RADARSEMARANG.ID, Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran memiliki tugas utama sebagai supervisor akademik.
Proses supervisi dilakukan dengan memberi masukan, bimbingan, dan mengembangkan kemampuan guru. Sehingga kompetensi guru meningkat.
Peningkatan kompetensi guru tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada siswa dalam mencapai kebahagiaan (student wellbeing).
Baca Juga: Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Sarana Prasarana Pendidikan Terhadap Kinerja Guru
Pada kenyataannya, belum semua guru merasakan manfaat supervisi kepala sekolah sebagai proses meningkatkan kompetensi.
Sebaliknya, tidak sedikit yang merasakan kehadiran seorang kepala sekolah saat melakukan supervisi menjadi beban bagi guru.
Kesan tersebut dapat terjadi, karena proses supervisi dilakukan dengan pendekatan inspeksi.
Kepala sekolah datang ke kelas dan mengamati guru saat mengajar yang terkesan mencari kesalahan atau kelemahan guru.
Maka dibutuhkan strategi atau pendekatan yang tepat bagi kepala sekolah dalam melakukan supervisi.
Metode baru juga perlu dilakukan untuk memaksimalkan manfaat dari supervisi akademik. Salah satu pendekatan yang akhir-akhir ini mendapatkan perhatian adalah supervisi akademik berbasis coaching clinic.
Baca Juga: Supervisi Akademik Versi Coaching
Coaching clinic merupakan pendekatan yang menggabungkan konsep coaching dengan praktik klinik.
Konsep coaching clinic diterapkan dalam pengawasan akademik untuk memberikan panduan yang mendalam dan personal kepada para pendidik.
Pendekatan ini tidak hanya memfokuskan pada evaluasi hasil akhir pembelajaran, tetapi juga pada pengembangan keahlian pedagogis dan profesionalisme pendidik secara berkelanjutan.
Elemen-elemen utama dalam supervisi akademik berbasis coaching clinic terbagi menjadi beberapa bagian.
Pertama, kemitraan kolaboratif yaitu pendekatan yang mendorong terjalinnya hubungan kemitraan antara supervisor dan pendidik.
Supervisor bukanlah pihak yang memberikan perintah, tetapi rekan kerja yang membantu pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Kedua, refleksi mendalam dengan cara mendorong pendidik untuk merenung secara mendalam tentang praktik pembelajaran mereka.
Peran kepala sekolah sebagai supervisor memberikan pertanyaan-pertanyaan reflektif yang mendorong pemikiran kritis terhadap aspek-aspek yang dilakukan seperti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Pengembangan diri berkelanjutan menekankan pentingnya pengembangan diri terus-menerus bagi pendidik.
Supervisor berperan dalam mengidentifikasi area pengembangan dan membantu pendidik merancang rencana tindakan untuk meningkatkan kompetensi.
Ketiga, coaching clinic tidak hanya bersifat generik atau umum, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks masing-masing pendidik.
Antar satu pendidik dengan pendidik lain dapat dipastikan memiliki kebutuhan pengembangan yang berbeda.
Maka supervisor perlu mengindentifikasi secara cermat supaya dapat memberikan perlakuan (treatment) yang tepat. Sehingga coachee benar-benar merasakan manfaat meningkatkan kompetensi.
Keempat, pemberian umpan balik konstruktif. Umpan balik yang diberikan adalah umpan balik yang membangun konstruktif dan mendukung. Ini membantu pendidik merasa didukung dalam proses pengembangan mereka, bukan merasa dinilai.
Jika supervisi akademik berbasis coaching clinic berjalan dengan baik maka dipastikan dapat memberikan manfaat sebagaimana tujuan dilakukannya supervisi. Manfaat utama tentu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Meningkatnya kualitas pembelajaran tentu tidak lepas dari berkembangnya keahlian pedagogis pendidik yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas.
Selain itu, dengan pendekatan yang bersifat mendukung dan kolaboratif dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan pendidik dalam tugas mereka.
Pengembangan profesional berkelanjutan juga dapat terwujud melalui pendekatan coaching clinic.
Dengan refleksi dan pembelajaran berkelanjutan, para pendidik dapat terus mengembangkan diri mereka secara profesional.
Hubungan yang nyaman antara kepala sekolah dengan pendidik dapat pula menciptakan lingkungan pembelajaran yang pisitif, di mana kesalahan dianggap sebagai peluang untuk belajar.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, supervisi akademik berbasis coaching clinic merupakan pendekatan inovatif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran dalam konteks pendidikan.
Dengan mengedepankan refleksi mendalam, pengembangan diri berkelanjutan dan umpan balik konstruktif, pendekatan ini membantu pendidik dalam mengembangkan kualitas profesional mereka dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik.
Melalui kemitraan kolaboratif antara supervisor dan pendidik, supervisi berbasis coaching clinic menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan praktik pembelajaran yang efektif. (on/aro)
Oleh : Marijo
Kepala SD Negeri Tingkir Tengah 01 Salatiga
Editor : Tasropi