Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Project Based Learning pada Mapel Seni Budaya Kelas X untuk Meningkatkan Prestasi Belajar

Tasropi • Jumat, 12 Januari 2024 | 18:24 WIB
Anugerah Sinung Prasetyo, S.Pd.
Anugerah Sinung Prasetyo, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Persaingan dalam dunia pendidikan di era globalisasi saat ini semakin ketat dan terbuka. Pemerintah diharapkan mampu merespon permasalahan pendidikan secara tepat dan bijaksana.

Pendidikan pada dasarnya merupakan kebutuhan dan kewajiban dasar yang harus diikuti oleh setiap manusia, agar memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menjalankan fungsi kehidupan.

Banyak guru dalam melaksanakan pembelajaran belum menggunakan strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi siswa, sehingga siswa pasif dalam belajar.

Baca Juga: Tingkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa melalui Active Learning Tipe Quiz Team

Penggunaan metode ceramah seingga mempengaruhi prestasi belajar siswa, karena masih banyak siswa yang memiliki nilai di bawah atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Menyikapi hal tersebut di atas, siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Bangsri Jepara menerapkan metode project based learning untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya.

Penerapan project based learning dalam proses pembelajaran sangat penting karena dapat meningkatkan prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan pemahaman siswa.

Hapsari dkk dalam Al-Tabany (2019) menjelaskan, project based learning merupakan model pembelajaran kontekstual karena diharapkan dapat mengubah cara belajar siswa secara mandiri dengan meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kreativitas dalam bekerja, memunculkan ide-ide kreatif dalam melatih berfikir kritis dalam mengatasi suatu masalah yang dihadapi di dunia nyata.

Baca Juga: Aplikasi PsyBot Bantu Siswa Mencari Jati Diri dan Tingkatkan Motivasi Belajar

Adanya motivasi dan kreativitas di kalangan siswa akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah dengan memunculkan ide-ide kreatif sehingga siswa akan berperan aktif dalam pembelajaran.

Proses pembelajaran tidak lagi berjalan satu arah tetapi terjadi dua arah antara guru dan siswa atau sebaliknya.

Dengan terciptanya pembelajaran dua arah, siswa tidak akan merasa bosan dan lebih termotivasi dalam proses pembelajaran.

Langkah-langkah metode project based learning untuk siswa kelas X di SMK Negeri 1 Bangsri Jepara pada mata pelajaran Seni Budaya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan pertanyaan dasar pembelajaran diawali dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberikan tugas kepada siswa dalam melakukan sesuatu kegiatan.

2. Mengembangkan perencanaan proyek. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa.

Perencanaan berisi aturan main, pemilihan kegiatan yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan penting, dengan mengintegrasikan berbagai bahan yang mungkin, dan mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu menyelesaikan proyek.

3. Mengembangkan jadwal. Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan proyek.

4. Memantau kemajuan siswa dan proyek. Guru bertanggungjawab untuk memantau aktivitas siswa selama penyelesaian proyek.

Monitoring dilakukan dengan memfasilitasi siswa dalam setiap prosesnya. Dengan kata lain, guru berperan sebagai pembimbing kegiatan siswa.

Untuk mempermudah proses pemantauan, dibuat rubrik yang dapat merekam semua kegiatan penting.

5) Penilaian hasil.

Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur pencapaian standar kompetensi, berperan dalam mengevaluasi kemajuan setiap siswa, memberikan umpan balik terhadap tingkat pemahaman yang telah dicapai siswa, membantu guru dalam merumuskan strategi pembelajaran selanjutnya.

6) Evaluasi pengalaman.

Di akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang telah dilakukan.

Guru dan siswa mengembangkan diskusi guna meningkatkan kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan temuan baru untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada pembelajaran tahap pertama.

Melalui project based learning ini siswa terlibat dalam kegiatan dunia nyata dan mempraktikkan strategi otentik secara disiplin.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode project based learning pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Bangsri Jepara pada mata pelajaran Seni Budaya ini berhasil. (*)

 

Oleh : Anugerah Sinung Prasetyo, S.Pd.

Guru SMK Negeri 1 Bangsri Jepara

Editor : Tasropi
#Dunia Pendidikan #Project Based Learning #Era Globalisasi #Anugerah Sinung Prasetyo #SMK Negeri 1 Bangsri Jepara