Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mudah Pahami IPS melalui Teknik Card Sort

Tasropi • Senin, 22 Januari 2024 | 18:22 WIB
Dra. Eko Wahyuningsih
Dra. Eko Wahyuningsih

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN dilaksanakan dalam rangka membantu peserta didik menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi kemanusiannya melalui proses berinterksi dalam pembelajaran.

Kemampuan bereksistensi yang baik dapat membuat peserta didik bersosialisasi dengan baik di lingkungan masyarakat. Kemampuan bereksistensi dalam bermasyarakat perlu dibina melalui pendidikan.

Tirtarahardja dan La Sulo (2005:6) mengemukakan, peserta didik diajar agar belajar dari pengalamannya, belajar mengantisipasi sesuatu keadaan dan peristiwa, belajar melihat prospek masa depan dan sesuatu, serta mengembangkan daya imajinasi kreatif sejak dari masih kanak-kanak.

Baca Juga: Terinsipirasi dari Sumpah Gajah Mada, Inilah Sejarah Satelit Palapa yang Pertama Kali Dimiliki Indonesia

Hal itulah yang sedang dibangun dalam pelajaran IPS pada materi menceritakan sejarah kerajaan Islam di Indonesia.

Berdasarkan survei yang dilakukan VII G SMP Negeri 1 Ungaran, diperoleh data bahwa pada materi sejarah yang memiliki hasil belajar paling rendah pada mid semester dua.

Jumlah peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75 adalah 13 orang atau 48,15 persen.

Hal tersebut belum sesuai dengan pencapaian indikator yang telah ditetapkan. Selain itu, berdasarkan hasil observasi diperoleh bahwa aktivitas belajar peserta didik masih tergolong pasif atau rendah.

Rendahnya aktivitas dan hasil belajar peserta didik di kelas disebabkan guru masih kesulitan menerapkan metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Bahkan, kurang antusiasnya peserta didik, karena guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran.

Salah satu metode yang tepat mengatasi masalah tersebut adalah metode Card Sort.

Pada dasarnya metode Card Sort digunakan untuk memantik peserta didik bercerita berkaitan dengan sejarah perkembangan Islam dengan mengurutkan kartu bergambar yang sudah diacak.

Selain itu, pada akhir kegiatan diberikan evaluasi dan penempelan kartu bergambar sesuai dengan urutan yang benar.

Zaini (2008:50) mengatakan, metode Card Sort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang obyek atau me-review informasi.

Langkah kerja teknik pembelajaran Card Sort (mensortir/memilih kartu) meliputi dua siklus yang masing-masing siklus terdapat langkah persiapan, kegiatan, dan evaluasi pembelajaran. Metode Card Sort dinilai tepat untuk dilaksanakan pada pembelajaran IPS.

Karena materi IPS berisi tentang konsep dan fakta. Peserta didik juga lebih mudah memahami materi yang diberikan, sehingga hasil belajar peserta didik meningkat.

Hal itu dibuktikan pada hasil kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan metode Card Sort.

Penerapan metode Card Sort IPS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kinerja guru pada setiap siklusnya.

Nilai rata-rata kinerja guru siklus I adalah 65,45 persen dengan kategori baik, siklus II sebesar 73,64 persen dengan kategori baik.

Adanya peningkatan persentase aktivitas belajar peserta didik secara klasikal di setiap siklusnya.

Siklus I persentase aktivitas belajar klasikal adalah 59,26 persen dikategorikan cukup aktif, siklus II sebesar 70,37 persen dikategorikan aktif.

Adanya peningkatan hasil belajar peserta didik secara klasikal. Pada siklus I nilai rata-rata klasikal adalah 64,59 dengan persentase ketuntasan 59,26 persen dikategorikan sedang.

Siklus II nilai rata-rata klasikal adalah 71,11 dengan persentase ketuntasan meningkat menjadi 74,07 persen dikategorikan tinggi.

Berdasarkan hasil yang didapatkan, peserta didik diharapkan selalu aktif dalam mengikuti setiap proses pembelajaran seperti bertanya dan menyampaikan pendapat.

Selain itu, guru juga diharapkan dapat mengembangkan penggunaan metode Card Sort ini pada mata pelajaran lain. (bw2/ida)

 

Oleh : Dra. Eko Wahyuningsih

Guru IPS SMPN 1 Ungaran, Kabupaten Semarang

Editor : Tasropi
#SMP Negeri 1 Ungaran #Card Sort #Kriteria Ketuntasan Minimal #Teknik Pembelajaran #Eko Wahyuningsih