RADARSEMARANG.ID, Metode pembelajaran role playing merupakan sebuah metode yang berusaha menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjadi bahan refleksi bagi siswa agar dapat memberikan penilaian terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan serta mampu memberikan saran bagi pengembangan peran-peran tersebut.
Metode pembelajaran role playing juga mampu meningkatkan pengalaman belajar siswa seperti kemampuan kerja sama, komunikasi, memecahkan masalah, hingga menginterpretasikan suatu kejadian.
Baca Juga: Pembelajaran IPA dengan Metode Talking Stick
Melalui metode ini, siswa diharapkan mampu mendapatkan hubungan-hubungan antarmanusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya (https://ujione.id/apa-itu-metode-pembelajaran-role-playing/).
Menurut Huda (2013:209) role playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa.
Penulis selaku pengampu mata pelajaran biologi, di kelas XI SMA Negeri 1 Salaman masih menggunakan kurikulum 13.
Di kurikulum 13 materi biologi meliputi seluruh sistem fisiologi tubuh dimana materi ini sangat menunjang kehidupan sehari-hari.
Serta bekal ilmu tubuh manusia, minimal untuk mengetahui gejala tubuh bila terjadi perubahan.
Kita belajar mulai dari sistem gerak sampai sistem imun tubuh manusia.
Maka dari itu sebagai pengajar tetap berusaha agar siswa memahami materi yang disampaikan.
Salah satunya kompetensi dasar di semester tiga adalah Sistem Peredaran Darah.
Penulis sebagai guru biologi di kelas XI selalu berpikir agar siswa mudah memahami materi dengan mudah dan berkesan sehingga tidak lupa dengan materi tersebut, maka penulis memilih metode metode pembelajaran role playing.
Metode ini memudahkan pemahaman siswa dalam pempelajari sistem peredaran darah.
Selama ini dalam mempelajari materi sistem peredaran darah kadang siswa kesulitan dalam memahami materi tersebut.
Karena penulis sajikan materi dengan metode diskusi dan pemaparan materi serta ceramah.
Untuk mempermudah materi tersebut siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Tiap kelompok masing-masing ada berperan sebagai darah, jantung, paru-paru, sel-sel tubuh bagian atas dan sel-sel tubuh bagian bawah.
Di sini pemeran darah lebih banyak untuk memperjelas sistem peredaran darah.
Pada saat tampil, kelas disetting luas, dan siswa akan membuat alur perjalanan darah sehingga pemeran organ yang dilewati darah akan menempatkan diri dititik-titik yang telah ditentukan.
Penampilan dari kelompok satu bergantian ke kelompok berikutnya. Siswa antusias mengikuti dan menikmati peran masing-masing dengan gembira.
Banyak hal muncul yang mengundang gelak tawa terutama dari siswa yang belum memahami peran sehingga membuat rancu alur peredaran darahnya.
Setelah penjabaran melalui permainan peran dilanjutkan presentasi dan menarik kesimpulan.
Ternyata dari presentasi yang dilakukan menunjukkan hasil pemahaman menggembirakan.
Tiba saatnya penilaian harian, dengan penerapan metode role playing pada materi sistem peredaran darah.
Penulis menyajikan soal-soal pilihan ganda dan uraian, dari pengertian, pemahaman dan analisis.
Penilaian menunjukkan hasil yang lebih bagus dibandingkan dengan pembelajaran dengan metode lain dalam materi ssstem peredaran darah ini.
Penulis ucapkan terima kasih kepada SMAN 1 Salaman yang telah memberikan kebebasan pengajarnya menyampaikan materinya kepada siswa dengan berbagai metode. (uj2/lis)
Oleh : Sri Widiningsih S.SiG, Guru SMAN 1 Salaman, Kabupaten Magelang
Editor : Tasropi