Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Membentuk Karakter Religius Peserta Didik melalui P3R

Tasropi • Rabu, 4 Oktober 2023 | 02:04 WIB

 

Retno Eka Prastiwi, S.Pd.SD
Retno Eka Prastiwi, S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan pada dasarnya diharapkan membawa perubahan menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya.  

Pada kurikulum merdeka, pendidikan diarahkan untuk menghasilkan peserta didik yang percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi warga negara yang berdemokrasi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pada kurikulum merdeka ini penekanan utamanya berada pada pembentukan karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

Pendidikan karakter harus ditanamkan sedini mungkin pada peserta didik seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan maraknya pengaruh teknologi membuat generasi muda jauh dari kaidah-kaidah agama dan tatanan moral yang ada  di tengah masyarakat.

Untuk itu perlu memfokuskan pembinaan terhadap akhlak dan karakter peserta didik agar tidak tergerus dampak negatif yang ada.

Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Jumoyo 4, peserta didik semakin jauh dari penerapan karakter religius.

Menurut Agus Wibowo (2012) karakter religius diartikan sebagai sikap atau perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut, toleran terhadap pelaksanaan ibadah, dan hidup rukun dengan sesama.

Pembentukan karakter religius dapat dilakukan melalui beberapa metode, di antaranya dengan menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian/pengawasan, dan hukuman (Ulwah, 2013).

Penerapan yang dilakukan sekolah untuk membentuk karakter religius peserta didik melalui P3R, yaitu Program Pembiasaan Perilaku Religius.

Menurut Supendi (2015) pembiasaan merupakan suatu kegiatan untuk melakukan hal-hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan memperkuat atau menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi terbiasa.

Dengan kata lain pembiasaan merupakan cara mendidik anak dengan penanaman proses kebiasaan.

Program Pembiasaan Perilaku Religius (P3R) diterapkan pada peserta didik melalui kegiatan keagamaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan terjadwal, baik dilaksanakan harian, mingguan, bulanan,  tahunan maupun kegiatan yang bersifat insidental.

Pembiasaan perilaku religius di SD Negeri Jumoyo 4 dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu :

1. Membaca Asmaul Husna setiap hari sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

2. Selalu berdoa ketika mengawali dan mengakhiri kegiatan belajar.

3. Salat duhur berjamaah yang diikuti oleh siswa kelas III, IV, V, dan VI.

4. Kegiatan tadarus Alquran setiap hari Selasa dan Sabtu dimulai pukul 06.30.

5. Melaksanakan doa bersama jika ada warga sekolah yang sakit atau mendapat musibah.

6. Berjabat tangan dengan guru di sekolah.

7. Sedekah atau infak setiap hari Jumat.

8. Peringatan hari besar keagamaan.

9. Pengembangan budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun dalam bertutur kata.

10. Penegakan tata krama dan tata tertib sekolah.

Program Pembiasaan Religius (P3R) di sekolah sebagai langkah nyata dalam membentuk karakter peserta didik.

Pembiasaan dilakukan secara berkelanjutan, terstruktur dan terprogram yang pada akhirnya akan terbentuk sebuah kebiasaan permanen.

Dengan dilaksanakannya P3R di SD Negeri Jumoyo 4 dapat memberikan dampak positif terhadap perilaku peserta didik, yaitu membentuk karakter peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (pf/lis)

 

Oleh : Retno Eka Prastiwi, S.Pd.SD

Kepala SDN Jumoyo 4, Kec Salam, Kabupaten Magelang

Editor : Agus AP
#Kurikulum Merdeka #Program Pembiasaan Perilaku Religius #generasi muda #Retno Eka Prastiwi #KARAKTER RELIGIUS #Profil Pelajar Pancasila #Asmaul Husna