Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Belajar PAIBP dengan Game Edukatif Kahoot

Tasropi • Kamis, 9 November 2023 | 20:44 WIB
Abdul Muttaqin, M.Pd.
Abdul Muttaqin, M.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang aktif melibatkan siswa secara aktif, baik fisik, psikis, maupun emosinya.

Ini adalah proses pembelajaran yang sangat ideal.

Pembelajaran seperti ini melibatkan segala komponen yang ada pada diri siswa.

Mulai dari fisik, psikis, serta emosinya untuk mengonstruksi pengetahuan.

Namun yang terjadi ketika pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP), siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan saja di dalam kelas.

Sepertinya tidak ada semangat untuk belajar PAIBP.

Sesekali siswa menjawab pertanyaan pancingan yang diberikan oleh gurunya.

Itu pun tidak mampu membuat dialog di dalam kelas yang dapat membangkitkan semangat belajar pada siswa.

Penulis sebagai guru PAIBP SMP Negeri 1 Pecalungan, Kabupaten Batang, mencoba melakukan pembelajaran aktif agar siswa tidak bosan dengan mata pelajaran PAIBP.

Salah satunya, penulis memanfaatkan game edukatif Kahoot yang tentunya gratis atau free. Game ini dapat merangsang siswa untuk lebih aktif.

Permainannya menuntut kecepatan dan ketepatan dalam menjawab kuis-kuis yang telah dibuat sebelumnya.

Game ini juga bisa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyerap materi yang diberikan oleh guru.

Siswa yang mampu menyerap materi dengan baik dan cepat dapat menyelesaikan game dengan cepat.

Score yang diperoleh masing-masing siswa akan ditampilkan secara real time setiap satu soal berhasil dijawab.

Supaya game ini dapat dimainkan di dalam kelas, guru terlebih dahulu menentukan topik atau tema yang akan dimainkan.

Permainan yang dimaksud di sini adalah siswa diajak untuk bisa menjawab pertanyaan yang ditampilkan di depan dengan cepat dan tepat.

Penampilan soal di monitor atau layar screen dibatasi selama 10 detik.

Selama itu, siswa diminta untuk membaca soal, mencari jawaban yang sekaligus menentukan pola untuk jawaban yang paling benar.

Pada gilirannya menjawab siswa tinggal menekan tombol yang tampil di layar handphone mereka dengan mengingat pola yang berisi jawaban yang paling tepat.

Pola atau gambar yang sering digunakan adalah bentuk-bentuk bangun datar seperti lingkaran, persegi, segi tiga dan trapezium.

Yang mana pola-pola tersebut saat tampil soal di layar sudah berisi jawaban-jawaban sesuai dengan pertanyaan yang dimunculkan.

Saat game berlangsung, suara musik yang atraktif juga turut mengiringi. Sehingga menambah keseruan saat bermain game tersebut.

Ditambah dengan mode permainan yang disetting adalah mode classic.

Setiap siswa dijadikan satu kelas dan secara bersama-sama membaca soal yang ditampilkan, dan mereka beradu cepat dan tepat dalam menjawab.

Game akan lebih seru lagi manakala score hasil jawaban diperlihatkan.

Di situlah terlihat siapa yang berhasil menyalip score dari teman-temannya yang lain.

Suasana bertambah riuh dan setiap siswa menjadi aktif.

Permainan berakhir setelah semua pertanyaan dijawab oleh siswa.

Namun sebelumnya akan ditampilkan para kandidat juara yang dimulai dari juara ketiga sampai juara pertama.

Sebagai apresiasi kepada siswa, guru bisa memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil masuk tiga besar tersebut.

Game ini digunakan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerima materi yang sudah diajarkan sebelumnya oleh guru.

Game ini bisa dilaksanakan di tengah-tengah kegiatan belajar.

Namun seringnya dilaksanakan pada akhir pelajaran dengan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk lima soal pertanyaan pilihan ganda.

Game ini sangat sederhana, namun sangat bermanfaat dalam meningkatkan keaktifan dan mengukur kemampuan siswa dalam menyerap materi yang telah diajarkan guru. (on/aro)

 

 

Oleh: Abdul Muttaqin, M.Pd.

Guru PAIBP SMP Negeri 1 Pecalungan, Kabupaten Batang

Editor : Tasropi
#Abdul Muttaqin #Pendidikan Agama Islam #Game edukatif #Permainan