Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Fun Game Ice Breaking Tumbuhkan Motivasi Belajar Siswa pada Mapel Agama

Tasropi • Kamis, 29 Februari 2024 | 23:25 WIB
Nurhidayah, M.Pd.I
Nurhidayah, M.Pd.I

RADARSEMARANG.ID, Kejenuhan peserta didik adalah hal biasa dan kerap terjadi ketika proses belajar mengajar berlangsung.

Hal ini sangat wajar karena peserta didik masih dalam usia bermain (Harianja & Sapri, 2022).

Saat ini, metode pembelajaran di sekolah dasar (SD) cenderung hanya mengandalkan ceramah, diskusi, dan tanya-jawab, serta jarang menggunakan teknik ice breaking.

Baca Juga: Meningkatkan Motivasi BDR dengan Ice Breaking

Selain itu, dalam proses pembelajaran, siswa sering terlibat dalam obrolan yang mengakibatkan kurangnya konsentrasi pada materi pelajaran.

Masalah yang muncul terkait kurangnya konsentrasi siswa adalah ketidakfokusan, kebosanan, kejenuhan, dan sebagainya.

Terdapat juga kurangnya suasana kegembiraan atau kesenangan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, guru menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya minat peserta didik.

Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan berbagai strategi dalam proses belajar mengajar guna memotivasi siswa dan memusatkan perhatian mereka pada setiap materi yang disampaikan (Haryati & Puspitaningrum, 2023).

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Alquran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.

Dibarengi tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.

Mata pelajaran PAI secara keseluruhan terliput dalam lingkup Alquran dan Hadits, keimanan, akhlak, dan fiqh/ibadah.

Mata pelajaran PAI yang bermuatan tentang teori-teori yang diambil dari Alquran dan Hadits yang terdapat bahasa asing, yaitu berbahasa Arab.

Adapun anak didik yang kesulitan dalam menghafal dan memahami pelajaran sehingga membutuhkan inovasi dalam proses pembelajaran agar siswa merasa bahwa mempelajari mapel PAI itu menyenangkan.

Salah satu inovasi pembelajaran PAI yaitu dengan memasukan fun games dalam proses pembelajaran.

Fun games adalah sarana mengasah keberanian, tanggung jawab, kerja keras, kekompakan, serta sebagai sarana penyegaran dan keceriaan yang mengakibatkan kebosanan diri luntur begitu saja (Gita Dwi Gusvinta Sari dan Fransisca Januarumi Marhaendra Wijaya, 2021).

Fun games ini berfungsi sebagai penghilang rasa bosan dan kejenuhan saat siswa merasa kesulitan memahami materi pelajaran.

Ice breaking adalah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh dan juga menyegarkan kembali pikiran serta tenaga (Dini N. Rizeki, 2022).

Game ice breaking ini bukan saja menyenangkan tetapi juga bermanfaat dalam membantu siswa memahami materi pelajaran.

Adapun contoh ice breaking yang dapat diimplementasikan untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa SD, salah satunya ice breaking huruf Hijaiyah 

Game ice breaking yang satu ini sangat terkait dengan pelajaran agama. Selain mencairkan suasana, game yang satu ini juga sekaligus mengasah kemampuan siswa dalam pelajaran PAI.

Langkah pertama, siswa diminta berdiri. Langkah kedua, siswa menyebut huruf hijaiyah mulai dari huruf أ ب ت dan seterusnya. Langkah ketiga, guru menentukan angka yang tidak boleh disebutkan.

Langkah keempat, bila seorang siswa mendapatkan giliran menyebutkan huruf tersebut, maka siswa tersebut harus diam dan bertepuk tangan.

Misalnya saja setiap mengandung huruf diurutan ke 4 seperti ث د س dan sebagainya maka siswa harus diam dan bertepuk tangan. 

Game ice breaking ini akan membuat siswa lebih berkonsentrasi karena ia bisa gugur jika mengucapkan huruf di urutan angka 4.

Agar lebih seru siswa yang salah dapat mendapatkan hukuman seperti bernyanyi, salawat Nabi SAW, menyebutkan rukun iman dan Islam, atau melantunkan surat pendek dalam Alquran.

Namun perlu diingat bahwa hukuman yang diberikan hendaknya menginspirasi dan menyenangkan.

Dengan melakukan fun games seperti itu, rasa kesulitan, kejenuhan pada siswa sekolah dasar (SD) saat belajar mapel Pendidikan Agama Islam (PAI) akan hilang.  

Muncul persepsi bahwa belajar mapel PAI itu sangat menyenangkan. (nop/lis)

 

Oleh : Nurhidayah, M.Pd.I

Guru PAI SDN Bojonglor

Editor : Tasropi
#Fun Games #Motivasi Belajar #Nurhidayah #ice breaking #Guru PAI #surat pendek