RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka mempunyai tujuan di antaranya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, baik bagi guru maupun pelajar.
Pelajar lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator dalam aktivitas pembelajaran.
Pelajar dapat mempelajari materi dengan nyata, sehingga akan menemukan konsep-konsep lain yang mendukung.
Pengenalan sel merupakan salah satu materi pada kelas delapan yang secara umum diberikan pada semester gasal.
Pada pembelajaran ada beberapa model, dan salah satu dari model tersebut adalah model discovery learning.
Seorang guru seharusnya membuat sebuah stimulus yang dapat merangsang pelajar untuk dapat menemukan sebuah konsep.
Pada materi pengenalan sel terdapat beberapa sub materi, di antaranya sel dan mikroskop, sel hewan dan sel tumbuhan, serta spesialisasi sel.
Materi ini ketika diajarkan dengan teori saja atau hanya transfer ilmu dari seorang guru, maka pemahaman pelajar tidak akan maksimal dan konsep yang dimiliki pelajar sekadar mengetahui.
Berbeda ketika pelajar menemukan konsep tersebut sendiri dengan bantuan guru sebagai fasilitator.
Sel merupakan benda yang mikroskopis, sehingga pembelajaran materi ini harus menyenangkan agar pelajar tertarik.
Penulis yang merupakan Guru Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Batang mengalami beberapa kendala dalam mengajarkan materi pengenalan sel di kelas VIII.
Kendala — kendala tersebut di antaranya rendahnya semangat pelajar dalam belajar materi pengenalan sel, dan kurangnya pemahaman pelajar karena sekadar mengetahui.
Berdasarkan kendala yang ada dalam pembelajaran pengenelan sel di kelas VIII semester gasal SMP Negeri 3 Batang, maka penulis mengajarkan materi pengenalan sel dengan lebih nyata, yaitu pengamatan menggunakan mikroskop.
Model yang digunakan oleh penulis adalah model Discovery Learning.
Sintak model pembelajaran Discovery Learning adalah stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization.
Hal yang dilakukan pelajar adalah membentuk kelompok terdiri atas maksimal empat pelajar.
Setelah membentuk kelompok, pelajar menyelidiki atau mengamati sel-sel dari beberapa bagian tumbuhan yang dibawa.
Pelajar membuat preparat basah dari bahan yang akan diselidiki, di antaranya daun, batang, bawang merah, air jerami ataupun air kolam.
Pelajar membuat sayatan pada bahan yang dibawa dan meletakkan sayatan tersebut pada kaca preparat yang ditetesi air dan ditutup dengan kaca penutup.
Preparat yang dibuat pelajar tersebut adalah preparat basah.
Preparat basah diletakkkan di meja objek mikroskop cahaya untuk diamati. Selain mengamati preparat basah, pelajar juga dapat mengamati preparat kering yang tersedia di labotarorium.
Baca Juga: SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Melek Teknologi Tanpa Meninggalkan Sikap Islami
Dewasa ini kecanggihan teknologi sangat membantu dalam pengamatan di laboratorium.
Pelajar dapat mengambil gambar dengan batuan handphone.
Sebelumnya pelajar menggambar hasil penyelidikannya sambil mengamati, sehingga akan sedikit kesulitan.
Tetapi sekarang pelajar dapat menggunakan kamera pada handphone yang kemudian diprint sebagai hasil penyelidikinnya.
Dengan menyelidiki sendiri, maka akan muncul rasa senang dalam pembejaran.
Sel walaupun benda yang sepertinya tidak tampak, tetapi ini adalah hal yang dapat dipelajari secara konkrit.
Pembelajaran seperti ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pelajar berkaitan dengan sel. Terlebih lagi pelajar melakukannya dengan penuh suka cita.
Selain keterampilan dalam melakukan penyelidikan, pelajar juga diharapkan terampil dalam menulis.
Pelajar mampu menulis atau membuat laporan secara ilmiah berdasarkan data yang diperoleh.
Kemudian pelajar juga diharapkan mempunyai keterampilan dalam berkomunikasi, yaitu mempresentasikan laporan yang dibuat.
Melalui pembelajaran pengenlan sel yang dilakukan dengan model Discovery Learning menjadikan pemahaman pelajar lebih maksimal.
Praktik dilakukan dan membuat laporan serta mempresentasikan meningkatkan antusiasme dalam belajar.
Karena pelajar menemukan suasana yang baru selain di kelas, yaitu di laboratorium.
Pelajar merasa sebagai peneliti sesungguhnya. Dengan pelajar melakukan hal tersebut sendiri, maka akan lebih memahami konsep pengenalan sel.
Pelajar juga merasa senang karena mereka menyiapkan bahan, mempraktikkan, dan menemukan konsep sendiri bersama kelompok masing-masing.
Melalui kegiatan ini menjadikan pembelajaran yang menyenangkan dan tujuan dari pembelajaran tercapai. (on/aro)
Oleh: Umi Haniin, S.Pd
Guru IPA SMP Negeri 3 Batang
Editor : Tasropi