Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Problematik Guru dalam Penguasaan TIK

Tasropi • Senin, 22 Januari 2024 | 18:51 WIB

 

Siti Rahayu S.Pd
Siti Rahayu S.Pd

RADARSEMARANG.ID, SECARA umum, penyediaan fasilitas sekolah dan peningkatan sumber daya tenaga pendidik merupakan kewajiban pemerintah (pusat dan daerah), karena kedudukannya memfasilitasi.

Tetapi kini terlihat kemampuan pendanaan pemerintah terbatas. Keterbatasan itu, menyebabkan penyediaan fasilitas dilakukan secara bertahap dan tidak dapat diterima merata untuk semua sekolah.

Berakibat pula pada minimnya kegiatan peningkatan kualitas dan kompetensi guru melalui pendidikan dan pelatihan atau sejenisnya, termasuk yang berhubungan dengan penguasaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.

Setiap guru harus siap untuk terus belajar TIK guna pemenuhan tuntutan kompetensi tersebut.

Teknologi diharapkan menjadi kesatuan dalam pembelajaran sehingga tercipta peserta didik yang lebih aktif dan mandiri.

Guru juga perlu memiliki kompetensi profesional yaitu selalu meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Agar TIK terus digunakan oleh guru, maka manfaat pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan untuk mengatasi permasalahan sehari-hari.

Karena kalau tidak, maka keterampilan teknis yang dimiliki akan mudah terlupakan.

Untuk itu, seiring dengan peningkatan kompetensi guru maka sekolah harus memiliki program pemanfaatan TIK dan penggunaannya perlu dideskripsikan secara jelas dahulu bagi tiap guru, bukan hanya kemanfaatan bagi sekolah atau pihak lain.

Karena kalau demikian, motivasi guru untuk mau menggunakan TIK tidak akan kuat. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi guru hanya menambah pengetahuan dan kurang mampu merubah cara pemikiran apalagi perilaku.

Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dalam meningkatkan penguasaan TIK meliputi kegiatan pembelajaran secara tatap muka teori dan praktik serta kegiatan field work.

Yakni, guru memantapkan hasil kegiatan pembelajarannya melalui implementasi langsung sebagai tugas mandiri/kelompok di lapangan atau laboratorium.

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan nantinya guru akan dapat mencapai target kompetensi dalam penguasaan TIK bagi guru.

Penggunaan sistem TIK baik itu berupa internet, software, sistem administrasi pendidikan, notebook dan LCD projector merupakan kebutuhan untuk mencetak generasi yang handal dan memiliki daya saing global. Oleh karena itu, guru di era digital sekarang ini sangat dituntut untuk menguasai TIK. (bw2/ida)

 

Oleh : Siti Rahayu S.Pd

Guru BTIK SMP Negeri 16 Semarang

 

Editor : Tasropi
#Siti Rahayu #SMP Negeri 16 Semarang #kualifikasi akademik #Teknologi Informasi dan Komunikasi