Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jigsaw Meningkatkan Pemahaman Materi Sastra Piwulang

Tasropi • Selasa, 28 November 2023 | 17:02 WIB
Indarti Warastuti, S.Pd
Indarti Warastuti, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Sastra piwulang adalah salah satu dari materi kelas XI (fase E) kurikulum Merdeka.

Merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat yang umumnya tidak hanya menceritakan pemikiran manusia yang baik namun bisa juga pemikiran yang berkaitan dengan negara.

Adapun salah satu wujud dari sastra piwulang tersebut adalah Serat Wulang Putri.

Serat Wulang Putri adalah sebuah karya sastra Jawa klasik yang berbentuk tembang macapat. Karya ini ditulis oleh Pakubuwono IV, raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang berkuasa pada tahun 1788-1820.

Serat Wulang Putri berisi ajaran moral atau etika yang patut dilakukan oleh wanita, khususnya wanita dari kalangan bangsawan.

Ajaran-ajaran yang terkandung dalam Serat Wulang Putri dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Yaitu pertama ajaran agama, merupakan ajaran yang paling utama dalam Serat Wulang Putri.

Wanita dianjurkan untuk selalu taat beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama.

Kedua, ajaran budi pekerti, yang terkandung dalam Serat Wulang Putri meliputi, sopan santun yaitu sikap yang selalu menjaga tata krama dalam pergaulan. Kasih sayang, yaitu sikap yang selalu menyayangi sesama makhluk hidup.

Serat Wulang Putri merupakan salah satu karya sastra Jawa klasik yang masih relevan dengan kehidupan masa kini.

Ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pedoman bagi wanita dalam menjalani kehidupannya.

Agar siswa mampu memahami Serat Wulang Putri dengan tepat maka metode pembelajaran yang di gunakan di SMAN 2 Temanggung kelas XI adalah model pembelajaran Jigsaw.

Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari. Dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Fathurohhman, 2016:63).

Metode ini menitikberatkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. Pada metode pembelajaran Jigsaw, materi pelajaran dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar.

Setiap anggota kelompok bertanggung jawab mempelajari salah satu bagian materi tersebut. Setelah itu, mereka berkumpul dengan anggota kelompok lain yang mempelajari materi yang sama untuk saling berbagi informasi.

Metode pembelajaran Jigsaw memiliki beberapa kelebihan, antara lain, meningkatkan pemahaman materi pelajaran, meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja sama, meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan toleransi dan saling menghargai.

Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan metode pembelajaran jigsaw: pertama, pembagian kelompok.

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen.

Heterogenitas dapat dilihat dari kemampuan akademik, jenis kelamin, latar belakang budaya, dan minat siswa.

Kedua, pembagian materi pelajaran. Guru membagi materi pelajaran menjadi beberapa bagian yang sama besar. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari salah satu bagian materi tersebut.

Ketiga, pembelajaran mandiri. Siswa mempelajari bagian materinya secara mandiri. Guru dapat memberikan sumber belajar yang relevan, seperti buku, artikel, video, atau situs web.

Keempat, pembelajaran kelompok ahli. Siswa berkumpul dengan anggota kelompok lain yang mempelajari materi yang sama untuk saling berbagi informasi.

Kelima, pembelajaran kelompok asal. Siswa kembali ke kelompok asal mereka untuk menjelaskan materi yang telah mereka pelajari kepada anggota kelompoknya.

Metode pembelajaran Jigsaw dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran.  

Metode ini dapat digunakan untuk materi pelajaran yang membutuhkan pemahaman konsep, keterampilan, atau sikap tertentu.

Dengan metode Jigsaw pembelajaran menjadi lebih menarik minat siswa. (nop/lis)

 

Oleh : Indarti Warastuti, S.Pd

Guru Bahasa Jawa SMA Negeri 2 Temanggung 

Editor : Tasropi
#SMA Negeri 2 Temanggung #karya sastra Jawa klasik #Bahasa Jawa #Indarti Warastuti #Serat Wulang Putri