RADARSEMARANG.ID, KEMAMPUAN manusia berkomunikasi dalam bahasa tertentu membedakan antara makhluk satu dengan makhluk lain yang diciptakan oleh Allah.
Dengan menggunakan bahasa yang memiliki struktur bahasa yang khas, kita dapat memahami penggunaan bahasa sesuai harapan dan bermanfaat bagi alam semesta, serta terlibat dalam interaksi dan komunikasi dengan sesama manusia.
Oleh karena itu, bahasa memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan dan keselarasan dunia supaya terjalin kelangsungan dalam berinteraksi.
Baca Juga: Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini dengan Metode Bermain Peran
Dalam kehidupan sehari-hari memahami pentingnya penggunaan dan fungsi bahasa untuk meningkatkan penguasaan bahasa dan mengkomunikasikan makna atau arti bahasa yang dimaksudkan secara efektif dan efisien.
Pertama, pesan sebagai alat komunikasi. Komunikasi tersebut berbentuk ekspresi, yang berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan pesan dalam berbagai aktivitas sesuai dengan situasi dan kondisi.
Ekspresi dikaitkan dengan elemen segmental dan suprasegmental verbal dan kinesik dalam hal ini.
Oleh karena itu, kalimat yang menyampaikan berbagai pesan dapat berfungsi sebagai alat komunikasi yang menggunakan ekspresi yang berbeda-beda.
Kemampuan penggunaan bahasa ini diwujudkan melalui penggunaan retorika baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan.
Dalam konteks ini, retorika mengacu pada kemampuan mengolah bahasa secara efisien dan efektif berguna untuk membangkitkan emosi pendengar atau pembaca.
Bertujuan guna membujuk pembaca atau pendengar dengan pesan yang dikomunikasikan secara lisan atau tertulis.
Kedua, bahasa sebagai gambaran pikiran. Hubungan antara pemikiran dan bahasa mudah dilihat dan dicoba untuk memikirkan sebuah ide tanpa menggunakan bahasa. Kita tentu tidak bisa melakukan hal itu.
Sangat mudah untuk mengidentifikasi seseorang yang pikirannya campur aduk, karena hal ini juga bisa terlihat dalam penggunaan bahasanya.
Seseorang yang sedang memikirkan sesuatu yang berat terkadang sedang tidak ingin untuk berbicara.
Sudut pandang alternatif berpendapat bahwa bahasa berfungsi sebagai perwujudan pemikiran, sehingga apa yang diungkapkan menjadi jelas.
Pikiran memunculkan bahasa, atau bentuk bahasa yang berkembang secara spontan dan individual untuk meniru atau menyesuaikan diri dengan gagasan atau pemikiran.
Namun jika dicermati lebih dekat, bahasa hanyalah sebuah bentuk serta wujud yang mewakili konsep atau gagasan serta ide yang ada dalam pikiran manusia.
Oleh karena itu, menganalisis bahasa secara terpisah dari analisis konsep adalah suatu kesalahan.
Artinya, ide serta gagasan sangat diperlukan dalam alat komunikasi untuk interaksi dengan yang lain.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dan tidak usah merasa rasa takut saat menggunakan bahasa. Penilaian kecakapan intelektual kita dapat diperoleh dari kata-kata tertulis dan lisan kita.
Cara kita mengekspresikan diri mencerminkan persepsi kita tentang kecerdasan.
Ketiga, bahasa sebagai gambaran kepribadian. Etika yang diyakini seseorang membentuk kepribadiannya.
Pilihan protokol bahasa, sistem budaya, dan norma sosial yang berlaku dalam suatu masyarakat terkait erat dengan etika serta sopan santun berbahasa.
Dalam hal etika berbahasa, faktor-faktor berikut harus diperhatikan:
1) Kesopanan merupakan salah satu unsur bahasa, maka kesopanan bukan merupakan makna atau arti harafiah ucapan tersebut.
2) Ada tidaknya kesopanan dalam suatu bahasa bergantung pada pendapat pendengarnya.
3) Hak dan tanggung jawab yang menyertai interaksi dalam berkomunikasi terkait dengan kesopanan.
Dengan kata lain, kesopanan bertutur ditentukan oleh apakah penutur menjamin terpenuhi atau tidaknya kewajibannya terhadap lawan bicaranya, tanpa melebihi hak-hak tersebut.
Dengan menggunakan bahasa yang memperhatikan etika atau kesopanan berbahasa, maka kepribadian seseorang akan terbentuk baik. (unw1/aro)
Oleh: Oneng Utama Kunyarawati, S.Pd.
Guru MTs Negeri Karangtengah, Kabupaten Demak
Editor : Tasropi