Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

DRTA Meningkatkan Kemampuan Membaca Bahasa Inggris Siswa

Tasropi • Jumat, 2 Februari 2024 | 16:57 WIB
Dyah Praptiningsih, S.Pd,
Dyah Praptiningsih, S.Pd,

RADARSEMARANG.ID, Pada kenyataannya,dewasa ini siswa dihadapkan pada kesulitan memahami suatu bacaan secara efektif.

Dari pengalaman penulis di lapangan, kemampuan membaca bahasa Inggris siswa SMP Negeri 4 Sragi khususnya kelas 8 masih sangat kurang, terbukti dari nilai pada tes-tes pemahaman bacaan bahasa Inggris siswa masih banyak yang rendah dan belum mencapai KKM.

Strategi pembelajaran yang penulis coba terapkan untuk mengatasi hal di atas adalah strategi Directed Reading Thinking Activity yang disingkat (DRTA).

Baca Juga: Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik dengan Metode VARK

Strategi ini pertama kali dikonsep dan disempurnakan oleh Stauffer (1969) adalah kegiatan yang efektif yang dapat membantu siswa untuk memahami teks.

Menurut Stauffer, membaca itu seperti proses kejiwaan. Membaca memerlukan simbol-simbol (kata-kata) yang merupakan ringkasan dari ide-ide atau konsep-konsep yang dihasilkan oleh penulis.

Jadi, membaca menuntut pembaca menggunakan pengalaman dan pengetahuannya untuk merekonstruksi ide-ide atau konsep-konsep yang dihasilkan oleh penulis.

Dilihat dari teorinya, model pembelajaran DRTA meletakkan dasar pada filosofi pendidikan John Dewey, yang mana siswa akan mengalami pembelajaran bermakna jika mereka mampu menunjukkan langkah-langkah penyelidikan ilmiah.

Keunggulan dari model DRTA adalah didasari pada motivasi instrinsik yang sesuai dengan paham konstruktivisme tentang pembelajaran, di mana siswa yang seharusnya mengalami pembelajaran sedangkan guru hanya mediator dan fasilitator.

Sedangkan dilihat dari langkah-langkah pembelajarannya, dalam meningkatkan kemampuan membaca bahasa inggris siswa, model pembelajaran DRTA terimplementasikan dalam 5 tahapan yang lebih menekankan pada aktivitas siswa.

Kelima langkah tersebut yaitu Mengorientasikan siswa pada situasi pembelajaran, Mengorganisasi siswa untuk belajar, Memperkirakan (Predicting), Membaca (Reading), dan Pembuktian (Proving).

Model DRTA menekankan keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Dari konsep tersebut ada beberapa hal yang dapat diamati.

Pertama, model DRTA menekankan kepada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam DRTA tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi prosesmencari dan menemukan sendiri materi pelajaran.

Kedua, model DRTA mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya model DRTA bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Materi pelajaran dalam model DRTA bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan tetapi sebagai bekal mereka dalam mempengaruhi kehidupan nyata.

Dari pengalaman penulis menerapkan model DRTA ini, terbukti secara empiris kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran DRTA terasa lebih nyaman, rileks dan berkosentrasi dalam memahami bacaan, siswa merasa tidak cepat jenuh, mampu meningkatkan fungsi otak kerja dalam merespon informasi, hal ini tergambar dari beberapa pernyataan yang disampaikan siswa.

Berdasarkan fakta juga terlihat secara keseluruhan hasil prestasi membaca pemahaman yang dicapai siswa lebih baik dibanding pembelajaran dengan pendekatan konvensional.

Selain itu dengan menerapkan suatu strategi pembelajaran yang tepat, mampu mengkondisikan siswa siap untuk belajar, membuat kondisi tubuh lebih segar akibat aktivitas belajar yang menyenangkan. (bp2/ton)

 

Oleh : Dyah Praptiningsih, S.Pd,

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 4 Sragi

Editor : Tasropi
#Kemampuan Membaca #Bahasa Inggris #SMP Negeri 4 Sragi #Dyah Praptiningsih #KKM