Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengolahan Hasil Samping Buah Mendorong Siswa Berkreasi dan Berinovasi

Tasropi • Rabu, 31 Januari 2024 | 21:04 WIB

 

Widyawati, S.Pd
Widyawati, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Manusia secara alamiah merupakan makhluk yang belajar dari peristiwa alam dan gejala-gejala kehidupan oleh karena itu pendidikan menjadi bagian penting dan tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan manusia (Sefiyah Karimah, 2016).

Begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan diperlukan sebagai upaya dalam rangka membangun kecerdasan kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pemerintah berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.

Selain program peningkatan mutu guru, pengadaan buku paket, BOS (Bantuan Operasional Sekolah), MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) pemerintah juga mengupayakan program pembangunan kurikulum (Brainly.co.id, 2016).

Pada pembelajaran prakarya kelas VII di SMP Negeri 3 Bojong, untuk menggali imajinasi, tiap-tiap siswa diminta untuk menyampaikan ide mereka tentang olahan makanan dari hasil samping buah.

Ternyata ide dan jawaban siswa sangat bervariasi dan cukup unik. Ada yang menjawab kuaci bij semangka, selai kulit buah naga, dodol kulit pisang, stik beton, manisan kulit apel dan sebagainya; bahkan beberapa diantaranya ada yang sudah mencobanya dalam bentuk praktek.

Hal itu membuktikan bahwa tema materi tentang pengolahan hasil samping buah tersebut bisa mendorong imajinasi siswa untuk mengeluarkan ide-ide mereka dalam berkreasi dan berinovasi di bidang pengolahan pangan.

Sikap berpikir kreatif ini apabila terus dikembangkan akan sangat bermanfaat bagi masa depan siswa dalam mencari peluang usaha di bidang pengolahan makanan. mengingat persaingan dunia kerja saat ini semakin berat.

Dengan kreatifitas yang dimilikinya mereka diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru di bidang makanan dan bisa menyerap tenaga kerja. Dengan demikian manfaat yang didapat bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran prakarya di kurikulum 2013 ini sangatlah tepat supaya siswa ada bekal keterampilan untuk masa depannya serta memiliki rasa kemandirian yang tinggi dalam berusaha, mengingat persaingan dunia kerja saat ini semakin berat. (bp1/ton)

 

Oleh : Widyawati, S.Pd

Guru Prakarya SMP Negeri 3 Bojong

Editor : Tasropi
#widyawati #SMP Negeri 3 Bojong #BOS #Guru Prakarya