Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Aplikasi PsyBot Bantu Siswa Mencari Jati Diri dan Tingkatkan Motivasi Belajar

Tasropi • Jumat, 22 Desember 2023 | 20:26 WIB

Maya Indria Sari, SKH
Maya Indria Sari, SKH
 

RADARSEMARANG.ID, Menurut Max Weber individualisme sebagai unsur alamiah tatanan kapitalisme kompetitif yang meligitimasi hak milik.

Maksud dari pernyataan Max Weber adalah mengembangkan individu sebagai agen aktif yang memiliki motif-motif ketika membentuk kehidupannya.

Individualisme bukan lagi hal yang tidak umum di era 5.0 dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri.

Baca Juga: Niat ingin Melerai Tawuran Geng Motor, Polisi ini Malah Dikeroyok

Tanpa terasa masyarakat di era 5.0 mulai terjebak dalam dunia maya. Gadget bukan hal asing didengar.

Setiap orang menjadikan sahabat dalam berbagai hal. Di era 5.0 setiap individu sibuk dengan gadget sehingga kegiatan komunikasi antar-individu mulai terbatas.

Muncul tembok pembatas antara satu individu dengan individu lainnya yang menumbuhkan sifat individualisme.

Berkembangnya sifat individualisme menjadikan sebuah ideologi yang dominan dalam masyarakat kapitalis dan sistem kepercayaan perusak yang sangat bertentangan dengan model eksistensi yang kolektif dan tradisional.

Hal tersebut juga memengaruhi perkembangan psikologi siswa SMK yang notabene berusia remaja.

Remaja adalah usia dimana siswa masih akif untuk mencari jati diri. Kehadiran gadget di tengah era milenial ini di satu sisi menghasilkan dampak positif bagi berbagi aspek kehidupan.

Namun di sisi lain mampu menghasilkan dampak negatif bagi siswa SMK.

Banyak permasalahan yang muncul di antaranya sikap individualisme yang terlihat dari sikap siswa yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar.

Mulai ditinggalkan budaya unggah-ungguh di kalanggan generasi milenial yang berakibat menurunnya sikap santun dan saling hormat menghormati antara sesama.

Dampak lain yang terjadi di kalangan siswa SMK adalah rendahnya motivasi belajar siswa, terjerumusnya siswa pada judi online, pergaulan bebas, pembunuhan.

Pembulyan melalui medsos atau akhir-akhir ini muncul klithih yang mayoritas anggotanya adalah siswa usia sekolah.

Berbagai permasalahan di lingkungan belajar siswa adalah minimnya motivasi belajar yang bisa dilihat dari tingkat kehadiran siswa ke sekolah yang rendah.

Kemudian lemahnya niat menelesaikan tugas dan kewajiban sebagai seorang siswa.

Hal ini merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan situasi yang sifatnya memprihatinkan menjadi perhatian bagi beberapa kalangan anak muda dengan menciptakan teknologi pendeteksi kesehatan mental atau yang disebut PsyBot karya mahasiswa UGM.

Menurut Aristoteles manusia dijuluki sebagai makhluk sosial dengan istilah zoon politicon yang tak lain memiliki pengertian bahwa manusia merupakan makhluk sosial, makhluk yang selalu berhubungan dengan manusia lainnya.

Hal yang perlu diperhatikan dengan situasi yang sifatnya memprihatinkan menjadi perhatian bagi beberapa kalangan anak muda dengan menciptakan teknologi pendeteksi kesehatan mental atau yang kita sebut dengan PsyBot karya mahasiswa UGM.

PsyBot adalah kecerdasan buatan yang berupa fitur bot WhatsApp (WA) yang dikembangkan dengan menggunakan ChatGPT versi-3.

ChatGPT versi-3 diluncurkan Juni 2020, GPT -3 merupakan model yang jauh lebih besar daripada GPT-2 dengan 175 miliar parameter.

Sehingga memungkinkan menangkap parer yang lebih kompleks. Selain itu, GPT-3 dilatih pada kumpulan data yang lebih luas, yang mencakup konten dari situs web, buku, dan artikel.

Memungkinkan GPT-3 mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang bahasa dan konteks.

Hasilnya, GPT -3 menunjukkan peningkatan kinerja pada berbagai tugas linguistik. Ia juga menunjukkan koherensi dan kreativitas dalam teks yang dihasilkannya.
Ia bahkan mampu menulis cuplikan kode, seperti kueri SQL, dan melakukan tugas cerdas lainnya.

Dengan mengembangkan aplikasi Psybot dengan mengunakan pengembangan aplikasi dengan fitur ChatGPT versi -3 ini akan memberikan respons berupa pesan kepada penggunanya sesuai keadaan yang dialami menggunakan ilmu psikologi untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental para remaja. (*/lis)

 

Oleh : Maya Indria Sari, SKH

Guru Produktif Peternakan SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang

Editor : Tasropi
#Maya Indria Sari #Motivasi Belajar #Jati Diri #SMKN 1 Ngablak