Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Tingkatkan Motivasi Belajar Budaya Jepang dengan Program CP-NP

Tasropi • Sabtu, 2 Desember 2023 | 17:13 WIB
Dra. Azmil Laily Rosjidah
Dra. Azmil Laily Rosjidah

 

RADARSEMARANG.ID, Dalam era globalisasi, SMA dan SMK di Indonesia telah banyak yang mengajarkan Bahasa Jepang, yang bertujuan agar siswa semakin berkembang dan memilik kacakapan hidup yang memadai.

Untuk meningkatkan kemampuan mengajar Bahasa Jepang dan kemampuan berbahasa Jepang, dengan wadah MGMP sekolah, provinsi dan nasional, bekerja sama dengan Japan Foundation (JF) Jakarta.

JF memiliki banyak program bantuan untuk menunjang pembelajaran Bahasa Jepang baik untuk sekolah, guru maupun siswa.

Salah satu program JF adalah CP-NP. Program yang dimiliki oleh The Japan Foundation bekerja sama dengan SMA/SMAK yang ada di Indonesia.

CP (Counterpart) yaitu guru Bahasa Jepang dari Indonesia yang mengajar di SMA/SMK. Sedangkan NP adalah Nihon Patrners (warga Negara Jepang) yang dikirim ke SMA/SMK untuk mendampingi guru Bahasa Jepang dalam mengajar Bahasa Jepang.

Program ini dapat diperoleh dengan cara mendaftar ke Japan Foundation. Japan Foundation mendata dan survey terhadap sekolah yang mendaftar.

Apabila memenuhi syarat, maka sekolah tersebut akan dikirim seseorang yang sudah lulus test sebagai NP, dan ditugaskan di sekolah yang memenuhi syarat.

Belajar bahasa tidak meninggalkan belajar budaya dari bahasa yang pelajari, termasuk juga belajar Bahasa Jepang harus mempelajari juga Budaya Jepang yang populer di masyarakat Jepang maupun di dunia.

Dengan adanya program CP-NP, pembelajaran budaya diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa.

Kesulitan dalam mengajarkan budaya Jepang, selain guru Bahasa Jepang yang kurang mengetahui budaya asli Jepang, juga tidak adanya peralatan dan perlengkapan yang dipakai dalam pembelajaran budaya Jepang ini.

Dengan belajar budaya, siswa merasa semakin menghayati dan semangat dalam belajar bahasanya.

Karena di dalam belajar budaya juga menyatu dengan belajar kosa kata dan pola kalimat yang dipelajari.

Tahun 2023 ini, SMA Negeri 4 Magelang melaksanakan program CP-NP yang ketiga kalinya. Program ini berlangsung selama tiga bulan.

Diawali pertengahan bulan Sepember dan akan berakhir pada pertengahan Desember 2023 mendatang. NP yang saat ini sedang bertugas di SMAN 4 Magelang adalah Miss Goto Noriko.

Bersama dengan guru Bahasa Jepang, memfasiltasi pembelajaran budaya Jepang yang diajarkan di SMA.

Budaya tersebut adalah menulis kaligrafi Jepang (shodo), memakai pakaian tradisional Jepang (yukata) dan upacara minum teh (shado/cha no yu).

Cara mengajarkan budaya Jepang tersebut diawali dengan menerangkan tentang budaya yang akan diajarkan berupa PPT, dengan menggunakan kosakata dan kalimat sederhana Bahasa Jepang, berdiskusi, dan bertanya jawab dengan kalimat sederhana.

Kemudian melaksanakan pembelajaran budaya.

Untuk budaya memakai yukata dan cha no yu, kelas dibagi dua kelompok. Kelompok pertama akan memakaikan yukata pada kelompok kedua. Selanjutnya berganti peran. Sehingga seluruh anggota kelas dapat merasakan hal sama.

Untuk pembelajaran budaya menulis kaligrafi, siswa diharapkan memilih satu huruf kanji maupun hiragana yang akan ditulis di kertas yang akan menjadi koleksi siswa.

Dengan belajar budaya dari penutur asli yang terprogram dalam CP-NP.

Hasil yang nampak dari siswa adalah dapat berkomunikasi dengan Bahasa Jepang sederhana dan dapat menulis huruf hiragana maupun kanji dengan baik dan benar.

Hal ini berdampak pada meningkatnya motivasi siswa dalam belajar budaya maupun Bahasa Jepang yang sangat erat hubungannya dengan empat kemampuan belajar Bahasa, yaitu menulis, membaca, mendengar dan berbicara dan meningkatkan 4C.

Yakni, Critical thinking, Creative, Colaboative dan Comunicative. (m4/aro)

Oleh: Dra. Azmil Laily Rosjidah

Guru Bahasa Jepang SMA Negeri 4 Magelang

Editor : Tasropi
#SMA Negeri 4 Magelang #Azmil Laily Rosjidah #menulis kaligrafi #pembelajaran budaya #Bahasa Jepang