Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak dengan Metode Read Aloud

Tasropi • Jumat, 6 Oktober 2023 | 22:38 WIB
Puji Lestari, S.Pd.AUD.
Puji Lestari, S.Pd.AUD.

RADARSEMARANG.ID, Gebrakan besar dalam perkembangan sistem pendidikan  di Indonesia adalah penggunaan kurikulum merdeka yang bertujuan untuk menghasilkan anak Indonesia siap untuk menghadapai perkembangan zaman dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Keterampilan literasi merupakan salah satu dari komponen utama dalam Kurikulum Merdeka.

Literasi secara harfiah berasal dari Bahasa Inggris yaitu literacy yang bermakna sebuah aksara.

Secara etimologis istilah literasi sendiri berasal dari bahasa latin “literatus.” Di mana artinya adalah orang yang belajar (Sevima, 2020)

Pengembangan literasi untuk anak usia dini sangat erat kaitannya dengan perkembangan kemampuan berbahasa anak, di mana anak harus mampu memahami bahasa dan  menyampaikan bahasa, yang berkaitan dengan proses keaksaraan awal.

Pentingnya literasi dikembangkan pada anak usia dini adalah:  

1. Membantu anak dalam memahami kondisi orang lain serta lingkungannya,

2. Meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir logis dan lebih kreatif,

3. Meningkatkan kemampuan anak baik dalam bidang akademik, sosial emosional maupun spiritual,

4. Meningkatkan kemampuan anak untuk dapat siap ke jenjang pendidikan selanjutnya (membaca, menulis dan berhitung), 

5. Menumbuhkan minat anak terhadap keaksaraan awal.

 

Salah satu pengembangan literasi di taman kanak-kanak dapat dikemas dalam kegiatan bermain bermakna, seperti membaca sajak/syair, mencari harta karun (huruf atau kata), bermain peran,  bermain tepuk, gerak, dan lagu, dan sebagainya.

 Baca Juga: Mendongeng Asyik dengan Bermain Peran

Untuk meningkatkan kemampuan literasi anak, TK Negeri Pembina Salatiga mempunyai program one day one book, di mana setiap hari guru membacakan buku cerita kepada anak dengan tujuan agar anak-anak mencintai buku dan senang untuk membaca.

Dalam kegiatan one day one book tersebut, guru membacakan buku dengan metode read aloud.

Metode read aloud atau membaca nyaring adalah membacakan cerita kepada anak dengan suara yang nyaring/dikeraskan, intonasi yang jelas, pelafalan vokal dan konsonan, irama yang sesuai dan dengan hati yang tulus serta hangat terhadap anak (Wulan, 2021)

Read aloud menjadi sesuatu yang power dan magic luar biasa, di mana setelah melakukan kegiatan tersebut, anak menjadi senang dengan buku.

Di mana anak mendapat sesuatu yang baru, cerita yang beragam, serta wawasan yang luas, serta intelektualnya meningkat. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan  anak menjadi terbiasa dengan  buku.

Setiap saat setelah selesai belajar dan menunggu waktu bermain anak-anak langsung mengambil buku di pojok baca yang terdapat di dalam kelas sesuai dengan buku yang disukai.

 Baca Juga: Belajar Membaca Menyenangkan dengan Metode Kupas Rangkai Suku Kata pada Buku Cerita

Selain dengan menyediakan buku cerita yang tersedia di  pojok baca di setiap kelas maupun perpustakaan yang ada di sekolah.

TK Negeri Pembina juga bekerja sama dengan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga untuk mengadakan kunjungan ke perpustakaan maupun  kegiatan mobil perpustakaan keliling yang mendatangi TK.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak sangat antusias melihat berbagai ragam buku yang dibawa. Mereka dapat membuka-buka, membaca buku yang diambil dan disukai, serta ada pula yang berani untuk membacakan buku cerita tersebut kepada teman-temannya. (on/aro)

 

Puji Lestari, S.Pd.AUD.

Guru TK Negeri Pembina Salatiga

Editor : Agus AP
#buku cerita #Metode Read Aloud #Puji Lestari #Membaca Nyaring