Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Belajar Materi Teks Editorial Menyenangkan dengan Metode KWL

Tasropi • Jumat, 1 Desember 2023 | 21:42 WIB
Sri Haryani, S.Pd.
Sri Haryani, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran Bahasa Indonesia sebagai pelajaran wajib di sekolah, saat ini lebih menekankan pada pembelajaran berbasis teks.

Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks ini diberlakukan baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, sampai dengan perguruan tinggi.

Hal ini karena pembelajaran berbasis teks dapat memberi ruang pada peserta didik untuk mengembangkan berbagai jenis struktur berpikir.

Karena setiap teks memiliki struktur berpikir yang berbeda satu sama lain. Semakin banyak jenis teks yang dikuasai, maka semakin banyak struktur berpikir yang dikuasai peserta didik. (Mahsun, 2014:95).

Salah satu teks yang dipelajari pada jenjang SMA kelas XII adalah teks editorial.

Menurut Syarifudin (dalam Yunus:2010:34) teks editorial adalah opini atau pendapat atau sikap resmi suatu media terhadap topik aktual, fenomenal, atau kontroversial yang menjadi perhatian masyarakat.

Pembelajaran dalam teks editorial untuk tingkat SMA mencakup tentang pengertian teks editorial, ciri-ciri teks editorial, analisis kebahasaan dalam teks editorial, dan menulis teks editorial.

Materi menganalisis kebahasaan dalam teks editorial, termasuk materi yang cukup sulit dipahami oleh siswa kelas XII SMA Negeri 4 Magelang.

Hal ini dikarenakan banyak teori kebahasaan yang harus dipahami siswa sebelum melakukan kegiatan analisis teks.

Sebagai upaya mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa tersebut, guru berusaha untuk mencari berbagai metode pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan pemahaman siswa. Salah satu metode yang dipakai adalah metode KWL.

Metode KWL merupakan kepanjangan dari Know, Want to Learn. KWL pertama kali dikemukakan oleh Ogle.

KWL adalah sebuah strategi yang terintegrasi untuk menarik peserta didik dalam telaah pembelajaran aktif.

Strategi ini dimulai dengan apa yang diketahui (know) peserta didik tentang topik yang akan dipelajari.

Kemudian maju ke arah apa yang ingin (want) diketahui oleh para peserta didik setelah mereka memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang topik yang dipelajari.

Dan menghasilkan sebuah catatan tentang apa yang dipelajari (learn) oleh para peserta didik sebagai hasil dari keterlibatan mereka dalam strategi KWL.

Penerapan metode KWL dalam pembelajaran analisis kebahasaan dalam teks editorial adalah sebagai berikut:

Pertama, guru membagikan materi untuk dipelajari oleh siswa secara mandiri.

Kedua, siswa akan mendiskusikan materi tersebut dalam kelompok-kelompok kecil yang dibuat oleh guru.

Ketiga, saat siswa berdiskusi dalam kelompok, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi tambahan dari materi tersebut dari berbagai sumber.

Keempat, setelah siswa berkolaborasi, maka guru akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil pemahaman materi yang sudah mereka pelajari dan diskusikan dalam kelompok.

Guru hanya berperan sebagai fasilitator, sehingga siswa yang aktif selama proses pembelajaran.

Kelima, saat semua kelompok sudah mempresentasikan hasil diskusinya, guru akan memberikan penekanan dan menambahkan materi-materi yang belum dipahami siswa.

Penggunaan metode KWL ini sangat cocok diterapkan pada siswa kelas XII SMA Negeri 4 Magelang, terutama pada materi teks editorial.

Selain siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran, mereka akan berusaha lebih untuk memahami materi pembelajaran yang sedang dipelajari.

Suasana pembelajaran juga menjadi hidup dan semua siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami materi yang mereka pelajari. (m4/aro)

 

Oleh: Sri Haryani, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 4 Magelang

Editor : Tasropi
#Sri Haryani #SMA Negeri 4 Magelang #Teks Editorial #Bahasa Indonesia #proses pembelajaran #METODE PEMBELAJARAN