelompok.
Memberikan apresiasi kepada kelompok yang mendapatkan nilai paling banyak.
6. Guru memberikan penguatan materi pelajaran kepada semua kelompok tentang pentingnya berperan dalam setiap pembelajaran.
7. Guru mengadakan asesmen kepada semua siswa dalam bentuk pernyataan yang harus dijawab oleh masing-masing inividu. Kemudian dikumpulkan sebagai bahan refleksi pembelajaran.
Pembelajaran dengan gallery walk membuat siswa lebih bertanggung jawab terhadap pemahaman materi pembelajaran.
Suasana pembelajaran menyenangkan, aktif, sehingga prestasi belajar siswa kelas IX materi Sejarah Masuknya Islam di Nusantara meningkat.
Namun demikian, metode tersebut ada kekurangannya sebagaimana yang dikatakan Nining dan Mistina (2018:101).
Kekurangan model kooperatif tipe gallery walk adalah sebagai berikut: guru harus cermat dalam memantau keaktifan individu ataukah kelompok.
Memerlukan waktu untuk menyeting kelas. Siswa dapat menggantungkan kerja temannya, jika anggota kelompok terlalu banyak.
Memungkinkan mengganggu kelas lain karena menimbulkan suara yang cukup gaduh. (nop/lis)
Oleh : Lis Novitasari, S.Sos.I
Guru PAI-BP SMP Negeri 1 Muntilan, Kabupaten Magelang
Editor : Tasropi