Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran PJOK melalui Metode Coaching

Tasropi • Selasa, 17 Oktober 2023 | 20:40 WIB
Teguh Santoso, S. Pd, M. Pd
Teguh Santoso, S. Pd, M. Pd

 

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dapat berjalan baik dan lancar ditentukan beberapa unsur, antara lain guru, siswa, kurikulum, sarana pra sarana, tujuan, metode, lingkungan pendukung, dan penilaian.

Guru merupakan unsur paling menentukan keberhasilan proses pembelajaran PJOK. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat oleh guru, merupakan salah satu syarat suksesnya proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Hariyanto (2011: 19), Metode pembelajaran adalah seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah kegiatan pembelajaran termasuk pilihan cara penilain yang akan dilaksanakan.

 Baca Juga: Supervisi Akademik Berbasis Coaching Clinic, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran dan Pengajaran

Salah satu metode yang bisa dipergunakan guru dalam proses belajar mengajar adalah metode coaching. Bertujuan mendorong peserta didik agar mengembangkan diri dan memperbaiki proses belajar melalui refleksi.

Bagaimana mereka menerapkan suatu keterampilan dan pengetahuan tertentu dalam mencapai tujuan. Coaching lebih berfokus kepada membantu seseorang untuk belajar dari pada mengajarinya (Hameed & Waheed, 2011).

Pelaksanaan coaching di sekolah oleh guru kepada peserta didik sangat penting dilakukan dalam meningkatkan hasil belajar dan prestasi, serta implementasi kurikulum merdeka.

Agar pelaksanaannya berjalan optimal maka coaching harus dilakukan dengan menggunakan prinsip kerjasama, berbagi, menjembatani gap, formal dan informal, kemitraan, motivasi, fokus, saling percaya, dan rasa hormat (Kemdikbud, 2013:19).

Homan dan Miller (2008: 34) membagi coaching ke dalam 4 kategori berdasarkan tujuan dari implementasi coaching pada pembelajaran. Yaitu:

1) Coaching untuk mendukung pembelajaran,

2) Coaching untuk kinerja (Coaching For Performance),

3) Coaching untuk pengembangan kepemimpinan (Executive Coaching)

4) Coaching tim dan kelompok.

Salah satu keunggulan coaching adalah siswa akan mampu mengungkap masalah mereka melalui pertanyaan tajam dan tepat.

Sehingga Coachee sendiri yang akan menyelesaikan masalah tersebut.

Studi empiris membuktikan melalui metode coaching, siswa dapat lebih mendalam mengungkap bagaimana mereka menjalani proses pembelajaran.

Peranan guru sangat penting untuk membantu mengantarkan peserta didik menjadi pribadi berkualitas yang didambakan masyarakat.

Perkembangan peserta didik agar lebih baik dalam menyelesaikan persoalan pembelajaran, diperlukan strategi atau langkah tepat.

Komunikasi guru dan peserta didik dalam penanganan masalah yang dihadapi peserta didik harus dilakukan dengan teliti.

Jika tidak, akan menimbulkan masalah baru di sekolah. Namun masih ada tantangan bagi pendidik untuk memahami karakteristik peserta didik agar adanya keterbukaan dalam proses coaching, sehingga mendapatkan solusi dari permasalahan peserta didik hadapi dalam proses belajar. (*)

 

Oleh: Teguh Santoso, S. Pd, M. Pd

Guru PJOK SMKN H Moenadi Ungaran

Editor : Tasropi
#Pembelajaran PJOK #Teguh Santoso #metode coaching #SMKN H Moenadi Ungaran #METODE PEMBELAJARAN #GURU PJOK